
Lelaki bersurai hitam melepaskan topeng yang ia gunakan ketika memasuki perpustakaan kota kerajaan petir, matanya yang tajam memandang ke seluruh wilayah dalam ruangan.
Ia menghampiri seorang lelaki yang bertubuh besar, "yo! Xuan Wu, aku sudah menemukan mereka berdua, ah.. Manisnya mereka menjadi sepasang kekasih. " ucapnya tersenyum miring.
"haih kau ini... Masih saja suka masuk dengan tak di undang, rubahlah sikap anehmu itu Bai Hu. " lelaki yang dipanggil Xuan Wu menggelengkan kepalanya dan memandang kasihan ke arah Bai Hu.
"Biarin, setidaknya aku tidak sendiri seperti dirimu yang gak pernah beruntung dengan perempuan, upss... "
Xuan Wu mengepalkan tangannya, ia ingin sekali membinasakan lelaki di depannya itu, "Xuan Wu ingat! Sabar, sabar... Kuatkan mental, fisik, dan pikiranmu, hahaha... " Bai Hu berujar meledek sambil menghendikkan bahunya.
"Hah... Apa ini seekor harimau? Apakah takdir melakukan kesalahan?" Xuan Wu memandang miris Bai Hu, "Hei, jangan memandangiku seperti itu, jangan putus asa jika kau belum menemukan kekasih, aku masih lurus jika kau ingin belok. "
Brak..
Meja dihancurkan dengan sekali pukul oleh tangan Xuan Wu, "Ups.. Kabur!" Bai Hu segera berlari dengan cepat meninggalkan Xuan Wu yang kini menjadi pusat perhatian seisi ruangan "Ba. I. Hu. Ma. Ti. Ka. U" Xuan Wu menekan semua kata -katanya ia mengeluarkan sekantong emas, melemparnya ke penjaga perpustakaan sebelum mengejar Bai Hu.
.
Keesokan harinya setelah acara pertunangan, Xiao Chen membawa Si Feixiang ke kediaman ibunya. Saat mereka berdua masuk tampak raja kerajaan petir, raja Xiao Leidian bersama seorang tabib yang sedang memeriksa ibu Xiao Chen.
Tak lama setelah keduannya masuk tabib tersebut menggelengkan kepalanya pelan, "Aku sama sekali tidak mengetahui penyakit apa ini yang mulia, mohon maafkan hamba. " ucap tabib tersebut tampak lemas.
Si Feixiang melirik kearah sosok wanita yang terbaring lemah, wajah cantik tegasnya nampak pucat dengan ruam-ruam merah menghiasi tubuhnya, Si Feixiang mengeluarkan beberapa obat, ia membakarnya dan menghancurkannya dengan sihir apinya.
__ADS_1
Aksinya tak luput dari penglihatan raja Leidian dan tabibnya, mereka memandang takjub sekaligus heran, Si Feixiang tak memperdulikannya, ia lanjut dengan obatnya hingga berubah menjadi bubuk-bubuk yang berwarna putih kehitaman.
Ia mengeluarkan sihir airnya, membuat bubuk-bubuk tersebut menjadi cairan kental, ia dengan sihirnya mengoleskan cairan itu ke tubuh sang ratu, ratu Xiao Ra meringis sakit tapi tak lama ia mulai tenang dan nyaman.
"Fei'er apa yang kamu lakukan?" tanya raja Leidian yang disahut anggukan kepala sang tabib, "... Mengobatinya. " Xiao Chen yang mendengarnya menepuk dahinya, "ayah, Si Feixiang bisa mengobati penyakit yang bahkan tidak bisa disembuhkan, sebelumnya ia mengobati racun ular es yang aku derita setelah perang lalu aku memintannya untuk mengobati ibu.. " jelas Xiao Chen yang sesekali memandangi ibunya.
Raja Leidian mengedip tak percaya ia memandang ke arah Si Feixiang dan Xiao Chen secara bergantian sebelum menghembuskan nafasnya pelan, ia sudah menyiapkan mental saat melihat Si Feixiang mengolah tanaman herbal tersebut tapi ia masih tetap terkejut mendengar Si Feixiang bisa mengobati penyakit yang bahkan tabibpun tak bisa mengobatinya.
.
Si Feixiang memandangi Xiao Chen yang sedang fokus memainkan pedangnya, ia sedang berlatih jurus yang ada dalam buku naga hitam. Matanya menajam seiring pedangnya terayun, kilatan petir bermunculan sesekali setiap pedangnya berpindah posisi.
