
Si Feixiang yang sedang menuju desa tempat wabah penyakit paling parah berhenti di sebuah kota kecil yang menarik perhatiannya, kota itu memiliki bendera -bendera dengan lambang seperti kerajaan.
Ada lonceng- lonceng berbunyi dan tempat berdoa seperti kuil -kuil berdiri hampir di sepanjang jalan, dan batu -batu terbuat dari kristal tersebar sebagai lampu -lampu jalan.
Seorang kakek tua dengan bertopang pada tongkatnya berjalan menuju Si Feixiang, mata tuanya berkedip dan tangannya menangkup memberi salam, "Aura ini, anda di berkati dewa Yuan, anda orang yang terlahir dengan takdir besar!"
Si Feixiang yang mendengarnya memiringkan kepalanya dan tampak berfikir, dia menoleh dan memandangi Yuan Sheng yang sepertinya mencoba menahan diri untuk berteriak dan menghancurkan kota ini.
"apa yang kakek maksud dengan auraku? Dan mengapa itu berhubungan dengan dewa Yuan?" tanyanya membuat kakek tua itu mengangkat tongkatnya dan menggunakannya untuk mengetuk pelan kepala Si Feixiang.
Kakek tua itu tersenyum tipis, matanya yang nampak terpejam kini sedikit terbuka, membuat Si Feixiang melihat bahwa kakek itu memiliki dua warna mata, satu adalah hitam dan yang lainnya berwarna putih ke abu -abuan.
.
Ada sebuah cerita turun -temurun di kota ini, kota ini awalnya adalah ibu kota sebuah kerajaan kuno, ada sebuah keluarga bangsawan yang memiliki darah kerajaan dan menjadi perdana mentri di kerajaan tersebut.
Suatu ketika, tibalah sebuah keluarga kecil, seorang istri dari perdana mentri saat itu sudah melahirkan tiga anak, tapi semuanya perempuan, begitu pula para selir, hal itu membuat hati perdana mentri gundah.
Istri perdana mentri hamil setelah sekian lama setelah melahirkan anak ketiganya, perdana mentri memohon pada dewa -dewa untuk memberinya seorang anak laki -laki kali ini.
Saat itu seorang peramal di bulan ke lima kehamilan istrinya mengatakan bahwa anak yang di kandung adalah anak kembar dan kemungkinan besar adalah laki -laki, hal itu membuat perdana mentri begitu senang.
__ADS_1
Di kehamilan sembilan bulan, saat tiba waktunya mrlahirkan, terjadi sebuah kejadian aneh, tak peduli sekuat apa usaha sang ibu, dia tidak bisa mengeluarkan anak kedua dalam kandungannya.
Dengan bersikeras mempertahankan anak yang masih ada dalam kandungannya, anak yang sudah lahir di beri nama Yuan Gu Feng. Peramal kemudian di minta menerawang keanehan pada istri perdana mentri di hari itu juga.
Peramal mengatakan bahwa anak yang masih dalam kandungan istri perdana mentri akan memiliki takdir besar dan menjadi dewa, sedangkan dia melihat bahwa Yuan Gu Feng akan membuat bencana besar.
Perdana mentri percaya pada ramalan tentang anak yang belum lahir, dia sangat senang mendengarnya, tapi tentang Yuan Gu Feng dia tidak percaya, dia bahkan menghukum cambuk sang peramal.
Bulan berlalu, akhirnya setahun kehamilan istri perdana mentri dan akhirnya anaknya terlahir, mereka memberinya nama Yuan Zhi Shen, tapi karena namanya terkesan membawa bahaya, perdana mentri memelesetkan namanya menjadi Yuan Zhi Sheng.
Yuan Zhi Sheng tumbuh sebagai anak yang cerdas, ia sudah bisa berbicara bahkan ketika dia belum berusia satu tahun walaupun saat itu dia masih belum lancar, dia cepat belajar, bahkan ketika dia belajar menulis dia hanya belajar 2-3 hari dan dia sudah bisa menulis dengan tulisan yang sangat indah.
Yuan Zhi Sheng juga bisa bermain banyak alat musik, fisiknya di atas rata -rata dari pada anak pada umumnya, dia bahkan bisa melawan pembunuh bayaran yang mencoba membunuhnya.
