Fenghuang Chuangi

Fenghuang Chuangi
4. Bertemu pangeran


__ADS_3

Si Feixiang yang sedang berlatih dikejutkan oleh keberadaan Yuan Sheng yang tiba -tiba, "Fei'er pergilah ke hutan dan cari bahan obat untuk racun ular es, lalu tunggu disana sampai sore. "


Si Feixiang terdiam keheranan, setelah beberapa hari ini ia bersama Yuan Sheng, meskipun keduanya sudah sangat dekat tetapi entah mengapa Si Feixiang masih belum terbiasa dengan perintah Yuan Sheng.


Feixiang menghela nafasnya dan mengangguk. Sebenarnya ia cukup stress akhir - akhir ini, kakak pertamanya dan ayahnya beberapa kali bergantian untuk membantu peperangan dengan sekte aliran hitam.


Walaupun peperangan itu negara api di bantu oleh negara besar seperti negara petir tetap saja melawan sekte hitam bukanlah perkasa yang mudah, belum lagi kabar bahwa ia akan di jodohkan dengan pangeran kedua negara petir untuk memperkuat hubungan dua negara.


Ia meringis dalam hati, Si Feixiang bangkit dari posisinya, ia mengenakan jubah berwarna putih dengan tudung sebelum keluar melewati jendela kamarnya dan meloncat keatas pohon sebelum ke atas pagar tinggi.


Untungnya dia dulu adalah pembunuh bayaran yang terbiasa melakukan hal ekstrim seperti loncat dari satu pohon ke pohon lainnya, jadi perkara kabur melewati pagar beginian tidaklah susah baginya.


Setelah keluar ia berlari dengan ilmu meringankan tubuh yang diajarkan oleh Yuan Sheng, ia berlari seakan sedang terbang saking cepatnya, bahkan saat kaki dan tanahnya bersentuhanpun seakan tak ada.


Ia menghabiskan waktu selama lima belas menit untuk sampai ke hutan yang ditunjuk Yuan Sheng, Si Feixiang mengernyitkan dahinya saat menyadari bahwa hutan tersebut adalah hutan di bawah kaki gunung kematian yang menjadi bagas dengan pertempuran negara api dan petir melawan sekte hitam.


Dalam perjalanan masuk sambil mencari -cari obat untuk racun ular api terkadang ia harus bersembunyi dari sekelompok prajurit negara api ataupun petir yang membawa para prajurit yang terluka untuk diobati di kota terdekat.


Setelah semua tanaman obat ia dapatkan juga beberapa tanaman lain ia duduk bersandar di atas dahan pohon yang lumayan tinggi dan menunggu hari menjadi sore seperti perintah Yuan Sheng.


Saat hari mulai menjadi sore, Yuan Sheng muncul di depan Si Feixiang, ia terbang sambil melihat sekeliling. Si Feixiang yang sedang memandangi langit terkejut dan hampir terjatuh dari duduknya, "Guru Yuan, bisakah kau tidak muncul secara tiba -tiba?" ya.. Si Feixiang memanggil Yuan Sheng sebagai guru karena Yuan Sheng mengajarinya banyak hal, sedangkan Yuan Sheng sendiri tidak terlalu memikirkan panggilan Si Feixiang.


Yuan Sheng terdiam dan memandangi rombongan yang berhenti tepat dibawahnya, seorang pemuda tampan keluar dari kereta rombongan itu dan bersender di pohon yang sama dengan Si Feixiang.


"turunlah kebawah dan obati pria itu. "


Ucapan singkat Yuan Sheng membuat Si Feixiang menatapnya sedikit kesal, jadi dia harus berhenti berlatih dan menghabiskan waktu untuk mencari tanaman obat dan menunggu sampai sore hanya untuk menyembuhkan pemuda tersebut? Yang bahkan Si Feixiang tidak kenal?

__ADS_1


Ia menggerutu kesal tetapi Yuan Sheng menjelaskan bahwa pemuda itu adalah calon tunangan Si Feixiang dan tidak baik jika ia mati karena racun ular es yang ia dapatkan saat membantu perang, itu bisa memicu peperangan antara negara api dan petir.


Lagi -lagi Si Feixiang hanya bisa pasrah, ia meloncat turun dan mendarat tepat di hadapan pemuda tersebut yang tak lain adalah pangeran kedua negara petir. "Bisakah kalian pergi dari sini? Kalian mengganggu tempat peristirahanku. "


Yuan Sheng yang sedang memperhatikan dari atas menepuk dahinya mendengar ucapan yang keluar dari mulut Si Feixiang tadi, "Oh kaisar langit, mengapa engkau mengambil pendengarannya? Aku menyuruhnya untuk mengobati racun pemuda itu tapi dia malah mengusirnya.. " gumamnya sakartis.


