First Love - End

First Love - End
Telepon Bencana


__ADS_3

Pagi ini langit teduh. Cuaca juga sejuk. Aku melangkahkan kaki dengan semangat untuk berangkat kerja. Seperti biasa aku harus naik oplet 2xsambung dengan jurusan berbeda.


Pekerjaan hari ini juga kuselesaikan dengan baik. Tak butuh waktu lama aku seakan melupakan sejenak masalah kami.


Namun tiba-tiba telepon berdering siang itu. Bang Mus dan Bang Pao sedang mengantar Penawaran ke Dinas Pendidikan. Sedang kak Anti tidak masuk kerja sebab kurang sehat. Sendiri aku di kantor ini. Akupun mengangkat telepon dengan segera...


"Hallo, selamat siang!"


"Hallo, selamat siang Ryna. Ini kakak Jeje dari kantor Leo. Apakah Ryna sudah dapat kabar Leo?"


"Kabar apa kak? Aku tak mengerti. Semalam kami berjumpa baik-baik saja!" jawabku ringan.


"Kalian jumpa? Dimana?" tanyanya aneh.


"Kakak pingin tau aja, di Gereja kak semalam, sepulang latihan koor, bang Leo jemput!" sahutku menerangkan.


"Hhhmm..dia jujur nggak sama Ryna?" tanyanya lagi


"Jujur tentang apa sih?" sahutku pura-pura tak ngeh maksud pertanyaannya untukku. Sebab aku kurang suka membahas urusan pribadi dengan orang yang belum kukenal.

__ADS_1


"Leo belum bilang kalau dia punya pacar di kantor?"


"Hah.. -jawabku kaget- nggak ada tuh kak. Emang benar dia punya pacar disana? Kok kakak semangat sekali menceritakan tentang hal ini padaku, jangan-jangan kakak pacarnya ya...!" candaku padanya.


"Ih.. kalau iya emang kamu nggak cemburu Ryna?" tanyanya kembali.


Aku terdiam seketika. Senjata makan tuan. Candaanku malah menyerang ku. Aku berusaha menata gejolak di hatiku.


"Ryna...kamu masih disana?" tanya kak Jeje


"Ya kak, masih..tapi kenapa kakak mau sama Bang Leo, padahal kakak sudah tau dia punya pacar yaitu aku?" tanyaku penasaran


"Ya..gimana ya dek. Kami disini kan tinggal di mess, jadi tiap hari jumpa dan melakukan pekerjaan bersama, lama-lama jujur saja kakak jadi suka sama Leo, dan Leo juga menanggapi hubungan kami dengan baik layaknya pacar!" sahutnya memberi pembenaran.


"Ih...kamu gimana sih Ryn..masak nggak ada cemburu sama sekali, kamu benar sayang nggak sih sama Leo..baru ini aku jumpa dengan cewek yang tenang aja dengar pacarnya selingkuh!" sambarnya cepat


"Gimana ya kak, bagiku pacaran itu urusan memegang komitmen dengan serius. Jika akhirnya bang Leo tidak bisa menepati janji untuk setia hanya pada 1 pacar, maka aku ikhlas melepas. Laki-laki bukan hanya dia seorang kan!" jawabku lagi


"Kakak jadi penasaran deh kenal kamu, bisa kita bertemu, kakak juga nggak mau begini, soalnya terakhir kakak tanya ke Leo kalian sedang ada masalah dan break!" jawabnya

__ADS_1


"Hah...break..istilah dari mana pulak itu. Nggak ada dalam kamusku break kakak, jalan ya jalan, putus ya putus. Tapi kami belum ada kata putus. Baiklah..kalau begitu dimana dan kapan kita bertemu?" tanyaku cepat


"Oke dek, besok kan libur, kita jumpa di Toko Roti Ratu di Jl. A.Yani jam 09.00wib, oke. Kakak besok pake blazer warna kuning!" jawabnya menjelaskan


Alamak..pikirku..blazer kuning, akupun tersenyum mendengarnya.


"Oke kak..!" jawabku menyetujui.


Kamipun mengakhiri pembicaraan telepon. Aku bersyukur di kantor hanya ada aku seorang. Air mataku seketika mengalir membasahi pipi. Sakit sekali mendengar informasi ini. Meski belum tentu benar tapi aku cukup terpukul dan sangat sedih.


Kenapa Leo tega mengatakan kami Break??


Pertemuan terakhir kami sepertinya tak ada isyarat ke situ. Walau memang kepulangan Leo tidak seperti biasa, tapi itu kuanggap dia mengambil waktu untuk merenungkan pembicaraan kami.


Aku terduduk lemas.


Sekonyong-konyong aku mendengar suara motor teman kantorku dan aku buru-buru ke toilet untuk membersihkan wajahku.


Hidup harus terus berjalan.

__ADS_1


Kita lihat saja apa yang akan kudapat dari pertemuan kami.


Aku melanjutkan pekerjaanku dengan sikap seperti tak terjadi apa-apa.


__ADS_2