First Love - End

First Love - End
Telepon Pertama


__ADS_3

Hari ini aku sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja. Sebagai seorang tenaga administrasi dan keuangan di salah satu kontraktor Dinas Pendidikan, banyak penawaran yang harus kami persiapkan untuk dimasukkan hari ini.


Setelah 2xsambung naik oplet, akhirnya aku sampai di depan rumah bosku. Kantor kami ada di belakang rumah beliau, jadi kami harus berjalan dari samping untuk sampai ke ruangan kantor.


Tiba di kantor, kami tak langsung bekerja. Sebab kami harus menyapu kantor terlebih dahulu agar kami nyaman bekerja. Ruangan kantor tidak besar, hanya ukuran 3x10 meter, dengan 4 meja kerja dan 2 komputer yang mengisi kantor tersebut. Ruangan bos ada di lantai atas. Akupun mulai mengerjakan beberapa berkas yang belum selesai semalam dan menyusunnya di meja setelah kuprint, agar nanti diperiksa oleh Bang Mus, senior kami di kantor ini.


Awalnya di kantor terdahulu, aku hanya sendiri perempuan, namun setelah kantor kami pindah ke belakang rumah Pak Bos,aku punya teman perempuan untuk membantu pekerjaan kami.


Saat tengah hari, adalah waktunya beristirahat. Ibu Bos selalu menyiapkan makanan untuk kami nikmati bersama. Di kantor, kami dianggap seperti anak2 mereka. Dan kami juga membiasakan makan bersama, agar makanan yg disiapkan di rantang cukup untuk kami semua.


Tiba-tiba telepon di ruangan kami berdering. Akupun beranjak mengangkat gagang telp dan menjawab..


"Selamat siang..


"ya dek, selamat siang!" sahut Abang sepupuku yg rupanya bertelepon.


"oh Abang, tumben telp, ada apa?" tanyaku

__ADS_1


"Ndak dek, cuma ngisi waktu, kan kau juga istirahat kan?" tanyanya


"iya bang..jawabku lagi


"dek, itu jawab Abang, si Leo, dia kirim salam balik untukmu!" Abang sepupuku melanjutkan


"hahaha.. masak sih..yang benar lah bang.. aku kan cuma iseng kemarin, habis kawan Abang lumayan manis!" jawabku lagi sambil senyum-senyum.


"oh ya dek,nanti sore pulang kerja kami jemput ya!" tawar Abang


"Nggak lah dek, Leo juga lagi nggak sibuk!" pungkas Abang ku lagi


"Boleh lah kalau begitu." jawabku cepat


Akhirnya pembicaraan kami di telepon berakhir dan kulihat kawan-kawan kerjaku sudah senyum-senyum memperhatikan wajahku yang juga tersenyum-senyum tanpa sadar...


"wah..lauknya habis Ryna!"..teriak mereka

__ADS_1


"yah..tak apalah bang, habis aku juga lama telp nya, jadi hilang deh selera makanku!" jawabku serius.


"cie...cie..yang dapat telp dari yayang ya, kayaknya ada yang mau dijemput tuh nanti sore!" teman-temanku pun beramai-ramai mengolok-olokku.


Aku hanya bisa menarik nafas tak karuan, sebab nggak tau juga mau respon apa. ini adalah pengalaman pertamaku akan jalan sama teman cowok. Dan tiba-tiba jantungku berdebar-debar tak karuan. Tak sabaran menunggu nanti sore.


Setengah sore itu kami jalani pekerjaan dengan candaan di sana-sini. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00wib. Kembali telepon berdering di kantorku, dan akupun mengangkat, benar saja, ternyata Abang sepupu ku dan Leo sudah menunggu di depan gerbang.


Dengan tersipu-sipu aku menemui mereka.


Setelah nego sana-sinj, akhirnya akupun naik ke boncengan Leo yang emang sengaja menjemputku, sebab Abang sepupuku ada urusan, katanya.


Kamipun melaju di jalan menuju pulang ke rumahku. Sepanjang perjalanan kami bercerita apa saja yang bisa kami ceritakan sambil menikmati langit sore yang berkilau. Semburat senja menyambut kami, saat sampai ke rumahku. Leo pun kutawari masuk, tapi dia menolak, lalu berkata besok akan menjemputku lagi dari kantor.


Akupun mengucapkan terimakasih padanya, dan Leo pun berlalu.


Lalu aku masuk ke rumah dan membersihkan diri agar bisa istirahat 💤

__ADS_1


__ADS_2