
Pagi ini sebenarnya aku ada seleksi Tim Pesparawi dari gereja kami. Aku salah satu calon yang akan menjalani tes suara untuk memilih Calon Peserta yang akan mewakili Kota kami.
Karna seleksi di Kantor Agama pukul 11.00wib, aku putuskan memenuhi janjiku untuk bertemu dengan kak Jeje di tempat yang kami setujui.
Sesampai di tujuan, aku masuk dan belum melihat orang pake blazer kuning..aku putuskan untuk menunggu. Aku memang terbiasa datang tepat waktu, tuntutan pekerjaanku memang mendidik disiplin waktu yang ketat. Akupun memesan minuman sembari menunggu. Berbagai macam masalah memenuhi pikiranku.
Apa benar..?
Beraninya dia!
Ceweknya juga ganjen!
dan banyak kemungkinan-kemungkinan muncul dan membuatku sedikit kesal menunggu. Namun aku berusaha tetap tenang, sebab itulah kelebihan ku. Masalah-masalah kehidupan dan keluarga sedikit-banyak membentukku menjadi pribadi yang kuat dan harus bisa tenang agar dapat berpikir jernih dan mengambil sikap yang tepat.
Saat aku termenung, aku melihat ke pintu dan terlihat ada pengunjung yang akan masuk. Benar saja..seorang perempuan dengan blazer kuning dan rok span yang....lumayan pendek menurutku, datang mendekat. Aku sengaja berdiri menyambutnya dan kamipun bersalaman.
"Maaf ya dek, kakak telat, tadi habis jemput berkas ke kantor pusat!" katanya menjelaskan
__ADS_1
"Tak apa kak, telat sebentar kok!" sambil tersenyum aku menjawab
"Kita langsung aja ya dek. Kakak ngaku kalau kakak suka dengan Leo, tapi saat kakak tau Leo sudah punya pacar kakak mundur. Nah sebulan ini Leo kakak lihat agak kacau..katanya kalian sudah jarang jumpa dan terakhir kemarin malam dia ngajak ke diskotik dan minum cukup banyak, suntuk katanya, trus dia bilang deh kamu marah dan minta putus, gitu. Lalu kakak bilang aja kalau gitu kita bisa pacaran dong.. dan dia mengangguk!" diapun menjelaskan
Aku terkejut mendengarnya.
Apakah pembicaraanku tidak disimak Leo dengan baik??
Bisa-bisanya dia mengatakan aku minta putus, padahal aku hanya menegaskan komitmen kami.
Kuberanikan bertanya.."Sudah seberapa jauh hubungan kakak dan bang Leo?"
"Trus..umur kakak berapa sekarang?" tanyaku
" 27 tahun..!" sahutnya cepat
"Ya sudahlah kak, kalau begitu kakak ambil saja bang Leo,kalian memang pasangan yang cocok, bang Leo tahun ini 29 tahun..kalian sangat cocok!" jawabku tenang
__ADS_1
"Aduh..kok kamu bisa tenang begini Ryna? Kemarin di telp aku tuh nggak percaya kalau kamu bisa setenang itu menjawab, aku penasaran mau jumpa langsung..ternyata kamu juga aslinya tenang begini!" jawabnya bingung memperhatikanku.
"Emang aku ya begini orangnya kak. Aku masih 23 tahun, masih panjang perjalananku..kalaupun harus putus cinta bisa cari yang lain toh!" sahutku dengan senyum.
"Nggak bisa gini dek, kita harus suruh Leo memilih, kamu atau kakak!"
"Nggak usah suruh milih kak, enak di dia dong, emang kita barang, pake dipilih-pilih segala, pokoknya aku ikhlas deh, buat kakak saja!" jawabku lagi
"Kakak akan bicara dengannya, kalau ternyata kalian memang belum putus berarti dia bohongi kita berdua..dasar!" katanya lagi dengan raut jengkal atau pura-pura jengkel.
Kamipun mengakhiri pertemuan setelah bicara selama kurang lebih sejam sambil menikmati minuman yang kami pesan.
Akupun akhirnya memilih membatalkan ikut seleksi Pesparawi di Kantor Agama sebab tidak konsentrasi lagi. Aku berjalan tak tentu arah. Sepanjang jalan aku mengingat-ingat kebersamaan kami selama 3 tahun ini.
Lebih banyak yang manis..dan aku sebentar-sebentar tersenyum dan sesekali bersedih mengingat semua yang baru terjadi.
Akhirnya setelah lelah berjalan, akupun pulang ke rumah.
__ADS_1
Langit mendung tiba-tiba, semendung hatiku saat ini. Ah..kok aku jadi lebay sih ni😆😁