
Si Zheng dan Yun Bingbing memandang serius ke arah langit yang menggelap, angin kencang berhembus dari barat bersamaan dengan suara gaduh para warga desa yang berbondong -bondong memasuki rumah.
Suara petir menggelegar bersamaan turunnya sosok berwujud naga berwarna hitam dari atas langit, mulutnya terbuka menampakkan gigi - gigi runcingnya, bersamaan dengan seluruh tubuhnya terlihat empat orang sosok muncul dari ruang hampa.
"Blackie tenanglah, ini aku. " sesosok lelaki berambut hitam panjang menyuarkan suaranya, dari belakangnya sosok gadis cantik dengan rambut merahnya memegang bahu lelaki itu memberi kekuatan.
"Li Jie, tenanglah kita akan menyelamatkan Blackie. " gadis itu berucap dan dianggukan oleh dua sosok lainya, sosok yang dipanggil Li Jie menghela nafasnya, "Baiklah Fei Si, Xuan Gu, dan Bai Li mohon bantuan kalian!"
Setelah ia berucap mereka berempat berpencar ke empat penjuru mengelilingi naga hitam tersebut, naga tersebut melepaskan serangan membabi buta ke berbagai arah.
Dari tangan gadis bernama Fei Si, burung api kemerahan muncul, burung tersebut terbang dengan cepat dan menahan serangan naga hitam tersebut yang tersasar ke arah desa, Xuan Gu melepaskan mantra tangan membuat desa tersebut Dikelilingi cahaya yang membentuk tempurung kura -kura.
Saat pelindung selesai di buat burung api tersebut kembali pada gadis berambut merah itu. Dia bersender di bahunya memandang nanar ke arah sang naga.
Keempat sosok kultivator tersebut membuat mantra tangan bersamaan, dari diri mereka cahaya silau mulai nampak, cahaya tersebut menjadi sulur -sulur yang perlahan melilit sang naga.
Ledakkan cahaya membutakan mata tercipta, beberapa saat nampak naga tersebut jatuh tak jauh di luar desa, sosok Li Jie melesat cepat ke arah naga tersebut dan mengelus lembut kepala naga.
Sosok naga hitam itu menyusut, naga tersebut mulai bergerak, kali ini dia mengelus -eluskan kepalanya di tubuh Li Jie dan tidak lagi melepaskan serangan. Mereka berempat kemudian menghilang bersama naga tersebut.
Nafas Si Zheng dan Yun Bingbing tertahan melihat penampakan tersebut, "Ada apa ini sebenarnya?" mereka merasa kebingungan saat kembali melihat keatas, sosok seperti mata memandang tajam keduanya.
Kesadaran Si Zheng dan Yun Bingbing hilang, keduanya pingsan tak sadarkan diri entah karena alasan apa, yang jelas setelah ini perjalanan mereka berdua seakan tak pernah berhenti.
__ADS_1
.
Si Feixiang membeli beberapa tanaman obat bersama Xiao Chen, keduanya menjadi lebih dekat akhir -akhir ini. Si Feixiang pun sudah mulai terbiasa hidup di zaman kuno ini walaupun dia sesekali merindukan kenikmatan dunia modern.
Si Feixiang menjadi cukup terkenal di kerajaan petir karena ilmu pengobatannya yang tidak pernah dipikirkan oleh tabib maupun alkemis ternama, tak segan terkadang beberapa tabib dan alkemis meminta pengarahan padanya.
Sebenarnya itu tidak susah mengingat sebagian besar penyakit yang ditemuinya menjadi penyakit dasar di zaman modern seperti demam berdarah, cacar, kista, dan sebagainya.
Si Feixiang juga merasa senang karena di zaman ini cukup banyak tanaman obat langka di zamannya, jika mengingat kebanyakan tanaman obat ini telah musnah di zamannya sehingga pembuatan obat seringkali menggunakan bahan kimia dan buatan.
Menghela nafasnya dia melangkah kembali ke istana memimpin jalan, sedang Xiao Chen mengikuti dibelakangnya dengan kefua tangan dipenuhi oleh kantong belanjaan besar berisi ratusan jenis tanaman obat.
