Fenghuang Chuangi

Fenghuang Chuangi
9. Pria misterius dan serulingnya


__ADS_3

Yuan Sheng menghampiri Si Feixiang yang sedang berlatih tekhnik sayap membara phoenix, Si Feixiang berhenti dalam kegiatannya menunggu apa yang akan dikatakan Yuan Sheng.


"Fei'er saya akan mengurusi dunia atas selama beberapa hari, jaga dirimu baik -baik selama saya pergi, ok?"


Si Feixiang menatap mata Yuan Sheng lama, ia mengangguk dengan enggan. Yuan Sheng mengelus rambut Si Feixiang lembut, "saya janji akan menyelesaikan tugas saya secepat yang saya bisa. " ia tersenyum hangat, Si Feixiang segera memeluknya erat sebelum tubuh Yuan Sheng memudar.


Menghela nafasnya, Si Feixiang memutuskan untuk kembali melatih sayap membara phoenix, berkat ilmu meringankan tubuh yang diajarkan Yuan Sheng membuatnya mampu melewati tahap satu sayap membara Phoenix dengan cepat.


Untuk tahap kedua ia mulai berkultivasi, setelah mempelajari teknik ini kecepatan kultivasinya bertambah, kini ia sudah berada di ranah Foundation tahap 9. Ia sudah mengalahkan kakak ketiganya yang masih berada di ranah Foundation tahap 7.


Meski begitu ia merasa tidak puas, kakak pertamamya, Si Zheng adalah jenius yang luar biasa, diusianya yang baru 19 tahun ia baru saja sudah berada di ranah nascent soul tahap 1. Dia juga salah satu murid inti sekte 1001 malam.


Kakak keduanya, Si Lan Yura berusia 17 tahun dan sudah berada di tahap 2 Soul wandering, dan untungnya kakak ketiganya, Si Xiang Hua yang lebih tua satu setengah tahun darinya baru di ranah Foundation tahap 7.


.


Siang hari rombongan kerajaan api undur diri untuk kembali ke kerajaan mereka, Si Feixiang yang sudah menjadi tunangan Xiao Chen pun diharuskan untuk tinggal di kerajaan petir.


Si Zheng memeluk adiknya saat ia hendak naik ke kerata kuda, "Fei'er sebelum kakak pergi, kakak ingin bertanya, apakah Xiang Hua yang meracunimu sebelumnya. " ia berbisik di telinga Si Feixiang, Si Feixiang mengangguk dalam pelukan, mata Si Zheng menatap dingin kearah Si Xiang Hua.


Si Zheng melepaskan pelukannya dan memasuki kereta kuda, Si Zheng memandangi Si Feixiang lama dan Si Feixiang melemparkan senyum padanya, senyum hangat yang selalu di tunjukkan Si Feixiang.

__ADS_1


Si Zheng sudah bisa menebaknya. Awalnya keluarga mereka bahagia, Si Zheng dan Si Feixiang adalah anak dari istri sah raja Hei Huo, sedangkan Si Lan Yura dan Si Xiang Hua adalah anak dari selir raja.


Keluarga mereka harmonis, hingga sebuah tragedi terjadi. Saat itu entah bagaimana Si Feixiang yang berusia lima tahun bersama selir sedang bermain di halaman, tiba -tiba seekor spiritual beast berbentuk serigala muncul dan hendak menyerang Si Feixiang.


Selir yang melihat itu melindungi tubuh Si Feixiang sehingga punggungnya terluka oleh cakaran beast tersebut, Si Feixiang berteriak minta tolong, tak lama prajurit datang dan mengurus beast tersebut.


Beast itu berhasil dikalahkan namun sayang luka sang selir cukup parah hingga ia merenggang nyawa beberapa hari kemudian. Sejak itu hubungan Si Feixiang dan Si Xiang Hua merenggang, ia beranggapan bahwa penyebab kematian ibunya adalah Si Feixiang.


Berbeda dengan adiknya, Si Lan Yura saat itu sudah cukup dewasa, ia mengerti bahwa ibunya hanya melindungi adik tirinya itu bukan kesalahan Si Feixiang, pemikirannya yang dalam membuatnya selalu melindungi Si Feixiang sejak saat itu, karena ia merasa harus melindungi apa yang ibunya lindungi hingga nyawanya menghilang.


