First Love - End

First Love - End
Semakin Dekat


__ADS_3

Hari ini, aku kembali mendapat telp saat istirahat makan siang. Leo mengatakan kalau urusannya semalam sudah beres dan aku akan dijemput sepulang kerja.


Akupun segera menyetujui.


Aku juga sudah pingin bertemu dengannya setelah semalam kami tidak berjumpa.


Aku mulai terbiasa ada di dekatnya.


Mulai nyaman dan selalu senang bila bersama. Apakah ini yang dinamakan First-Love??? entahlah..yang pasti aku merasa seperti perasaan tokoh-tokoh pada beberapa buku novel kesukaanku.


Dan Leo juga merasa demikian, katanyašŸ˜†


Bahkan setelah beberapa kali pertemuan kami, pembicaraannya mulai ke arah serius. Aku hanya tertawa menanggapinya.


Sambil tetap memberinya semangat untuk menyelesaikan kuliah segera, agar bisa melanjutkan pembicaraan ke arah yang lebih serius.


Saat Abang sepupuku Fayo telah menyelesaikan studinya, Leo tak juga beranjak ke arah yang lebih serius dalam penyelesaian skripsinya. Stak..dia nyerah.


Tanpa setahuku, Leo ternyata sudah melamar kerja di salah satu Developer perumahan di kota kami. Sebagai tenaga Security. Aku sebenarnya kurang setuju, sebab sangat disayangkan kuliah yang seharusnya bisa diselesaikan sebentar lagi namun tak dilanjutkan. Tapi seperti kata Bang Fayo, tak ada gunanya dipaksa, malah nanti Leo yang tersiksa sebab dari awalpun dia tidak bakat kuliah, hanya ikut-ikutan.


Kedekatan kami juga ditambah dengan keberanian Leo mengajakku ke rumah orang tuanya. Pada mereka Leo dengan gamblang katakan bahwa aku adalah kekasihnya.


Sangat lucu bukan..


Kami bahkan tak pernah mengucapkan kata sakti ILU seperti pasangan pada umumnya, tapi dia dengan yakin menganggap kami sebagai pasangan kekasih.

__ADS_1


Aku tak ambil pusing, selama kami nyaman ya lanjut. Apalagi orang tua Leo sangat ramah dan terbuka pada kehadiranku.


Mamak Leo berkata, dia sering menceritakan diriku pada keluarga mereka dan berkata mau serius maka Leo bekerja.


Memang salah satu pamannya yang adalah orangtua temanku, pernah menyampaikan, bahwa Orangtua Leo-keponakannya- sangat ingin Leo segera menikah karna umurnya yang sudah cukup dan kuliah yang stop tak lanjut. Tapi aku dengan tegas katakan, bahwa aku tak mau menikah sama pengangguran..


Jadi itulah sebabnya, Leo segera mencari pekerjaan apa saja asal bisa meyakinkanku.


No problem, bahkan jikapun hanya Security Developer aku tak keberatan, asal dilakukan dengan tulus dan giat bekerja.


Bagiku, apapun pekerjaan jika dilakukan dengan sepenuh hati akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Asal jangan bermalas-malasan saja.


Akupun jadi paham kenapa Namboru-sebutanku untuk mamak Leo- begitu bersemangat menceritakan hal itu.


Hal yang wajar jika orangtua berharap pada anaknya yang sudah cukup umur untuk segera menikah. Dan aku sampaikan ke Namboru, agar kami menyerahkan segala rencana pada Tuhan, sebab Leo juga baru masuk kerja, tentu harus menjalani masa training dulu, dinilai dulu kinerjanya, baru bisa jadi pegawai tetap. Dan semua butuh waktu.


Aku masih 21 tahun, masih sangat muda. Leo juga masih 26 tahun, masih banyak waktu mempersiapkan segala sesuatunya.


Intinya.. aku bahagia diterima dengan baik oleh keluarganya.. terkhusus memiliki tempat spesial di hati Leo selama ini.


Kunjungan ke rumah Leo pun berakhir. Sebab hari sudah malam, Leo mengantarku pulang. Setiap hari Minggu adalah ada mamak di rumah. Mamak selalu pulang setiap Sabtu Malam untuk beribadah di hari Minggu.


Leo pun mengobrol sebentar dengan mamak dan aku menyimak pembicaraan mereka.


Mamak juga bertanya tentang kuliahnya, dan dijawab apa adanya oleh Leo. Mamak sangat menyayangkan Leo tak menyelesaikan kuliah, namun setelah diterangkan panjang-lebar tentang ketidakmampuannya melanjutkan, Mamakpun mengerti.

__ADS_1


Leo pun pamit pulang setelah selesai mengobrol dengan mamak.


Aku melepasnya pergi dan kembali ke rumah serta mengobrol kembali dengan mamak.


"Kenapa nggak lanjut kuliahnya..sayang kali!" keluh Mamak padaku.


"Bagaimana lah lagi kita bilang Mak, aku juga sudah berusaha menyemangati, tapi tetap nya dia nggak sanggup, katanya!" jawabku


"Jadi apalah kerjanya sekarang?" tanya mamak


"Itualah, Security katanya di Developer perumahan!" jawabku sekenanya


"We tahe, sayang kali lah itu, masak anak kuliahan jadi Satpam!" kata mamakku spontan!"


Akupun tertawa miris.


"Janganlah gitu Mak, dipaksakan juga kalau tak kemauannya tak ada juga gunanya, biarlah dirasanya dulu yang bekerja itu, Namboru juga bilang Leo mau serius sama aku, kalau pengangguran aku kan tak maulah, makanya dia kerja apa saja!"


...dengan enggan mamak menjawab.. "Yang seriusnya kalian?" Ya sudahlah..tapi jangan terlalu serius juga, soalnya kau Ryna juga masih muda, belum harus menikah dalam waktu dekat, masih bisalah menabung agak 3-4 tahun lagi, ya kan!" pinta mamakku berharap.


Akupun mengangguk, mengiyakan mamak.


Sebab aku juga tak pernah terpikir menerima perlakuan serius dari Leo yang nyata-nyata hubungan kami belum lama.


Malam ini, aku panjatkan doa agar Tuhan yang mengatur semua dengan sangat baik.

__ADS_1


Aku akan jalani semua dengan benar.


Waktu Tuhan pasti yang terbaikšŸ™


__ADS_2