
Si Feixiang dan Xiao Chen mulai melangkah meninggalkan hutan tersebut setelah Si Feixiang cukup merasa puas untuk tanaman obat yang ia ambil, mereka berjalan pelan membuat para pengawal yang bersembunyi menatap mereka heran.
"mohon maaf pangeran Xiao dan putri Fei, bisakan kalian berjalan cepat, jika selama ini hamba takut kalian berdua akan terlambat. " ucap seorang penjaga yang memberanikan diri. Xiao Chen tersenyum miring, "Baiklah kuharap kalian bisa mengikuti kecepatan kami. "
Ucapan Xiao Chen membuat tanda tanya dari para pengawal, beberapa saat mereka terdiam hingga sadar bahwa Xiao Chen maupun Si Feixiang menghilang dengan cepat, kecepatan macam apa? Semua pengawal segera mengejar mereka berdua dengan kecepatan penuh.
Empat jam terhitung sejak mereka berlari dengan ilmu meringankan tubuh tanpa hambatan berarti, Si Feixiang dan Xiao Chen memutuskan untuk beristirahat di desa terdekat karena para pengawal mereka sudah sangat kelelahan.
"Hah, padahal aku berlari dengan lambat tapi mereka berlari lebih lambat dan sudah kelelahan.. " gumam Si Feixiang kecil yang masih dapat di dengar samar, seketika itu Xiao Chen dan para pengawal batuk darah saat mendengarnya.
Mereka semua termenung lama setelah sampai di desa tersebut, desa tersebut bernama lautan api, karena laut yang ada di sekitar desa tersebut berwarna kemerahan dan sangat panas bahkan jika itu besi didiamkan disana beberapa hari akan meleleh.
Si Feixiang mengajak mereka ke sebuah tempat yang cukup rindang untuk beristirahat, ia segera melompat keatas pohon dan bersender santai di dahannya, Xiao Chen sekarang berfikir bahwa Si Feixiang memiliki hobi memanjat pohon.
Xiao Chen bersandar dibawah pohon sedangkan Para pengawalnya mulai berpencar, ada yang mencari makan, mencari informasi di desa ini dan ada pula yang berkeliling di sekitar sana.
Mengapa mereka santai? Karena desa lautan api tersebut merupakan perbatasan yang paling dekat dengan kerajaan petir daripada yang dilalui oleh rombongan kerajaan tadi pagi, dan mereka yakin dengan kecepatan seperti tadi mereka dapat sampai ke kerajaan petir lebih cepat daripada rombongan kerajaan tadi.
Si Feixiang mengeluarkan buku berbahasa Inggris yang ia pinjam dari perpustakaan kemarin, tapi bahkan setelah penjaga perpus itu melihat buku yang dipegang Si Feixiang ia segera memberikan buku tersebut dengan gratis dan tidak perlu dikembalikan karena buku itu hanya akan menjadi pajangan disana.
'untuk menjadi kuat di dunia ini kau perlu memiliki keterampilan dan bakat, tapi kesampingkan tentang hal tersebut karena sebenarnya yang paling penting adalah niat, ketekunan, dan hati yang murni. '
'pertama jika kalian membaca buku ini, kuharap kalian memiliki elemen api karena aku sendiri memiliki elemen api sehingga nantinya dengan buku ini kuharap bisa membuka wawasan kalian dan ada beberapa teknik yang akan kuberikan pada kalian. '
__ADS_1
Si Feixiang terlarut dalam dunianya sendiri, mencoba memahami setiap jurus yang ada dalam buku tersebut dan seketika membuatnya takjub karena jurus tersebut sangat kuat.
Si Feixiang menghentikan kegiatan membacanya saat salah seorang pengawal mereka berlari dengan panik, "Nona Si Feixiang, beberapa warga disini mengidap penyakit aneh terutama mereka yang tinggal di area kumuh. "
Si Feixiang turun dari pohon dan meminta pengawal tersebut membawanya kepada warga yang terkena penyakit, sebenarnya pengawal itu ingin melihat kebenaran tentang tuan putrinya yang ia dengar dari mereka pengawal kerajaan petir, ia akan sangat senang jika putri yang ia hormati benar -benar bukan seorang sampah seperti yang ia ketahui ia sangat bersyukur dan ia merasa takdir mendukungnya saat melihat warga yang terkena penyakit aneh disana.
Pengawal tersebut membawanya ke sebuah ruangan pengobatan disana banyak warga yang demam dengan ruam merah disekujur tubuhnya, para warga yang mengenali sosoknya langsung membungkuk hormat, sangat sulit menemukan warga yang tidak menghormati Si Feixiang di kerajaan api walaupun ia terkenal sebagai sampah.