Kini di usia Si Feixiang yang ke empat belas tingkat kultivasinya telah memasuki Golden Core tingkat 2 sedangkan Xiao Chen berada di ranah Golden Core tingkat 9, jika di bandingkan dengan Si Feixiang tingkat kemajuan Xiao Chen sedikit di bawahnya.
Saat memasuki istana para penjaga memberi hormat seperti biasa dan sudah terbiasa melihat pangeran mereka terlihat seperti pembantu Si Feixiang, kadang mereka heran dengan pangeran mereka yang sebenarnya pemalas mau melakukan apa yang disuruh Si Feixiang.
Xiao Chen menghela nafasnya dan mulai membantu Si Feixiang menyusun tanaman obat tersebut di tempat khusus.
.
Kakak ketiga Si Feixiang, Si Xiang Hua duduk di depan meja riasnya, memandang wajahnya dengan datar. "Menyebalkan. " dia mengepalkan tangannya, teringat beberapa bulan lalu dia meracuni adiknya tetapi keberuntungan besar membuat adiknya yang seharusnya sudah mati hidup kembali.
Rencananya gagal total, dia tidak percaya pangeran Xiao Chen yang ia idolakan memilih adiknya, dia meracuni adiknya supaya bisa menggantikan tempatnya untuk menjadi tunangan Xiao Chen.
__ADS_1
Siapa sangka disaat Si Feixiang dinyatakan mati dia justru kembali hidup, membuat rencana Si Xiang Hua gagal total. Menggeram, Si Xiang Hua memukul meja riasnya.
Pandangannya menjadi datar dan dingin, "Kenapa? Kenapa selalu Feixiang yang mendapatkan kebahagiaan?!" dia berteriak dan mulai memukul -mukul kepalanya.
Dari belakang sesosok bayangan hitam menyeringai, dia mengelilingi Si Xiang His, "Karena dia sudah mengambil kebahagiaan dirimu seharusnya membunuhnya, bunuhlah sebelum dia mengambil lebih dari saat ini. " sosok itu cekikikan tangannya mencengkram kuat kepala Si Xiang Hua.
"Bekerja samalah denganku, biarkan aku membantumu membunuh Si Feixiang itu dan biarkan aku memakan jiwamu dan menggunakan ragamu, xixixi.. "
Mulutnya terbuka menarik jiwa Si Xiang Hua dari raganya dan memakannya, membuat tubuhnya terjatuh di tanah, "Xixi, rasa kebencian dan iri hati gadis ini sangat enak. " dia berucap sebelum masuk menembus raga Si Xiang Hua.
Mata Si Xiang Hua terbuka menampakkan pandangan kosong tanpa adanya semangat kehidupan, sosok itu tersenyum sinis sebelum melangkah keluar dari kediaman Si Xiang Hua.
.
Bai Hu tiba di sebuah desa siluman atas arahan warga desa yang di tolongnya, dia memakai jubah bertudung menutupi wajahnya dan dia melangkah memasuki desa tersebut.
Banyak siluman yang ia lihat disana, entah berwujud hewan ataupun setengah manusia. Dia pergi ke sebuah bar minuman dan duduk tenang, setelah memesan minuman dia duduk dan mulai menguping pembicaraan para siluman.
Kebanyakan dari mereka membahas seseorang yang di panggil putri Ling dan sebagian lagi membahas tentang makam klan harimau yang menampakkan goncangan beberapa waktu ini.
Bai Hu mendengarkan dengan tenang sesekali meminum arak pesanannya, dia terlalu fokus mendengarkan hingga tidak menyadari sesosok gadis bercadar duduk di sebelahnya memandang penuh makna ke arah Bai Hu.
Bai Hu terus mendengarkan dengan sesekali menyesap araknya, dia tidak menyadari telinga dan ekor harimaunya muncul dan membuat gadis bercadar di sebelahnya memandang antusias.
__ADS_1
Tbc ~
Jangan lupa di like ya! Saya membutuhkan dukungan untuk lebih sering menulis ^^