
Dalam ruangan yang gelap gulita, Si Feixiang menatap sekelilingnya, "Dimana ini?.. " tak ada jawaban, hanya ada angin kencang yang berhembus membalasnya, suara permainan seruling itu sekali lagi terdengar di indra pendengarannya.
'Yisheng, aku janji akan melindungimu... '
'Yisheng lihat! Aku dipuji guru musik karena permainan serulingku. '
'Aku akan membuat lagu tentang dirimu, aku janji. '
'.... '
' Apakah sekarang kita musuh?'
'Oh lihat! Dokter terkenal Yisheng?'
'Bagaimana jika kita mari bersama? Itu tidak terlalu buruk bukan?'
'aku... Menyayangimu... '
Air mata Si Feixiang sekali lagi keluar tanpa ia inginkan, putaran memori -memori yang ia lupakan sejak menjadi pembunuh bayaran kini berputar jelas di kepalanya, rasa sakit menjalar dihatinya, "Gu She Si... '
Si Feixiang terjatuh mengingat semua kenangannya, dia sebagai Si Yisheng dan Gu She Si bukanlah seorang teman bukan pula seorang musuh, mereka berdua menginginkan nyawa masing -masing, mereka saling berusaha untuk membunuh tapi mereka tidak benar -benar melakukannya.
Mereka bertemu saat kecil di panti asuhan, Si Feixiang yang mengalami kejadian menyakitkan ketika melihat kedua orang tuannya mati tepat di hadapannya dan Gu She Si yang menjadi korban broken home, ibunya bunuh diri di depan matanya, ayahnya menjadi pemabuk dan sering menyiksanya.
Keduanya dengan masa lalu yang suram menjadi teman dekat, mereka tumbuh bersama saling menyayangi dalam diam, alasan mengapa rasa rasional dan empati mereka tidak benar -benar lenyap.
Seiring waktu berjalan Si Feixiang menjadi dokter terkenal juga pembunuh bayaran nomor satu sedangkan Gu She Si menjadi penjahat dan pembunuh bayaran yang menjadi saingannya.
__ADS_1
Si Feixiang memegang dadanya, rasa sakit membuatnya meremas kuat, air matanya keluar membasahi pipinya, pandangannya kosong, dalam dirinya jiwanya saling bertengkar.
.
Si Feixiang membuka matanya, ia bangkit untuk duduk, tangannya mengusap matanya yang terasa berat, ia melihat sekitar, "bukankah tadi aku ada di belakang kediaman, sejak kapan aku tidur di kamar?"
Saat ia bingung dalam pikirannya, Xiao Chen datang menghampirinya membawa nampan berisi makanan dan Air minun, "Makanlah kau tertidur sampai melupakan makan siangmu. Aku heran, para pelayan bilang kau lagi di belakang kediaman, saat aku kesana kau tidak ada, aku mencariku dan menemukanmu tidur dikamar sambil menangis. "
Si Feixiang menggaruk lehernya, ia sendiri juga bingung bagaimana ia bisa berada di dalam kamar ini jika bukan Xiao Chen yang memindahkannya, apakah itu pria misterius tadi?
Ia menggeleng kecil, ia mengambil mangkok makanan dan mulai menyantapnya, Xiao Chen meletakkan nampan di atas meja dekat kasur dan duduk di atas kasur, matanya memandangi Si Feixiang dengan kebingungan.
Si Feixiang memakan makanannya pelan, ia masih memikirkan mengapa ingatan tentang Gu She Si muncul dalam mimpinya, mengapa wajah dan permainan seruling pria misterius itu terasa sangat familiar? Ada apa sebenarnya?
Setelah Si Feixiang selesai makan, ia bersama Xiao Chen pergi ke pulau khusus Xiao Xhen yang berada di tengah danau, Si Feixiang berlari -lari kecil menikmati aroma bunga persik yang terasa segar.
Mereka berdua fokus pada kegiatan masing -masing, mereka akan memasuki sekte 1001 malam satu setengah tahun lagi, tentu saja syarat memasuki sekte 1001 malam adalah dengan usia setidaknya 15 tahun sedangkan usia Si Feixiang baru 13 tahun lebih, sedangkan Xiao Chen ingin masuk sekte bersama Si Feixiang.
