First Love - End

First Love - End
Resign


__ADS_3

Rutinitas kerja kembali kujalani dengan tenang. Semakin hari aku semakin mengerti dan dekat dengan teman-teman sekerjaku.


Hari-hari berlalu dengan aman sementara ini.


Kasir Baru kami juga dekat padaku.


Mei-mei begitu asyik setiap pagi memperhatikan interaksi ku dengan para pekerja. Bisa dibilang kantor rame di pagi hari karna banyak yang datang untuk mengambil pekerjaannya masing-masing dari mejaku.


Kami juga banyak kesamaan dalam hal selera makan siang. Sejak Mei-mei masuk kerja, aku tak maksi sendiri lagi. Kami selalu menghabiskan waktu istirahat siang bersama. Kadang kalau bosan di saat menjelang sore dan pekerjaan kami sudah beres, kami akan turun sejenak ke kantin sebelah untuk menikmati es-koteng yang ada rempah kayu manisnya, namun sangat enak dan sejuk saat dinikmati.


Siang ini, kami baru saja pulang dari maksi bersama Mei-mei. Tak sengaja aku melihat si Curang sudah duduk di dalam ruangan Pak Bos. Aku mengernyitkan dahi, menebak-nebak untuk apa dia kemari. Tagihan yang macet juga belum ada kemajuannya. Kan sesuai perjanjian bahwa dia boleh datang kalau sudah membayar separuh dari tagihan.


Tak lama kemudian, si Curang keluar dari ruangan Bos dan langsung turun tangga.

__ADS_1


Lalu aku pun dipanggil ke ruangan pak Bos.


"Ryna..saya mau bilang, supaya mulai hari ini saya harap kamu bisa bekerjasama dengan si Curang kembali. Curang sudah minta maaf dan berjanji akan mengangsur tagihan, namun dia butuh pekerjaan, maka saya putuskan untuk memberi dia kesempatan kedua!"


"Maaf pak, saya tidak bisa bekerjasama dengan orang seperti dia. