
Sebuah kota terlihat dalam bayang -bayang, tempat itu tidak terlalu besar tapi yang pasti itu terlihat lebih besar daripada desa, Si Feixiang mempercepat langkahnya memasuki lingkungan kota.
Kota itu begitu sepi dan sunyi, jalanan kotor di penuhi sampah dan beberapa gerobak jajanan di biarkan membusuk di sepanjang jalan, beberapa tabib terlihat berlalu lalang, tapi wajah semua tabib tampak tak enak di pandang.
Anak -anak yang seharusnya terlihat bermain dengan riang kini terlihat berbaring lemah di jalan dengan tubuh kekurangan gizi, lansia yang seharusnya beristirahat menikmati hari tua bolak -balik melihat keturunannya, pemuda -pemuda yang harusnya gagah kini tampak menyedihkan.
Si Feixiang melirik, melihat beberapa tubuh orang -orang di penuhi ruam merah, beberapa memiliki kerusakan kulit dan beberapa memegangi perutnya merintih kesakitan, sebagai dokter jenius abad 25 dia langsung mengenali sebagian besar penyakit tersebut.
Dia menyadari kehadirannya begitu menarik perhatian, Si Feixiang memakai hanfu merah putihdengan motif kupu -kupu, rambutnya yang biasanya ia gerai kini diikat ekor kuda dan dia memakai topeng menutupi wajahnya berbentuk seperti rubah, dia juga memiliki pedang panjang tersarung di punggungnya.
Si Feixiang menghampiri sesosok gadis kecil tanpa basa-basi, dia lantas memeriksa suku gadis tersebut dan memeriksa denyut nadinya, Si Feixiang mengeluarkan beberapa herbal umum seperti echinacea,kunyit dan beras angkak.
Dia menggunakan apinya untuk mengeringkan semua herbal, dia kemudian mengambil cangkir kecil dari cincin penyimpanannya dan menyeduh herbal tersebut dengan air yang dipanaskan langsung oleh apinya.
Si Feixiang tanpa ragu mulai meminumkan seduhan itu pada gadis tersebut, sungguh ajaib gadis itu berangsur pulih dan bisa bangkit dari posisi berbaringnya meski butuh beberapa waktu.
"Terima kasih kakak tabib, boleh kutahu nama kakak?" tanya gadis tersebut.
"Kamu bisa memanggilku Mysterious Doctor." Si Feixiang menjawab setelah agak lama berfikir.
"Maysterous Drocktror?"
"Mysterious Doctor. "
__ADS_1
"Maysterius Docktror?"
"Sigh, panggil saja aku dokter misterius. "
"Baik, dokter misterius!"
Si Feixiang menghela nafas, dia ingin mengutuk jika saja sosok di depannya bukan seorang gadis kecil, lagipula ini salahnya juga untuk sok keren menggunakan bahasa Inggris pada gadis yang sama sekali tidak mengerti apa itu bahasa Inggris, ah... Maksudnya semua orang disana bahkan tidak tahu bahasa itu.
Si Feixiang kemudian berpindah pada orang lain, menyembuhkannya dan pindah ke orang lain lagi lalu dia menyembuhkannya dan itu terus berulang untuk kesekian kali, Si Feixiang berhenti menghitung banyaknya orang yang dia sembuhkan setelah memasuki angka 20 an.
Tentunya kegiatan itu menarik perhatian orang -orang, mereka yang menderita sakit tidak lagi menunggu di datangi dan memilih mendatangi Si Feixiang dengan inisiatif sendiri, para tabib juga tertarik, bagaimanapun adalah kodrat yang wajar apabila para tabib tersebut ingin memperluas wawasan pengobatan mereka dengan orang yang lebih tinggi ilmunya.
Dahi Si Feixiang mengerut dan majahnya di balik topeng sudah mulai menggelap, hatinya terasa sakit dan harga dirinya sebagai dokter jenius terasa di hancurkan secara paksa dengan menyembuhkan orang -orang disana.
