First Love - End

First Love - End
Besuk Leo


__ADS_3

Sudah setengah jam aku di ruang ICU ini.


Tangan bang Leo masih di tanganku. Namun makin lemah. Barangkali sebab obat-obat yang masuk ke tubuhnya, dia tertidur.


Aku harus gantian dengan bang Polan yang menunggu di luar. Lalu akupun menggenggam tangan bang Leo serta mulai mendoakannya. Sambil menangis aku memohon pada Tuhan, agar Dia menjamah tubuh bang Leo dan menyembuhkannya.


Setelah Amin, akupun meletakkan kembali tangan bang Leo dan beranjak menuju pintu keluar.


Alangkah terkejut aku saat membuka pintu, ada Namboru yang langsung memelukku.


"Terimakasih Ryna.. kamu mau datang besuk Leo, Namboru sudah marah sama dia karna masalah kalian, jadi jangan kau marah lagi ya inang, bantulah Leo supaya sembuh..datanglah lagi besok. Kau tau Ryn, selama kau di dalam, alat kontrol jantung Leo menunjukkan tanda yang sangat baik, sampai-sampai dokter bertanya, siapa yang menjaga Leo sekarang? Kami jawab pacarnya..hehe!" jawab Namboru panjang lebar


Aku terdiam. Senyum sedikit.


"Aku hanya diminta bang Polan besuk bang Leo Namboru, aku juga tak tau bang Leo sakit, jadi aku datang untuk mengunjungi. Jika kedatanganku memberi kebaikan ke bang Leo, syukurlah, aku usahakan besok datang lagi, Namboru." jawabku lagi


Akhirnya aku pulang diantar bang Polan.


Sepanjang jalan aku hanya terdiam.


Sedih membayangkan kondisi bang Leo tadi.


"Tuh kan dek, Abang nggak salah kan, si Leo itu kangen samamu, makanya dia makin sehat setelah jumpa kau dek!" bang Polan mulai komentar


"Syukurlah bang, kalau begitu. Tapi seperti kata Abang tadi, ini hanya kunjungan kemanusiaan saja!" pungkasku

__ADS_1


Bang Polan hanya terdiam.


Sampai di rumah, bang Polan berjanji besok akan menjemput ku lagi.


Malam ini aku tidur dengan bayangan bang Leo di ruang ICU😭


------


Esok sore bang Polan kembali menjemputku untuk besuk ke rumah sakit. Aku kembali masuk ke ruangan bang Leo dan kulihat dia langsung tersenyum menyambutku. Sedikit mengangkat kedua tangannya, seakan minta dipeluk, dengan segan aku menyambut tangannya dan memberikan pelukan ringan.


Hatiku bergetar.


Ya Tuhan..ada apa ini. Kenapa hatiku masih bergetar jika memeluknya. Bukankah bisa hanya pelukan sahabat?? Tapi ini..???


Dengan cepat aku melepaskan pelukan itu dan menanyakan kabarnya.


"Maafkan Abang!" katanya


"Untuk apa?" tanyaku


"Abang salah sama adek?" sahutnya terbata-bata


"Sudahlah bang, sekarang istirahat saja, biar lekas pulih!" jawabku lagi


Aku kembali mengelus lembut tangannya, dan sebentar kemudian dia tertidur.

__ADS_1


Aku kembali mendoakannya dan berharap dia lekas sembuh.


Selepas doa, aku keluar ruangan dan kembali mendapati Namboru di ruang tunggu.


"Ryna, terimakasih ya. Leo nggak jadi dirujuk ke Jakarta, 2 hari ini perkembangan jantungnya baik dan dia semakin lekas sehat ini kata dokter, kalau begini terus, sepertinya lusa bisa dipindahkan ke ruang rawat inap!" sahut Namboru lagi.


Akupun mengangguk senang.


Lalu permisi pulang dan berjanji besok akan datang lagi.


Malam ini aku bisa tidur lebih tenang.


-----


Hari ke 3 aku bezuk bang Leo, kondisinya makin baik. Bang Leo mengucapkan terimakasih sebab berkat kehadiranku dia makin pulih.


Aku candai dia dengan mengatakan bahwa "Abang memang laki-laki yang kuat, makanya lekas sembuh!" diapun tersenyum.


Selepas mendoakannya, aku bertekad besok tak datang lagi. Bang Leo sudah makin sehat. Besok sudah dipindah ke ruang rawat.


Aku pulang dengan senyum manis dan meninggalkannya juga sedang tersenyum setelah mengucap terimakasih.


Tugasku selesai😌


Kusampaikan ke bang Polan agar besok tak usah menjemputku lagi sebab sudah bisa dipindah ke ruang rawat inap. Berarti akan segera sembuh dan bisa segera pulang.

__ADS_1


Bang Polan hanya terdiam dan mengangguk.


__ADS_2