Si Feixiang sekali lagi ingin menangis dalam hatinya 'Astaga itu hanyalah demam berdarah bahkan di kehidupanku dulu orang bodohpun bisa menyembuhkannya dan aku si dokter hebat jenius ini bahkan bisa mengobatinya dengan tutup mata.'
Si Feixiang menyuruh mereka berdiri, dia mengambil beberapa obat yang ada di tas tabib disana tanpa permisi, semua yang disana menatap heran kearah Si Feixiang. Mengabaikan tatapan heran, Si Feixiang mulai menumbuk obat tersebut dan bergegas merebusnya.
"Berikan ini pada warga, ini dapat menyembuhkan penyakit mereka, dan ini oleskan di badan mereka sehingga mereka tidak merasa gatal berlebih. "
"Terima kasih putri!" para warga tampak bahagia melihat penyakit yang mengancam desa mereka berhasil disembuhkan, Si Feixiang mengangguk ia memberikan saran tentang menjaga lingkungan dari nyamuk dan di dengarkan serius oleh warga, mereka takjub dengan kecerdasan tuan putri mereka yang terkenal sampah dan tidak tahu apa -apa.
Diakhir penjelasan Si Feixiang meminta agar tidak memberi tahu kejadian ini ke orang luar bahkan anggota kerajaan sekalipun ia meminta agar menyebut dirinya the mysterious doctor, warga desa yang bingung dengan nama yang aneh tersebutpun hanya mengangguk. Mengetahui penyakit di desa tersebut, anggota kerajaan yang tidak tahu siapa yang menyembuhkan penyakit tersebut tetapi menceritakan kisah 'the mysterious doctor' ke seluruh negrinya.
.
Hari mulai menjadi sore dan Si Feixiang dan Xiao Chen memutuskan melanjutkan perjalanan mereka, para warga mengantar mereka dengan bahagia dan menambah rasa hormat.
Mereka berjalan biasa hingga cukup jauh barulah mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka dengan kecepatan di luar nalar manusia biasa.
__ADS_1
Si Feixiang yang berlari pelan menghentikan langkahnya yang membuat seluruh rombongannya ikut berhenti "Mari kita tolong rombongan saudagar itu. " ucapnya sambil menunjuk ke suatu arah, Xiao Chen dan para pengawal memperhatikan hingga matanya menyipit sebelum mereka bisa melihat rombongan saudagar yang dimaksud Si Feixiang. "Penglihatan yang mengerikan.. " pikir mereka semua memandang takjub Si Feixiang.
Mereka semua lalu bergegas kearah rombongan saudagar yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka, Xiao Chen dan para pengawal mulai menyerang para perampok tersebut, tentu melihat serangan yang tiba - tiba itu membuat para perampok tidak siap.
Ketua perampok tersebut terlihat berfikir mencari cara keluar, hingga ia memiliki pikiran untuk menyerang Si Feixiang yang nampak menonton saja, segera ketua kelompok itu mengarahkan pisaunnya ke arah Si Feixiang dan melesat dengan cepat. "Fei, awas!" teriak Xiao Chen panik.
Si Feixiang menatap datar, "payah, beraninya membuli yang lemah. " Si Feixiang mengeluarkan pedangnya dan mulai bertukar jurus dengan ketua perampok tersebut, 10 jurus, 20 jurus hingga 100 jurus membuat wajah ketua rampok itu menjadi hitam dan ia mulai serius.
Si Feixiang mulai kesusahan setelah ketua perampok tersebut menjadi serius, sedangkan Xiao Chen dan para pengawalnya masih berurusan dengan para perampok yang semakin banyak.
Si Feixiang yang mulai marah mengeluarkan elemen api di tangannya membentuk bola api yang ia lemparkan kearah ketua tampil tersebut namun berhasil dihindari dan hanya membakar bajunya saja.
Saat itu juga ketua rampok itu berputar dan berhasil menggores pipi Si Feixiang, wajah Si Feixiang menghitam melihat pipinya berdarah, Yuan Sheng yang sebenarnya mengawasi mereka dari tadi mulai terlihat marah.
"Argh.. Yuan Sheng! Bunuh dia dan buat jiwanya disiksa di neraka dan tidak bisa berrainkernasi!" marah Si Feixiang, seketika langit menghitam, Yuan Sheng mengangkat jarinya keatas dan petir menyambar ketua rampok tersebut.
Xiao Chen dan para pengawal memandang takut kearah Si Feixiang yang terlihat murka itu, Si Feixiang melirik anggota perampokan tersebut tanpa sadar jarinya bergerak membuat sebuah pedang yang bergerak buas memburu para perampok tersebut.
Beberapa saat ia mengeluarkan cahaya kemerahan dari tangannya dan meletakkan di pipinya, seketika luka dipipinya menghilang, ia menghela napas sebelum tubuhnya melemas dan langsung ditangkap oleh Xiao Chen.
Tbc~
. 'Jangan lupa like nya ya ^^
__ADS_1