
Lord memandangi Black dengan senyum puas, "baiklah, bagaimana dengan pelindung lainnya?" seseorang yang tampak bungkuk berdiri, dia memiliki rambut kasar berantakan dan wajahnya terlihat menjijikan karena banyak bisul dan bintik hitam menghiasinya.
"Lord, mereka belum terdeteksi, monyet api penghancur, burung gagak emas, kuda naga, naga emas dan serigala salju. Tapi menurut dugaan mereka terdeteksi di desa siluman, lebih tepatnya klan Shen. "
Pandangan sang lord tampak menggelap tapi kemudian menghela nafasnya dan tersenyum sedikit, "bagaimana perkembangan roh jahat dan iblis yang terkurung di bawah kota Xijing?"
Pria bungkuk itu kembali membuka suaranya, "mereka sudah memabaur bersama manusia, mereka bahkan mendirikan sebuah sekte dan menjadi salah satu sekte terbesar sekarang, sedangkan leluhur iblis yang tersegel... Kami masih butuh waktu untuk melepaskannya, tapi tentu lokasinya sudah kami dapatkan. "
Lord menyunggingkan senyum seramnya dan mulai terbahak, "baiklah, siapkan tumbal besar -besaran untuk memanggil lebih banyak ke dunia ini, mulai buat kekacauan dan gunakan strategi adu domba untuk memecah para manusia, terutama aliran hitam dan putih. "
Setelah mengucapkannya, Lord menghilang dengan butiran kabut hitam kemerahan, para iblis yang masih ada disana mulai mendiskusikan rencana dan mengumpulkan informasi yang belum di bahas oleh lord.
.
Sementara itu, Si Feixiang sedang bertarung dengan binatang iblis berwujud ular, itu adalah ular racun bergaris hitam, panjangnya hampir dua meter, berwarna hijau dan tentu saja memiliki garis hitam di tubuhnya.
Setiap kali Si Feixiang dalam jarak serangnya maka ular itu akan mulai menembakkan cairan hijau kehitaman yang memiliki bau menyengat membuat Si Feixiang seringai harus menjaga jarak.
Si Feixiang membuat bola api di tangannya tapi kemudian dia nampak berfikir, "Hutan ini tidak akan terbakar jika aku menembakkan api Phoenix sejati kan?! Meskipun kemurnian apinya belum sempurna tapi api ini lumayan sulit untuk di padamkan.. " dia bergumam dan nampak menimbang -nimbang.
Tiba -tiba ular itu melesat dan kembali menembakkan cairan beracunnya, untungnya Si Feixiang segera menyadarinya dan menghindar tepat waktu, "Persetan?! Aku tidak peduli lagi! Aku akan membakarmu hingga ke sumsung tulangmu --" belum selesai Si Feixiang mengumpat, ular itu kembali menembakkan cairan racunnya membuat perempatan menculik di dahi Si Feixiang.
Tanpa pikir panjang lagi, Si Feixiang menembakkan bola apinya, ular itu akan menghindar tetapi bola api milik Si Feixiang seperti memiliki kesadaran sendiri dan mengejar ular tersebut.
__ADS_1
Ular itu meronta kesakitan ketika api itu mulai membakar tubuhnya, melakukan perlawanan terakhir dia menyemburkan racunnya secara acak dan brutal, bahkan ia tak segan menembakkan hampir satu mili racunnya dengan gerakkan memutar.
Si Feixiang mengutuk ular tersebut sambil melompat, menghindar dan menjauhi sejauh mungkin dari serangan ular tersebut. Sekitar lima menit kemudian ular itu berhenti bergerak dan api masih terus membakar ular tersebut.
Si Feixiang kembali mendekat dan mulai mencari cara memadamkan api tersebut, menyiram dengan air, menguburnya dengan tanah, bahkan meniup - niup api tersebut dengan teknik pernafasannya.
Ternyata, memadami api tersebut bahkan lebih lama daripada membunuh ular tadi, itu hampir berlalu selama lima belas menit untuk Si Feixiang memastikan apinya benar - benar sudah padam.
Mayat ular itu kini hangus, bahkan berakhir menjadi debu yang di tiup angin, tak meninggalkan sesuatu bahkan tulangnya pun benar - benar menjadi abu tanpa sisa, hal itu membuat Si Feixiang bergidik dan mulai takut pada dirinya sendiri.
