
Si Zheng menebas beberapa tanaman liar yang mengganggu langkah perjalanannya dengan Yun Bingbing mengikuti dibelakang dengan santai. Perjalanan mereka bisa dibilang lancar hingga suara -suara asing mulai terdengar.
"Si Zheng kau dengar itu...?" Yun Bingbing bertanya memastikan, Si Zheng hanya menganggukkan kepalanya sesekali menoleh kesegala arah, "Kau tahu, aku merasa kita harus menjauhi suara itu, jangan sampai kita bertemu dengan asal suara ini. "
Yun Bingbing mengerutkan dahinya tidak mengerti, Si Zheng mencari jalan menjauhi suara itu, siapa sangka saat suaranya mengecil dan mereka sampai di perbatasan hutan kematian sekelompok orang terlihat.
Mulut keduanya menganga dan memandang tidak percaya, dihadapan mereka, empat sosok yang mereka lihat di desa misterius muncul disana dengan hewan -hewan yang terlihat seperti di cerita kuno.
Mereka terlihat sedang berkonflik dengan sosok yang memiliki sepasang tanduk dan sayap serta ekor yang terlihat runcing, Si Zheng dan Yun Bingbing memgenali sosok itu dari ciri -cirinya.
Itu demon! Sosok yang menyebabkan era kekacauan terjadi beberapa ratus tahun lalu kini ada dihadapan mereka dengan empat sosok misterius yang terasa familiar jika diperhatikan.
Tak lama mereka mulai bertarung, dilihat dari jumlah bangsa demon unggul delapan orang, jumlah demon disana dua belas! Satu dari empat sosok yang mereka kemali sebagai Li Jie, Fei Si, Xuan Gu, dan Bai Li menghadapi masing -masing tiga demon.
Mereka menutupi kekurangan mereka dengan hewan mereka, seekor phoenix, naga hitam, kura -kura bersisik ular, dan harimau putih. Pertarungan mereka sangat menakjubkan jika dilihat dari sisi pandang Si Zheng dan Yun Bingbing.
Jelas bagi mereka bahwa keempat sosok itu setidaknya berada di ranah Ascension atau ranah jalan menuju dewa. Sangat menakjubkan tapi entah bagaimana keduannya merasakan firasat buruk.
Itu terbukti ketika mereka ingin pergi tubuh mereka terasa seperti di tahan oleh sesuatu membuat keduannya menghela nafas pasrah dan akhirnya berdiam melihat pertempuran dahsyat di hadapan keduannya.
Cukup lama hingga akhirnya keempat sosok tersebut memenangkan pertempuran, nafas Si Zheng dan Yun Bingbing tertahan saat mereka dipandang intens oleh keempat sosok tersebut, keempatnya memandang sejenak sebelum menghilang di ruang hampa.
__ADS_1
Dari langit tempat keempatnya menghilang terlihat dua pasang mata menatap tajam kearah Si Zheng dan Yun Bingbing, kesadaran keduannya menghilang setelah beberapa saat.
Saat keduannya terbangun rasa dingin menjalar di tubuh keduanya dan mereka berada ditumpukkan salju putih, "Tunggu, jangan bilang kita terlempar ke kerajaan es. " Si Zheng menatap tak percaya.
Mulut Yun Bingbing menganga dan dia mulai melihat sekeliling, "Maaf, tapi ini kerajaan es, ini hutan di dekat istana kerajaan... " ucapnya, Si Zheng terlihat marah "Argh.. Masa kita mulai perjalanan di tempat lebih jauh, dan sekarang kita harus berjalan ke kerajaan api lagi.. " dia berucap frustasi, menahan dirinya untuk tidak menangis, dia yakin dewa takdir punya dendam pada dirinya.
Yun Bingbing tidak terlihat lebih baik, justru dia lebih tertekan karena perjalanannya ke sekte 1001 malam harus diulang kembali, mengetahui hal ini dia hampir saja terisak. Sama seperti Si Zheng, Yun Bingbing bertanya dalam hati apakah dia punya kesalahan dengan dewa takdir?
Dan setelah keduanya cukup tenang mereka kembali melangkah, kini tujuan keduanya adalah kerajaan api, sebelum itu keduannya memohon maaf kepada dewa takdir jika memiliki salah atau dosa dan memohon agar tidak di kerjai lagi.
.
Bai Hu dan Fei Lingling sampai ke depan pintu makam kuno, keduannya saling berpandangan sejenak sebelum melangkah dengan ragu memasuki makam tersebut.
Di sebuah bilik ketika keduannya memeriksa, sebuah kerangka mayat terlihat tersusun rapi, keduanya tak berani lama melihat, mereka segera berbalik dan mencari jalan lain, syok terlihat samar di wajah keduanya.
Saat mereka sampai semakin masuk ke dalam,bau amis tercium perlahan langkah mereka terhenti saat keduanya merasa tanah yang mereka pijak sedikit becek.
Terlihat di bawah, cairan kemerahan mengalir perlahan dari sebuah ruangan, dengan ragu keduanya memasuki ruangan tersebut, terlihat banyak harimau -harimau menggigit mayat manusia dan beberapa siluman lain.
Harimau tersebut memandang terkejut ke arah Bai Hu, mereka mengaum dan diikuti oleh berbagai suara di bilik lainnya, seketika makam kuno yang tenang tadi mulai bergoncang hebat dengan suara auman para harimau.
__ADS_1
Mereka berkumpul dan tertunduk di hadapan Bai Hu, membuat Bai Hu terlonjak kaget dan terdiam tak bisa berkata -kata. Bai Hu terlonjak saat berbalik melihat anak harimau menggigit ekornya pelan.
Dia mengangkat anak harimau itu dalam gendongannya. Harimau yang lain mendekatinya dan mulai bermanja -manja pada Bai Hu, membuat Fei Lingling perlahan tersingkir karena banyaknya harimau yang mulai mendekati Bai Hu.
Bai Hu memandangi Fei Lingling yang nampak sebal dengan perlakuan para harimau. Dari belakang sesosok tangan menggenggam bahu Bai Hu membuatnya berbalik.
Sesosok arwah tipis memandanginya tersenyum dengan mata nanar, "Kamu.. " sosok tersebut menunjukkan jarinya menutup mulut Bai Hu, "Akhirnya kau kesini, aku tidak perlu mengajarimu dengan cara aneh -aneh. " sosok tersebut tertawa sebelum sorot matanya menjadi serius.
"Dan siapa gadis itu?!" suaranya menggema membuat Bai Hu ingin melangkah mundur jika saja tangan sosok tersebut tidak menahan di bahunya, dia terlihat gelagapan melihat sosok tersebut marah dengan alasan tidak jelas.
.
Xuan Wu dan Jie Si Chang sudah berpisah cukup lama setelah keduanya terhanyut dalam buaian permainan ilusi seruling yang dimainkan oleh Jie Si Chang.
Xuan Wu menceramahi Jie Si Chang cukup lama karena membuatnya mengingat hal paling menyesalkan selama hidupnya, setelahnya dia pamit dan melanjutkan perjalanan ke kerajaan es meninggalkan Jie Si Chang hanya tertawa miris.
Dia melangkahkan kakinya menuju ke kerajaan petir, "Ah.. Si'er... Kita akan segera bertemu lagi... Sedih juga mengingat kejadian kisah hidup kita... "dia tersenyum di sela ucapannya walau matanya mengandung kesedihan mendalam.
"Aku akan menghapus kesalahan yang kuperbuat saat itu. "
Tbc~
__ADS_1
Like ya!
Dan jaga kesehatan kalian masing -masing ya!