First Love - End

First Love - End
Kencan Pertama


__ADS_3

Perjalanan waktu tak dapat kita sangkakan.


Setelah beberapa kali Leo menjemputku dari kantor dan mengantar pulang, akhirnya diapun memberanikan diri untuk singgah ke rumah.


Kami bercerita sambil sesekali tertawa mengingat hal-hal lucu yang sempat terekam dalam ingatan selama beberapa hari ini.


Leo pun mengajakku keluar untuk mencari jajanan sambil menikmati suasana malam di kota kami.


Akupun menyanggupi setelah permisi pada abangku dan adek-adekku.


Leo termasuk anak orang berada. Sesekali dia membawa mobil orangtuanya saat menjemputku. Termasuk hari ini. Jadi, kami bisa menikmati suasana malam dengan lebih rileks sebab dapat mengobrol sepanjang perjalanan.


Setelah lelah berputar-putar kota, kamipun singgah untuk makan malam di sebuah warung bakso. Kami memesan sesuai selera kami masing-masing. Lalu kami melanjutkan obrolan sambil menanti pesanan kami datang.


Setelah selesai makan, kamipun beranjak dari warung tersebut dan Leo membawa mobilnya ke arah rumahku.

__ADS_1


"Ryna..terimakasih ya untuk malam ini, karna kamu mau menemani aku jalan-jalan!" Leo memulai percakapan.


"Sama-sama bang, harusnya aku yang berterimakasih pada Abang, soalnya beberapa hari ini Abang sudah repot menjemputku sepulang kantor dan malam ini pake acara ngajak jalan keluar segala!" jawabku tersipu.


Leo pun tersenyum senang.


"Abang senang kok Ryn..sebab kamu enak diajak ngobrolnya, aku nggak pernah bosan kalo sudah ngobrol sama kamu!" Leo melanjutkan.


"Ah..gombal Abang ni bah...!" jawabku tertawa mendengar gombalan khas ala anak muda era 80-an😆


"Oke lah dek, Abang pulang dulu ya, mungkin besok Abang nggak bisa jemput, sebab Abang ada tugas kuliah yang harus diantar ke kampus!" lanjut Leo


"Ya udah, hati-hati besok ya dek!"


Aku mengangguk meyakinkannya.

__ADS_1


Leo pun pulang ke rumahnya.


Kalau kulihat pertemanan kami, sebenarnya lucu juga sih. Sebab aku yang seorang pekerja jadi dekat sama anak kuliahan. Namun aku tak terlalu ambil pusing. Selama kami merasa sama-sama cocok, tentu tak jadi masalah meski Leo masih kuliah.


Aku juga berharap kuliahnya dapat segera selesai. Kudengar dari Abang sepupuku Fayo bahwa Leo sebenarnya tidak mau kuliah. Tapi karna semua teman-temannya kuliah, diapun ikut-ikutan mengambil jurusan yang dipilih oleh bang Fayo, sebab mereka memang sudah dekat dari sejak SMA.


Kuliah jurusan hukum sebenarnya tidak terlalu sulit jika dijalani oleh orang yang menyukainya, tapi akan sangat berbeda bagi Leo. Jurusan itu tidak pernah ada dalam rencana atau cita-citanya, namun dia tetap jalani. Di awal semua lancar saja, namun semakin menjelang semester akhir, saat harus mempersiapkan tugas Skripsi..semua makin terasa sulit. Bahkan belakangan dia makin malas untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Akupun memberinya semangat, agar bisa menyelesaikan tugas dan nantinya bisa membuat tugas akhir. Aku juga mengingatkannya untuk menghargai jerih-payah orangtua yang sudah membiayai semua uang kuliah dan *****-bengek keperluan di kampus. Bahkan aku selalu bilang Leo beruntung bisa kuliah, sebab aku tak bisa memaksakan diri kuliah di swasta saat tak lulus UMPTN karna mamakku tak sanggup membiayai jika harus di swasta.


Jika mendengar nasehatku, Leo seakan termotivasi kembali untuk melanjutkan kuliahnya dan menyelesaikan tugas-tugasnya. Bang Fayo bilang, sejak kenal aku, Leo banyak perubahan yang lebih baik.


Akupun bersyukur atas hal itu. Setidaknya pertemanan kami bisa memberi aura positif buat Leo, dan akupun merasa dia cukup baik untuk kujadikan teman dekat ke depannya.


Layakkah malam ini kukatakan ini "Kencan Pertama" kami??


Aku hanya tersenyum simpul menyadari pikiranku yang sedikit berlebihan. Tapi perasaan senang jika bertemu, seakan memberi semangat padaku untuk berharap ada pertemuan-pertemuan selanjutnya.

__ADS_1


Malam ini akupun tertidur dengan hati senang.


Kiranya esok pagi adalah hari yang indah😇


__ADS_2