Dia memandangi sekitar sebelum melanjutkan langkahnya, saat ini dia berada di perbatasan wilayah kerajaan petir dan kerajaan kayu setelah berminggu-minggu berputar -putar tidak jelas.
Sebenarnya Si Feixiang berjalan mengikuti peta yang ada di buku Phoenix surgawi, tapi peta itu sunggu membuatnya berputar -putar, terkadang dia ingin mengutuk siapapun yang membuat peta ini.
.
Kerajaan kayu, sebuah kerajaan tingkat menengah yang diapit oleh kerajaan petir dan hutan kematian, wilayahnya tidak terlalu luas, tapi itu lebih luas daripada kerajaan kecil seperti kerajaan api.
Manik kecoklatan Si Feixiang memandangi pilar -pilar bangunan menjulang tinggi dengan kagum, kini dia sudah berada di salah satu kota kerajaan kayu yang berada di dekat perbatasan setelah satu jam melewati hutan -hutan.
Atensinya membuat beberapa orang memandanginya dengan berbagai pandangan, Si Feixiang mengenakan hanfu putih yang memiliki tudung kain untuk menutupi kepalanya dan cadar putih menutupi wajahnya memberi kesan anggun yang misterius.
Rambut hitam legamnya dia biarkan terurai beradu dengan kain putih tuk menampakkan keberadaannya, orang hanya dapat melihat mata kecoklatannya yang lancip seperti phoenix dengan hiasan bulu mata yang panjang.
__ADS_1
Dia berjalan menuju sebuah restoran cukup besar di kota itu, ketika dia masuk, sama seperti sebelumnya, seluruh mata tertuju pada dirinya tetapi itu tidak berlalu lama dan semua orang kembali memakan makanan mereka.
Si Feixiang duduk di salah satu meja kosong yang berada di pinggir jendela kaca, membuatnya bisa memandangi luar restoran yang berupa jalan raya besar dengan beberapa kereta kuda melangkah mengeluarkan suara lonceng-lonceng.
Seorang pelayan wanita menghampiri dirinya dan menawarkan makanan - makanan yang mereka jual hari ini, Si Feixiang tersenyum tipis di balik cadarnya, dia memesan Jiaozi, manisan dan teh longjing.
Berada beberapa meja lebih jauh dari Si Feixiang, seorang pemuda yang berusia sekitar 18 tahun memandangi Si Feixiang dengan sedikit tertarik ketika Si Feixiang memesan teh longjing, teh longjing per gramnya bahkan lebih berharga daripada emas, orang yang bisa memesannya biasanya adalah anggota kerajaan atau perwakilan sekte yang kuat.
Pria itu memiliki rambut lumayan panjang yang ia ikat ekor kuda, matanya menampilkan warna yang sangat indah, pria itu memiliki mata berwarna hijau zamrud yang sedikit pudar.
Mengenakan pakaian hijau yang senada dengan warna matanya dan sebuah mantel putih tersampir di kursinya, ada beberapa pemuda dan wanita juga yang duduk dekat dengannya dan mencoba mencari perhatian pemuda tersebut.
Merasa di pandang, Si Feixiang menoleh ke arah pemuda itu, dahinya mengerut mencoba mengingat wajah tampan pemuda itu karena dia merasa tak asing dengan senyum ramah yang terpampang di bibirnya yang tipis.
Kilasan ingatan yang terlamapau lalu terlintas dalam benaknya dan tak ayal membuatnya menggeleng, itu adalah ingatan Si Feixiang yang asli, pemilik sebenarnya tubuh ini, pria itu adalah salah satu bangsawan yang bisa Si Feixiang sebut sebagai 'teman '.
Si Feixiang sering di pandang rendah oleh lpara putra putri bangsawan karena dia tidak bisa berkultivasi, hanya ada beberapa orang yang mau dekat dengannya dan pemuda itu adalah salah satunya, kesan Si Feixiang pada pemuda itu menjadi lebih baik.
Pemuda itu adalah Mu Feicui, pangeran mahkota kerajaan kayu. Si Feixiang tidak mengerti mengapa pangeran mahkota kerajaan kayu itu bisa berada di wilayah perbatasan, tapi dia yakin ada sesuatu yang menarik disini hingga membuat pemuda itu repot - repot pergi ke wilayah perbatasan.
Tbc~
Maaf jarang update, padahal saya tidak punya tugas (ToT) tapi saya hanya sedang teralihkan kembali ke aplikasi orange sebelah setelah sekian lama dan melupakan novel ini. :')
__ADS_1