Namun saat ini ..... Dia menyembuhkan penyakit demam berdarah, diare, cacar, alergi, radang, sembelit, asam urat, dan penyakit - penyakit lain yang umum di masanya, penyakit yang seharusnya tidak pernah ia repot untuk urusin.
Si Feixiang pada akhirnya hanya bisa diam dan mengutuk dalam hatinya, setidaknya dia berfikir mungkin penyakit ini adalah hal yang langka dan termasuk penyakit kelas atas, Si Feixiang tidak bisa membayangkan penyakit mengerikan di zamannya muncul di sini.
Bahkan sejauh ini penyakit terparah adalah kakek tua yang menderita TBC, sungguh tak terbayang jika satu saja virus mematikan muncul di sini, betapa menakutkan itu di pikir.
Si Feixiang memerlukan waktu tiga hari untuk dapat menyembuhkan semua orang yang ada di kota tersebut, Si Feixiang akhirnya bisa bernafas legal setelahnya, dia menjadi cukup dekat dengan warga di kota itu.
Di hari setelah Si Feixiang datang, para warga yang sudah sembuh dan beristirahat serta para tabib mulai membersihkan kota dan memperbaiki situasi kota yang bisa di katakan sedikit kumuh.
__ADS_1
Pemuda - pemuda kultivator yang ada di sana mulai berburu beberapa hewan dan gadis - gadis memasak, warga disanapun bisa makan dengan nyaman setelah sekian lama.
Dan puncaknya adalah ketika Si Feixiang telah selesai menyembuhkan para warga, meski kota tersebut belum benar - benar bisa dikatakan bersih setidaknya itu lebih baik daripada ketika Si Feixiang datang.
Si Feixiang berdiri di depan gerbang kota dengan para warga mengiringnya, "Dokter misterius, kau yakin akan pergi sekarang?" tanya seorang yang di ketahui Si Feixiang sebagai walikota.
"tentu saja, masih banyak kota yang bernasib seperti kalian, bagaimanapun aku sudah berjanji pada Mu Feicui untuk mengatasi wahah penyakit ini. "
"dokter hebat sepertimu memang memiliki tanggung jawab besar, serahkan kesehatan kota ini pada kami, dokter misterius bisa menjalani tugas dengan tenang. " salah satu tabib berbicara dan di angguki oleh tabib lainnya.
"Kalau begitu saya akan pergi, selamat tinggal dan... Sampai jumpa. " Si Feixiang berucap dan berbalik pergi, rasanya begitu singkat ia berada di kota ini, tapi Si Feixiang tahu bahwa ini bukan waktunya bermalasan, dia harus menangani wabah ini dan masalah para monster yang merajalela.
"Hati -hati, dokter misterius! Terima kasih atas segalanya!"
Dalam kejauhan Si Feixiang masih bisa sedikit mendengar teriakkan dari kota, Si Feixiang sempat menghentikan langkahnya dan mencengkram ulu hatinya, "Rasanya hangat, kapan terakhir kali ada yang mengatakan hati - hati padaku dan kapan terakhir kali seseorang berucap terima kasih setulus ini padaku?"
Si Feixiang tersenyum tipis di balik topengnya, tapi itu tidak bisa menutupi air mata yang mulai mengalir menetes membasahi pipinya, dia berfikir tidak terlalu buruk untuk harga dirinya hancur.
Di masa modern, pekerjaannya adalah hubungan bisnis, Si Feixiang mengobati dan mereka membayar mahal, banyak pasiennya dulu tidak pernah berterima kasih karena bagi mereka itu impas dengan membayar mahal Si Feixiang.
'Entah mengapa ini terasa lebih baik daripada saat dulu. '
Dan mulailah hati dingin mantan pembunuh bayaran ini yang katanya tidak memiliki perasaan secara perlahan mulai membangkitkan kembali perasaan itu, benar cinta, kasih sayang, ketulusan, kepedulian, kebahagiaan sederhana ini mulai kembali mengisi hati kosongnya.
__ADS_1
Tbc~