
Semakin hari bang Leo semakin berani menampakkan dirinya. Entah apa maunya, tapi meski dia tak langsung mencariku, dia mengirim temannya -yang aku kenal- untuk memata-mataiku.
Aku semakin tidak nyaman.
Belum lagi Bosku tiap hari menangis bercerita padaku tentang kelakuan suaminya yang belum berubah, bahkan makin menggila🙃
Seperti pagi ini, aku dipanggil ke ruangannya. Aku tak tau ada apa, tapi sesampainya di depan ruangannya aku mengetuk pintu dan kudengar suara Bosku menyuruh masuk.
Akupun membuka pintu dan masuk serta menutup kembali pintu ruangan itu.
Aku mengedarkan pandangan mataku ke seluruh ruangan, cukup bagus dengan perabotan yang serba mewah dari kayu pilihan. Namun yang menyedihkan adalah Bosku yg kepalanya menunduk ke meja, saat dia mendongak yang kulihat adalah wajah kusut dan mata bengkak. Pasti habis menangis. Aku langsung bertanya..
"Ibu memanggil saya?" tanyaku
"Ya Ryna, hari ini saya kurang enak badan, kamu tolong ke bank sama supir ya, storkan uang ini!" jawabnya.
"Baik Bu, apakah ada yang lain lagi, kalau tidak ada saya permisi!" lanjutku
"Sudah, hanya itu saja!" jawabnya lagi.
Akupun segera beranjak dari sana menuju keluar dan melihat supir sudah stanbay di bawah. Kamipun langsung ke Bank menyetor uang dari Bosku.
Sepulang dari Bank, aku kembali ke Toko. Begitu sampai ke ruangan ku, aku langsung terduduk dan mengingat kondisi Bosku tadi.
__ADS_1
Aku sangat prihatin tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku heran menghadapi kenyataan kalau 2 bos ku di 2 tempat berbeda aku bekerja, berselingkuh. Kenapa saat mereka memiliki segalanya mereka menjadi tidak setia? Aku masih ingat cerita Bu Bosku yang lalu, bahwa saat mereka masih merangkak memulai bisnis, mereka bersama bersakit-sakit agar bisa mencapai kondisi seperti saat ini. Namun saat mereka sudah sukses dalam meningkatkan perekonomian, suami mereka juga "sukses" meningkatkan perselingkuhan..sangat tak adil bagi perempuan-perempuan ini😒
Tiba-tiba saat aku sedang melamun, hujan turun dengan derasnya...aku semakin larut dalam kenangan bersama bang Leo. Makin sedih mengingat penghianatannya😭
Hari itu hujan turun saat kami sedang berjalan-jalan di kota. Karna hujannya sangat lebat, meski pakai mobil tapi kaca jadi berkabut maka kami berhenti di bawah pohon pelindung di pinggir jalan. Kebetulan ada gitar di mobil bang Leo, jadilah kami mengisi waktu dengan bernyanyi..
🎵biarkanlah hujan turun
membasahi bumi..
atau bulan yang tiada berseri..oohh🎶
🎵namun jangan kau biarkan
tanpa engkau hidupku sepi🎶
🎵jangan biarkan aku seorang diri
diriku hanyalah untukmu sayang
jangan tinggalkan aku sepi sendiri
cintaku hanyalah untukku sayang🎶
__ADS_1
🎵cinta suci di hatiku tlah bersemi lagi
wajah suram berganti berseri ooohhh
kuharapkan kau selalu menyayangi daku
hanyalah kau pujaan hati..🎶
Setelah selesai menyanyikan lagu itu, bang Leopun langsung memelukku erat sambil berkata "Jika nanti ada masalah diantara kita, adek harus janji ingat lagu ini ya..!"
Saat itu aku hanya bilang "iya..iya..mellow amat sih!" pungkasku sambil tertawa senang.
Bang Leo memang selalu demikian. Tak begitu pandai merangkai kata-kata, tak perlu banyak menyampaikan isi hatinya, kadang hanya dengan genggaman tangan atau pelukan hangat dia nyatakan keinginannya dan rasa sayangnya. Justru aku yang sering lebih cuek dengan ungkapan perasaan atau apalah namanya, meski sebenarnya dalam hatiku terdalam akupun sangat menyayanginya.
Dimana ingatanmu tentang syair lagu itu bang, saat kau bersamanya...???
Kenapa harus mengingatkan aku untuk tetap ingat lagu itu, kalau sebenarnya kaulah yang tak bisa setia...😭😭😭
Aku sebenarnya benci menangis.
Aku bosan bersedih...
Tapi hujan ini mengingatkanku padamu bang😭😭😭
__ADS_1