.
Sekte 1001 malam..
"patriak yakin akan meletakkan buku itu di perpustakaan lantai tiga?" seorang pria yang terlihat berusia 30 tahunan dengan luka cakar di mata kirinya bertanya sambil membungkukkan badanya di depan seorang pria sepuh.
"Tentu saja, aku tidak bisa terus menjadi penjaga buku itu, buku itu perlu mencari penjaga yang baru, tetua pertama. " pria sepuh itu menjawab sambil mengelus jenggot panjangnya, mendengar jawaban pria sepuh itu pria muda yang bertanya hanya memandang heran.
"Baiklah, terserah patriak saja, dan mengenai Si Feixiang dengan Xiao Chen, apa patriak yakin untuk mengajarkan mereka sebelum naik menjadi dewa?" tanyanya lagi, kini ia mulai melupakan etiket dan berbicara seperti mereka memiliki hubungan yang dekat.
__ADS_1
"tentu saja aku akan membimbing mereka ber ena-tujuh! Kata dewa Yuan Sheng, mereka akan bertujuh, sayang sekali Jie Si Chang tidak menjadi salah satu diantaranya. " pria itu nampak sendu tetapi tetap memasang senyum tipisnya.
Pria muda itu memandang pria sepuh di hadapannya sebentar, ia tersenyum kecil sebelum berbalik dan berlalu begitu saja tanpa pamit pada sang pria sepuh yang kini hanya bisa menghela nafasnya berat.
"Kuharap mereka seperti yang dikatakan dewa Yuan Sheng... " dia berucap sambil mengingat sosok Yuan Sheng, dewa takdir yang sedang bertugas orang -orang yang akan menjadi dewa.
Pria sepuh itu bertemu Yuan Sheng di gerbang menuju dewa, suatu keajaiban, itu pertama kalinya ia merasa terlalu lemah sejak sekian lama, membuatnya tidak terlalu percaya diri melangkah menjadi dewa.
Jauh dari tempat pria sepuh itu, di salah satu tempat asrama murid inti sekte 1001 malam, Bai Hu berbaring di kasurnya dengan tidak nyaman, ia berguling -guling dan akhirnya jatuh dari ranjangnya.
Ia mengumpat dan menyumpah serapahi kasurnya sebelum berlalu mengambil jubah berbulunya dan mengenakannya sebelum keluar dari kamar asramanya, emosinya benar -banar aneh akhir -akhir ini tidak seperti dirinya yang biasanya.
Semua yang nenemuinya memberi salam tapi tidak ia jawab seperti biasanya, membuat orang -orang disana berfikir bahwa Bai Hu sedang dalam kondisi buruk. Ia bahkan tidak sadar mengeluarkan telinga dan ekor harimaunya.
Bai Hu memang bukanlah seperti manusia pada umumnya, patriak menemukan Bai Hu saat masih bayi berada dalam pelukan seekor harimau yang sekarat, patriak yang kasihan membawa Bai Hu pergi dari harimau yang sekarat itu.
Tak pernah ia pikirkan saat Bai Hu berusia lima tahun, ia pernah dijahili temannya membuatnya marah dan mengamuk dan ia berubah menjadi sosok setengah harimau, sejak saat itu tak ada yang berani membuatnya marah.
Hanya saja asal usul Bai Hu sangat tidak jelas, namanya saja diberikan sesuai kalung yang digunakan Bai Hu saat ditemukan oleh patriak, sekte 1001 malam yang terkenal karena pintar mencari informasi pun tak bisa menemukan petunjuk, selain bahwa marga Bai adakah klan kuno yang punah ribuan tahun yang lalu.
Bai Hu berjalan menuju hutan yang ada di dekat sektenya, ia berhenti sesaat sebelum seekor harimau berlari kearahnya dan memeluknya, Bai Hu mengelus kepala harimau itu sebelum ia menaikinya dan harimau itu berlari semakin dalam ke tengah hutan.
"Ibu.. "
Bai Hu segera turun dari tunggangan harimau itu dan berlari memeluk batu nisan yang ada jauh di dalam hutan, air matanya turun dan ia berdiam disana selama seharian.
Tbc ~
__ADS_1
Jangan lupa di like ya ^^