
Si Zheng sedang menghadapi demonic beast yang menyerang desa tempat ia singgahi sebelum melanjutkan perjalanannya. Dia sangat kewalahan menghadapi makhluk tersebut.
Dia sudah bertarung selama hampir dua jam, ketika dia merasa sudah tidak sanggup menyerang lagi, sebuah bongkahan es melindunginya dari serangan demonic beast tersebut.
Sesosok gadis dengan topeng giok muncul dihadapannya, Si Zheng terpana sejenak, walaupun wajah gadis tersebut tertutup oleh topeng tapi Si Zheng bisa merasakan aura kecantikkan yang terpancar oleh gadis tersebut.
Gadis tersebut tersenyum tipis, dia menggunakan pedangnya dan mencoba untuk memenggal kepala demonic beast tersebut, tetapi hanya luka goresan tipis yang tertinggal di tubuh beast itu.
Si Zheng menggelengkan kepalanya pelan, "Kelemahannya ada di antara ke dua matanya. " dia mengingatkan pelan, gadis bertopeng itu menatap Si Zheng sebentar sebelum mengangguk, ia mengalihkan serangnya ke titik kelemahanya, demonic beast tersebut menghindar membuat gadis tersebut kesal.
Si Zheng membuat bola api di tangannya dan ia lemparkan kearah demonic beast tersebut, gadis itu juga ikut menyerang dengan elemen es nya, Si Zheng bersama gadis itu bekerja sama menghadapi demonic beast itu.
Butuh beberapa lama barulah Si Zheng dan gadis tersebut mengalahkan beast yang menyerang desa. Nafas keduannya memburu, mereka menggunakan segenap kekuatan untuk menghadapi makhluk itu.
"Siapa namamu? Aku Yun Bingbing, " gadis itu berucap semangat, dia menyukai untuk melakukan kekuatan gabungan dengan Si Zheng, itu menyenangkan baginya. Si Zheng terdiam sebentar, dia mengusap tengkuknya sebelum berucap, "Si Zheng. "
Gadis bernama Yun Bingbing mengangguk antusias, mereka berdua akhirnya pergi keluar desa bersama sambil berbicara, dari sanalah mereka saling mengetahui jari diri walaupun keduannya masih belum melepaskan topeng yang menutupi wajah keduannya.
Si Zheng sedikit bingung, dia menaruh seluruh barangnya di cincin yang ia pakai, sedangkan dia lupa untuk membayar uang menginap di penginapan di desa tadi, "Biarlah, mereka tidak akan peduli dengan beberapa koin bukan?" pikirnya.
__ADS_1
Si Zheng akhirnya tahu bahwa Yun Bingbing adalah orang dari kerajaan es dan dia mendapatkan undangan untuk masuk ke sekte 1001 malam, rencananya dia akan mengembara selama beberapa waktu sebelum memasuki sekte.
Si Zheng bersama Yun Bingbing memutuskan untuk pergi bersama. Siang dan malam mereka habiskan bersama, perjalanan menuju sekte 1001 malam masih panjang bagi mereka.
.
Si Feixiang beberapa hari terakhir mulai belajar tentang alkemis, walaupun dia bisa membuat pil tapi dasar alkemis masih tabu bagi dirinya, dia hanya mengerti beberapa pil saja sejauh ini.
Xiao Chen lebih terfokus pada ilmu pedangnya sejak seminggu setelah ia mengerti lebih banyak niat pedang. Hal yang membuatnya ingin menjadi kuat karena ia merasa ada hal yang salah, firasatnya mengatakan hal buruk akan terjadi cepat ataupun lambat.
Yuan Sheng sejak perpisahan saat itu belum juga muncul membuat Si Feixiang sedikit khawatir, hal penting apa yang bisa membuat dewa takdir menghabiskan waktu berbulan -bulan untuk mengurusnya?
Si Feixiang jadi sedikit tidak nyaman dan juga takut, untungnya Xiao Chen selalu bersamanya walaupun Si Feixiang tidak pernah menceritakan hal yang membuatnya kurang nyaman.
