First Love - End

First Love - End
Partner Kerja Curang


__ADS_3

Waktu berlalu sangat cepat. Tak terasa aku sudah bekerja lebih dari 6 bulan. Aku begitu menikmati hari-hariku bekerja. Makin mengenal teman-teman dan makin mengerti siapa yang tulus dan siapa yang bulus. Kukatakan demikian sebab belakangan ini ada salah seorang bagian Pemasaran Barang yang memiliki tagihan membuncit dan tidak berkurang, malah bertambah.


Aku sudah katakan padanya bahwa jika tidak segera diangsur, maka dengan berat hati kita akan stop sementara pemberian barang. Kebetulan langganan kita ini memiliki toko juga. Nah..si Sales nggak terima. Tidak ada hakku menahan barang, katanya, sebab dia sudah lapor Bos langsung kalau kasih barang.


Akupun coba menghubungi bagian pengiriman barang dan bertanya apakah barang kiriman kita di tokonya tidak laku atau bagaimana??


Yang kudapatkan justru barang-barang sebelumnya sudah tidak ada di tokonya.


Karna aku harus bekerja sesuai prosedur, maka akupun melapor ke Bosku tentang kondisi ini dan beliau memberi perintah agar aku langsung ke lapangan memeriksa.


Akupun segera berangkat dengan supir dan salah seorang sales ke toko langganan dimaksud. Sesampai disana, aku melihat sendiri barang-barang elektronik yang kami kirim hampir tak ada di toko mereka, paling hanya 1-2 unit lagi.


Lalu aku bicara baik-baik pada pemilik toko, dan akhirnya beliau menerangkan bahwa barang-barang itu dikirim ke kota lain untuk dijual disana, namun uang pembayaran sudah diberikan langsung ke Sales Curang yang ada di kantor kami. Namun mereka dilarang memberitahu tukang tagih, dengan membuat alasan Belum ada dana/belum laku.

__ADS_1


Waduh.. berarti dia selama ini sudah sangat merugikan perusahaan. Dana macet karna banyak tagihan belum masuk. Dan dengan pede nya dia bilang tak boleh stop pengiriman barang. Lebih kurang 130 juta tagihannya, di tahun 2000 mah sudah sangat banyak🤪


Akupun bergegas kembali ke kantor dan melaporkan hal ini pada Bosku.


Alhasil si Curang pun dipanggil ke ruangan Bos lalu dilakukan sidang terbatas.


Si Curang mengakui semua kesalahannya, dan dia juga mengaku kalau toko luar kota yang dimaksud langganan kami adalah toko saudaranya makanya dia ngotot tetap mengirim barang walau macet pembayaran.


Aku sangat geram mendengar pengakuannya dan melihat roman mukanya yang tanpa rasa bersalah sedikitpun. Bos juga sangat kecewa dia berani berbuat begitu. Sama saja saudaranya yang buka usaha tapi perusahaan ini yang modalin barang jualannyašŸ¤”šŸ¤”


"Ryna, saya sangat berterimakasih atas ketelitian kamu dalam bekerja. Jika bukan karna kamu teliti melihat tagihan macet, saya rasa bisa makin banyak modal saya terbenam di mereka!" demikian Bosku sampaikan rasa terimakasihnya.


"Sudah kewajiban saya pak, sebab itu memang bagian saya. Laporan tiap bulan perkembangan Piutang dan umur piutang juga sudah saya laporkan ke Bapak, tapi saya juga heran kenapa Bapak tidak ada respon padahal 1 nama itu sudah numpuk lebih 100 juta!" jawabku menerangkan.

__ADS_1


"Maaf, saya akhir-akhir ini memang sibuk ngurusin cabang kita yang mau buka di Batam, jadi laporan kamu mungkin belum saya baca!" jawabnya dengan wajah menyesal. Lalu beliau langsung mencari berkas di atas mejanya, dan kulihat Map Laporan Piutang bulan terakhir masih rapi belum dibukašŸ™ƒ


"Nah...ini dia.. ya ampuunn..benar, ini ada kamu laporkan si A sampai 130 juta😲!" jawab Bosku hampir terbelalak.


"Saya sekali lagi ucapkan terimakasih ya Ryna, kamu bukan hanya melaporkan tepat waktu, tapi kamu juga sangat peduli pada perusahaan, saya benar-benar menyesal tidak membaca laporan kamu bulan lalu, maafkan saya. Saya akan adjust salary kamu bulan depan, oke!" Bosku memberi kejutan.


"Terserah Bapak saja, saya hanya mau bekerjasama dengan orang yang bisa diajak kerjasama, kalau Sales yang bandel, sorry pak, jika mereka tak bisa dibilangin lebih baik saya yang mundur!" jawabku cepat.


"Ya..ya..saya sudah kasih SP ke dia, kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu sesuai prosedur!" jawab Bosku lagi


Akupun kembali ke meja kerjaku dengan wajah sedikit tersenyum. Namun teman-temanku kudapati berwajah tegang semua. Aku heran, kok mereka tegangnya seperti wajah si Curang??


Mereka pun bertanya, ada apa aku lama di ruangan bos? Ada masalah apa?

__ADS_1


Lalu aku menceritakan masalah tagihan macet ulah si Curang. Mereka semua terdiam. Akupun beberes meja dan bersiap pulang.


__ADS_2