Si Zheng sempat terpukul, walaupun tak sedekat dengan ibunya, selir juga adalah ibu keduanya, tapi dia juga sadar apa yang disadari Si Lan Yura, itu sekali lagi bukan kesalahan Si Feixiang.


Si Xiang Hua berubah menjadi pendiam sejak saat itu, dan dia bertindak kasar dengan Si Feixiang, saat itu ia lebih menyayangi ibunya daripada Si Feixiang, sejak kelahiran Si Feixiang ia merasa di nomor duakan, ia merasa perlakuan Si Feixiang lebih spesial hingga nyawa ibunya diberikan padanya.


Dia sedang duduk bersender di pohon, melamun dengan apa yang harus ia lakukan, ia ingin membalaskan dendam Si Feixiang tapi mendadak rasa empati dan jiwa rasionalnya yang telah lama hilang muncul kembali.


Ia merasa daripada membalas dendam atau memberi tahu ke publik tentang kebenaran, kenapa tidak membuat kebencian dan salah paham di hati Si Xiang Hua hilang? Ia merasa tindakan Si Xiang Hua tidak terlalu salah.


Pada dasarnya jiwa Si Feixiang yang sekarang pernah merasakan bagaimana kehilangan orang tua, ia pernah merasakan dendam dan kesalah pahaman di masa lalu persis seperti bagaimana Si Xiang Hua rasakan, ia jadi merasa berhadapan dengan dirinya sendiri.


Lama melamun hingga Si Feixiang terkejut oleh alunan lagu yang tiba - tiba terdengar, suara seruling yang merdu dan menghanyutkan, suara yang menciptakan kesan kesedihan dan keraguan.

__ADS_1


Si Feixiang bangkit hendak mencari asal suara, di tembok istana bagian belakang kediamannya, lelaki tampan dengan rambut kuncir kudanya memainkan seruling putih panjang.


Si Feixiang terpaku, ia terus memandangi sosok laki -laki tersebut, ia ingin menangis, terasa seperti laki -laki itu adalah sesosok yang cukup dekat dengannya, begitu familiar, dan lagunya seakan ia pernah mendengarnya, merasakannya.


'aku adalah bumi yang berputar mengikuti porosnya, kebajikan menjadi bulan yang menyinari dikala gelap dan kejahatan bagaikan matahari yang ada siang dan malam. Dosaku seperti air yang terus mengalir, bimbangku seperti rumput yang tak melawan dikala dicabut. '


'raguku bagaikan awan yang selalu mengisi langit, pilihanku seperti bencana yang muncul dimana -mana. Saat aku tersesat tak ada yang membimbingku, kemana aku melangkah? Maka lihatlah manusia di dalam bumi yang nekat mengambil resiko. '


Lelaki itu berucap bijak dengan pelan, rapi terdengar jelas di telinga Si Feixiang, lelaki itu mengikat serulingnya di pinggangnya, dia menatap Si Feixiang lembut dengan senyum hangat di wajahnya.


"Si Feixiang... "


Suaranya pelan, bahkan kini Si Feixiang tak mampu mendengar kelanjutan ucapan laki -laki tersebut, air mata mengalir dipipinya, ia tidak ingin menangis, sungguh! Tapi air matanya turun dengan sendirinya.


Laki -laki itu berubah menjadi bulu - bulu yang menghilang di tiup angin, "Tunggu! Jangan pergi... " Si Feixiang berucap lemas, ia tidak mengerti bagaimana lelaki dan seruling itu membuatnya menjadi sangat kacau, ada apa sebenarnya dengan dirinya? Kemana sosok pembunuh bayaran nomor satu yang tidak pernah menangis dan tidak pernah ragu dalam mengambil keputusan?


Si Feixiang memegang dadanya, detakkanya melambat dan membuatnya sesak nafas, ada sesuatu yang muncul dalam dirinya, egonya menurun, empati dan rasionalnya mulai naik kepermukaan, ia memegang kepalanya yang pusing hingga kegelapan menyapa dirinya.


Tbc~


__ADS_1


sosok laki - laki misterius (...?)


__ADS_2