"Maaf bila rombongan kami mengganggu peristirahatanmu, tapi aku terpaksa berhenti disini untuk menekan racun ular es yang ada ditubuhku. "


Beberapa prajurit dan seorang jendral memegang erat senjata mereka berjaga -jaga kalau gadis dihadapan mereka berniat menyerang pangeran, "Oh..? Itukan hanya racun ular es. " ucap Si Feixiang mengangkat alisnya.


"'Apa kau tidak tahu racun itu? Bahkan kurasa saat ini tak ada yang bisa menyembuhkan racun tersebut. "


"'...... Aku bisa. "


Pangeran kedua hanya batuk kecil mendengarnya, seorang gadis yang kelihatan masih anak -anak berkata dihadapannya bahwa ia bisa menyembuhkan racun berbahaya seperti racun ular es yang bahkan tabib terhebat maupun alchemist terkenalpun belum tentu bisa menyembuhkannya.


Si Feixiang tidak menjawab tetapi ia mengeluarkan beberapa tanaman obat dari cincin penyimpanannya dan menghancurkannya dengan sihir apinya, mengaduknya perlahan dan menggabungkan semuanya.


Ia mengeluarkan selembar daun yang cukup lebar dan meletakkan cairan kental beraroma obat yang khas hasil ia buat dari tanaman obat tadi dan menyerahkannya pada pangeran, "minumlah. "


Pangeran dan beberapa prajurit melongo melihatnya, teknik macam apa yang tadi di gunakan gadis itu? Pangeran kedua mengambilnya dan terlihat ragu, dengan mata terpejam ia meminum cairan tersebut dengan cepat.


Rasa dingin menjalar dari kerongkongannya menuju jantungnya dan menyebar keseluruh tubuhnya sebelum berpusat di perutnya, tempat dimana ia terkena panah beracun. Beberapa saat dan ia bisa merasakan bahwa racun tersebut benar -benar hilang, bahkan lukannya pun menutup.


"Terima kasih, ini bayaranmu.. "


Pangeran kedua melemparkan cincin dari jari manisnya kearah Si Feixiang, dan langsung ditangkapnya. "Terima kasih kembali, kurasa.. Ini lebih dari seharusnya. " Ucap Si Feixiang memasang senyum senengnya karena ia bisa melihat beberapa kantong emas di dalamnya dan beberapa barang mahal disana.

__ADS_1


Si Feixiang yang hendak pergi terhenti oleh suara pangeran, "Tunggu... Bisakah kau menyembuhkan ibuku? Aku akan membayar mahal jika kau bisa menyembuhkannya. " pintanya pelan.


Si Feixiang menatap ke mata pangeran yang terlihat tulus, "Tentu... Lagipula dengan bayaranmu yang sekarang aku seperti memiliki hutang padamu. Sampai jumpa di kerajaan api, aku menunggumu di istana. "


Pangeran menatap bingung kearah Si Feixiang yang perlahan menjauh dan menghilang dari hadapannya, "apa maksud gadis itu?" ia bergumam sebelum menyuruh para prajurit pengawalnya untuk melanjutkan perjalanan ke istana kerajaan api.


Hari menjadi malam saat rombongan pangeran sampai di istana kerajaan api, ia disambut dengan hangat disana. Bagaimanapun pangeran memiliki kontribusi yang besar dalam kemenangan perang melawan sekte aliran hitam kemarin -kemarin.


Pangeran menatap terkejut kearah Si Feixiang, gadis yang mengobati racunnya tadi. Ia bingung harus terkejut atau senang. "Ah.. Pangeran perkenalkan dia calon tunanganmu, putri bungsuku, Si Feixiang. " ucap raja kerajaan api senang.


Dan pangeran kembali terkejut, jadi tadi dia di sembuhkan oleh calon tunangannya sendiri? Tapi bukankah calon tunangannya tidak bisa berkultivasi? Tapi tadi sore pangeran yakin bahwa gadis itu bisa berkultivasi bahkan sudah mencapai ranah Foundation.


Ia memandangi Si Feixiang dengan tajam seakan -akan meminta penjelasan pada Si Feixiang, sedangkan yang ditatap hanya memasang senyum tak bersalah yang sedikit menampakkan gigi -gigi kelincinya.


.


Tbc~



pangeran kedua kerajaan petir (Xiao Chen)



kakak pertama Si Feixiang (Si Zheng)


... Jangan lupa like ya ^^

__ADS_1


__ADS_2