First Love - End

First Love - End
Kerja Baru


__ADS_3

Aku sebenarnya masih ingin istirahat bekerja. Mungkin agak 3 bulan. Namun salah seorang teman naposoku menawarkan pekerjaan di perusahaan tempatnya bekerja baru sebulan aku istirahat.


Bu Bos nya punya Toko Keramik sekaligus sanggar senam, maka aku ditempatkan sebagai Kasir di sana.


Setelah berdiskusi dengan mamak, akhirnya aku terima pekerjaan itu dengan syarat, aku benar-benar siap untuk bekerja kembali. Jangan setengah hati sebab resikonya besar karna Kasir.


Sebulan pertama aku bekerja dengan gembira. Kegiatan di toko lumayan sibuk begitupun Sanggar Senam yang baru dibuka di lantai 2 ruko ini.


Selain kasir Toko, merangkap juga kasir Sanggar. Hal ini membuatku sibuk namun senang.


Sesekali aku juga diajak belanja Baju Senam ke mall langganan Bosku.


Stok baju senam juga menambah pekerjaanku namun tak masalah bagiku sebab aku senang melakukannya.


Suatu hari, Bosku mengajakku keluar.


Selama perjalanan Bosku menceritakan tentang penderitaannya selama ini.


Bahwa suaminya memiliki wanita lain, dan sedihnya wanita itu yang diakuinya sebagai istri di Perusahaan tempat dia mengerjakan proyek. Suami Bosku adalah Kontraktor pada Perusahaan Minyak di kota kami.


Karyawan yang biasa ikut ke Perusahaan minyak sudah tau semua tingkah suami Bosku ini, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Aku terpana.


Hatiku kembali sakit.


Luka yang sedikit demi sedikit kubalut kembali terasa perihnya.


Betapa mahal harga kesetiaan.


Bosku pun menyembur-nyemburkan sesuatu di mobil suaminya. Memang kami keluar dengan memakai mobil suaminya. Lalu Bosku berkata, dia terpaksa ke orang pintar agar perempuan itu menjauh dari Pak Bos dan tak betah di mobil ini.


Miris..


Dan aku lagi-lagi kena getahnya jadi tempat curhat istri-istri bos yang tidak setia.


Sepulang dari menemani Bosku melakukan "ritual mengusir pelakor" , aku kembali ke toko. Hari ini sepi. Aku duduk sendiri di meja kerjaku. Penjaga toko duduk di depan sambil menjaga pajangan keramik dan lain-lain.


Tiba-tiba temanku pemasok keramik datang.


Teman SMEA ku dulu. Anak Perdagangan.


Akupun bercakap-cakap dengannya dan iseng menanyakan apa ada lowongan kerja di perusahaannya. Koko tertawa..masak baru kerja beberapa bulan disini dah mau resign, katanya. Akupun tersenyum dan bilang coba-coba cari pengalaman saja.

__ADS_1


Sepulang temanku dari Toko, Susi, penjaga toko datang ke mejaku. Dia berkata beberapa hari ini tiap sore ada laki-laki di seberang jalan yang sering melihat ke toko, tapi nggak berani datang. Aku heran, siapa dia ya. Aku merasa tak ada teman di daerah ini.


Akhirnya sebab penasaran, aku melihat ke depan toko dan terkejut mendapati bang Leo di seberang jalan sedang berbincang dengan temannya.


"itu kak, abang-abang yang tinggi itu, yang lagi merokok!" terang Susi.


Cepat-cepat aku kembali ke ruangan ku dan menutup pintu.


Bagaimana dia bisa tau toko tempatku bekerja. Pasti dia memata-mataiku selama ini. Trus apa dia tak bekerja lagi, tampilannya kulihat lecek banget, nggak seperti biasa.


Ya Tuhan, pikirku, ada apa lagi ini....?


Sehabis jam kerja, aku kembali melirik ke seberang jalan, sudah tidak ada dia disana. Lalu aku buru-buru menaiki oplet yang menuju ke Termjnal agar bisa menyambung lagi ke tujuan rumahku.


Aku merasa tak nyaman.


Mau apa lagi dia mencariku diam-diam.


Dari mana dia tau aku kerja di sana?


Belum tuntas masalah Bosku, datang lagi masalah ini. Untung saja aku lekas tau, agar aku bisa mecari jalan keluar. Aku sudah putuskan berpisah, takkan ada kata kembali apapun alasannya☹️

__ADS_1


__ADS_2