Sejak saat itu banyak warga yang mulai menyembah Yuan Zhi Sheng sebagai dewa dan mulai berdoa padanya, meskipun dia merasa risih tapi dia pada akhirnya hanya bisa pasrah melihat mata pemujaan mereka.
Yuan Zhi Shi tumbuh dengan mencolok, bukan hanya bakatnya tapi juga penampilannya, dia memiliki rambut putih alami sejak ia lahir, membuat para warga semakin yakin bahwa Yuan Zhi Sheng adalah inkarnasi dewa.
Tanpa di sadari perbedaan perlakuan Yuan Zhi Sheng dan sang kembaran, Yuan Gu Feng membuat Yuan Gu Feng penuh amarah dan iri hati, tak peduli berapa kali dia menahan diri dia selalu saja merasa iri pada kembaranya.
Suatu ketika Yuan Zhi Sheng bermimpi bahwa kembaranya membuat petaka besar bagi kerajaan, dia kemudian menceritakan mimpinya pada sang ayah, membuat ayahnya mengingat lagi ramalan sang peramal.
__ADS_1
Yuan Gu Feng yang mendengarnya tak terima dan berkata bahwa Yuan Zhi Sheng tidak suka padanya, dia ingin seluruh atensi hanya pada dirinya, padahal kembarannya itu sudah di puja bagai dewa, bahkan oleh kaisar sekalipun.
Perdana mentri yang ragu pun memutuskan menyuruh kedua anaknya pergi mengembara, dengan sedikit kecewa Yuan Zhi Sheng berkelana dan membuat namanya mulai terdengar hampir di seluruh benua.
Yuan Zhi Sheng juga menjadi salah satu pendukung berdirinya sekte 1001 malam, meskipun dia tidak masuk sekte, tapi sahabatnya adalah sang pendiri sekte tersebut, itu membuat sekte baru tersebut mendapat banyak perhatian.
Berbeda dengan dirinya Yuan Gu Feng lebih menyebarkan pengaruhnya di kerajaannya saja, dia melatih bakatnya, bahkan dia sampai tersesat dan menjadi salah satu anak buah iblis, dia mulai menghasut warga di kerajaan itu untuk berhenti memuja kembaranya dan beralih memuja iblis.
Setelah beberapa tahun pengaruh Yuan Zhi Sheng menyusut di kerajaan tersebut, mereka malah memuja iblis dan Yuan Gu Feng, hal ini membuat perdana mentri merasa ada yang salah.
Dan ternyata benar, beberapa tahun berlalu lagi, saat usia Yuan Gu Feng berusia 24 tahun, dia mulai membuat kekacauan, dengan pasukan iblis, dia membasmi kaisar dan keturunannya, memperbudak warganya dan mulai mengadu dombakan kerajaan tetangga.
Yuan Zhi Sheng yang mendengar hal itu lantas kembali ke kerajaannya, dia dengan kekuatan luar biasa menghancurkan pasukan iblis dan membunuh kembarannya, dia mulai mengatur kembali kerajaan itu, dan memperbaiki politik adu domba yang terjadi di sana.
Dia kemudian menyerahkan kembali kepemimpinan kerajaan pada anak kaisar yang berhasil selamat, setelah kejadian ini Yuan Zhi Sheng kembali di sembah sebagai dewa dan mereka menjadi lebih setia, bahkan lebih setia dari pada setia pada kaisar.
Kemudian tak lama, Yuan Zhi Sheng benar -benar naik menjadi dewa setelah melewati petir kesengsaraan, dia di kenal lagi sebagai dewa takdir, Yuan Sheng.
Seluruh warga kerajaan yang selamat selalu menceritakan pada keturunannya, bahkan sampai saat ini Yuan Zhi Sheng yang dikenal sebagai dewa Yuan Sheng masih di kenal oleh kerajaan yang kini hanya menjadi kota di kerajaan kayu.
Dan mengenai aura, setiap seseorang yang doanya di kabulkan Yuan Sheng memiliki semacam bayangan agung kabur, begitulah kakek tua itu mengenali aura dewa Yuannya dari aura agung yang nampak pekat pada Si Feixiang.
__ADS_1
Tbc~