Saat ia sedang terfokus untuk membaca, alunan seruling yang indah mengalun lembut di udara, "Suara ini... Apa mungkin dari sosok misterius waktu itu?" dia berucap dengan tanpa sadar kakinya melangkah menuju asal suara.
Si Feixiang berjalan dengan linglung seakan sedang di tuntun oleh sesuatu, langkahnya terhenti di depan batu yang diatasnya terdapat seruling berwarna putih yang nampak indah.
Si Feixiang mengambilnya, menoleh kesekitar mencari -cari keberadaan seseorang yang mungkin saja bersembunyi di sekitar sana, Si Feixiang menghendikkan bahunya acuh, ia menyimpan seruling itu di cincin penyimpananya.
__ADS_1
Namun lagi -lagi suara seruling terdengar, Si Feixiang kembali mengikuti alunan merdu itu mencoba mencari tahu darimana asal suara tersebut, anehnya semakin dekat dengan asal suara, alunan seruling itu mulai berubah menjadi ritme cepat yang terkesan buru -buru.
Suara seruling itu terngiang keras saat Si Feixiang sampai disebuah gerbang batu yang nampak kuno, saat dia ingin menyelidikinya sebuah tepukan ringan mendarat di bahunya.
Ia berbalik dan menemukan Xiao Chen memandanginya khawatir, "Jangan kesana, ini bukan waktu yang tepat untuk mengusiknya. " nasihat Xiao Chen dan menarik pergelangan tangan Si Feixiang untuk menjauh dari area tersebut.
"Tunggu, Xiao Chen, gerbang apa itu? Jelaskan padaku!" tuntut Si Feixiang dengan rasa perasaannya yang tinggi, Xiao Chen menghela nafasnya, memikirkan susunan kata -kata untuk menjawab Si Feixiang.
"beberapa ratus.. Tidak, beberapa ribu tahun yang lalu saat era kekacauan pertama muncul pulau ini terbentuk oleh empat penjaga utama dan dua penjaga pendukung sebagai markas mereka.
Gerbang itu adalah salah satu dari sembilan gerbang makhluk dewa, saat itu gerbang itu memanggil naga hitam, beberapa tahun ini gerbang itu menunjukkan tanda -tanda sihir pemanggilan, aku takut saat salah satu makhluk terpanggil dari gerbang itu ada sesuatu yang salah, mungkin akan terjadi era kekacauan saat itu terjadi. "
Xiao Chen menutup penjelasan dengan helaan nafas yang terasa penuh beban, "Apa?! Kenapa kau tidak menceritakan kejadian penting ini pada dunia? Setidaknya mereka memiliki hak untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi situation terburuk yang mungkin terjadi. "
Xiao Chen menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak semudah itu, kita perlu mencari keberadaan penjaga generasi ini untuk bisa memberitahukan informasi ini, semua penjaga harus setuju atau hal buruk akan terjadi lebih cepat. " jelas Xiao Chen tegas.
"Bagaimana caranya menemukan mereka?" Si Feixiang bertanya -tanya dengan bongung, dia tidak menyangka kehidupan keduannya ini lebih rumit daripada yang ia kira.
"Hm.... Bukankah kita berdua adalah dua penjaga utama? Itu tidak terlalu sulit. " ucap Xiao Chen santai, tetapi Si Feixiang terkejut bukan main saat mendengarnya, "Kita? Kita adalah dua dari empat penjaga utama?!" Si Feixiang ingin berteriak histeris saat mendengarnya.
__ADS_1
"Ya, kita. " Xiao Chen menaikkan alisnya merasa heran dengan Si Feixiang yang terkejut dan juga gemas saat melihat raut wajah Si Feixiang yang mulai nampak buruk, " Oh ayolah itu tidak terlalu buruk. " Xiao Chen tertawa kecil di akhir ucapannya.
Tbc~