Xiao Chen bisa dikatakan sebagai sesosok jenius di generasinya, di usianya yang baru 16 tahun ia sudah berada di ranah gold core tahap 8 yang beberapa langkah lagi akan memasuki ranah soul wandering.
Roh beladiri sendiri hanya dapat dibangkitkan dengan pengalaman dan merasakan bagaimana kematian ada di depan mata, dan ya.. Xiao Chen yang masih muda sering merasakannya karena ia sering memaksa untuk ikut berperang melawan sekte aliran hitam.
Si Feixiang pun tak hanya membuang waktu, ia juga mempelajari beberapa keterampilan dari buku yang ia dapatkan dari perpustakaan, selain berisi beberapa catatan sejarah, buku itu juga terdapat beberapa teknik tingkat tinggi dan beberapa pengetahuan yang tidak ada di buku - buku kultivasi.
Ia terfokus pada teknik sayap membara phoenix, dimana sang pengguna akan mendapatkan kecepatan dan kelincahan yang lebih tinggi serta dapat terbang seakan - akan memiliki sebuah sayap burung api.
Teknik tersebut terdiri dari 4 tahap, tahap pertama meningkatkan kecepatan, kelincahan dan refleks, tahap kedua meningkatkan kemampuan penglihatan yang akan membuat mata dapat melihat celah dari serangan lawan, tahap ketiga adalah pernafasan dan membentuk energi murni dan tahap keempat adalah tahap dimana sang pengguna bisa terbang dengan cepat.
Si Feixiang fokus memahami setiap kata dan tidak menyadari bahwa Xiao Chen telah berhenti dan menghampiri seorang pelayan yang memberikan dua kertas gulungan misterius.
__ADS_1
Xiao Chen kemudian duduk di sebelah Si Feixiang dan membuka salah satu gulungan tersebut, matanya membola saat melihat isi dari gulungan misterius tersebut, ia beralih dan membuka gulungan satunya, kini ia tidak lagi melotot saja tetapi juga terbatuk -batuk dan hampir berteriak.
Menyadari tingkah tak wajar Xiao Chen, Si Feixiang menghentikan kegiatan membaca bukunya dan beralih memandang heran ke arah Xiao Chen yang bertindak tidak seperti biasanya.
Xiao Chen mengambil nafas dalam - dalam sebelum menyerahkannya satu gulungan tersebut pada Si Feixiang. Si Feixiang menerimanya dan membukanya dahinya mengerut bungung, "sekte 1001 malam?"
"Kau tidak tahu sekte 1001 malam?" bukannya menjawab Xiao Chen justru balik bertanya, dikepalanya ia bertanya - tanya tentang Si Feixiang. Terkenal sampah padahal jenius, ngerti bahasa aneh, bahkan dia seperti orang yang tidak tahu apapun tentang dunia luar, sebenarnya Si Feixiang itu kenapa sih?
Si Feixiang menggeleng cepat, Xiao Chen menghela nafasnya, "Sekte 1001 malam adalah salah satu sekte paling terkenal di dunia, ia tak terikat pada kerajaan manapun, bahkan sekte tersebut punya pulau sendiri. "
Si Feixiang nampak antusias mendengarnya, tapi ia mengingat kembali bahwa ia belum membuat kedok kakak ketiganya yang meracuni Si Feixiang sebelumnya, ia belum balas dendam!
"Oh dan ada sesuatu yang membuatnya spesial, ia akan melindungi anggotannya, dan semua orang yang pernah menyakiti muridnya akan mereka balas berkali -kali lipat. " tambah Xiao Chen semangat, ia sangat ingin masuk ke sekte itu sejak dulu, dan sekarang ia bersama Si Feixiang mendapatkan surat rekomendasi menjadi murid di sekte tersebut.
Ia sempat bingung karena Si Feixiang selalu menyembunyikan kultivasinya dari segi mananya ia memenuhi syarat masuk kesana? Tapi ia segera menggelengkan kepalanya, ia lupa tentang sekte tersebut bisa mencari informasi tersulit sekalipun.
Si Feixiang merenung dalam diam, ini adalah jalan pintas yang diberikan dewa takdir pasti, Guru Yuan, Fei'er akan mengingat jasamu! Ia berucap dalam hati, karena sejujurnya ia sendiri bingung harus mencari bukti bahwa yang meracuni Si Feixiang adalah Si Siang Hua, kakak ketiganya.
Tbc~
Jangan lupa likenya ^^
Ps:kalau yang like banyak ada kemungkinan up tiap hari loh, bahkan mungkin langsung dua chapter ^^
__ADS_1