First Love - End

First Love - End
Pindah Kerja Lagi


__ADS_3

Pagi ini aku baru sampai ke toko.


Baru saja aku duduk di ruanganku, lamat-lamat kudengar suara Koko di toko. Akupun keluar dan melihatnya sedang menurunkan keramik pesanan toko kami.


Setelah Susi mencek semua barang masuk, Koko pun bergegas ke ruanganku untuk melakukan pencairan Faktur yang dibawanya.


Sambil menghitung uang, tiba-tiba Koko bertanya


"Ryn..loe serius mau pindah kerja?"


"Iya Ko, gue nggak betah disini, Bos gue banyak amat masalah pribadinya, sementara gue aja punya segudang masalah yang harus gue pikirin, belum lagi tu laki-laki nggak sadar diri malah sering nongol di depan toko, sakit pala gue mikirinnya!" jelasku pada Koko.


Aku memang bercerita sedikit padanya kalau aku baru broken-heart, dan Koko temanku ini sudah seperti Abang bagiku. Meski dia dari etnis Tionghoa, tapi dia tak sama seperti teman-teman etnis nya yang hanya bergaul sesama mereka. Koko berbeda, dia salah satu teman dekat yang memberi perhatian pas di waktu dan sikon yang tepat. Jadi aku tak segan untuk bercerita apa masalahku padanya. Apalagi saat Bapak meninggal, hanya dia temanku etnis-nya yang melayat ke rumah kami bersama Guru Komputer ku. Kalau tak ingat banyak pelayat, rasanya aku ingin menangis di pelukannya saat itu, tapi aku tahan. Koko hanya menyalamiku erat dan mengatakan aku harus kuat. Koko tau betul kondisi prihatin keluarga kami. Itulah kenapa saat seperti ini aku bersyukur bertemu lagi dengannya.

__ADS_1


"Iya, gue ada teman punya Toko AC dan Elektronik, Accountingnya 1 orang bagian Piutang mau resign, elu mau nggak kerja di sana. Gue kenal sama Bosnya, orangnya baik kok, salary nya juga lumayan daripada disini gue rasa!" lanjutnya menjelaskan


"Yess...gue mau Ko, kapan gue bisa ke sana, tapi gue diajarin dulu ya, soalnya kan gue belum pernah bagian begituan!" pintaku


"Makanya kalau loe serius, Senin gue antar kesana, oke!" jawabnya lagi


"Oke bos!" sahutku bersemangat


Akupun menuju ke ruangan Bosku. Mengetuk pintu dan mendengar perintah masuk dari dalam.


"Siang Bu!" ujarku mengucap salam.


"Ada apa Ryna, pagi-pagi sudah ke ruangan saya, ada masalah di toko atau sanggar?"

__ADS_1


"Tidak Bu, semua baik-baik saja. Hanya saja saya mau permisi, sampai akhir Minggu ini saja saya bekerja, saya mau berhenti Bu!" jelasku


"Kok kamu tega ninggalin ibu saat ibu ada masalah begini, nggak bisa kamu pikirkan lagi Ryn, atau gaji kamu sedikit ya, apa kurang?" cecarnya padaku.


"Bukan masalah itu Bu, saya juga ada masalah pribadi yang harus diselesaikan, jadi saya nggak bisa lebih lama disini. Maka saya mau resign, saya mau cari suasana baru dan lingkungan baru Bu, yang pasti tidak di daerah sekitar sini." jelasku lagi


"Ya sudahlah, saya juga mau bilang apa. Kalau memang kamu tak nyaman disini, ya terserah kamu deh, sementara sampai akhir Minggu ini kamu ajarin dulu si Susi, biar ada yang handle uang sebelum ada pengganti kamu!" akhirnya Bosku menyerah.


"Baik bu, selama ini juga saya sudah sering mengajarkan Susi kok garis besar tugas di toko, sebab transaksi belum banyak, saya yakin Susi bisa handle sementara, orderan juga semua diantar supir kan Bu, jadi nggak pala repot!" jawabku lagi


"Oke, kalau begitu, Sabtu sebelum pulang kamu serah terima uang ke Susi dan temui saya ya!"


"Baik Bu, saya permisi!" akupun pamit.

__ADS_1


__ADS_2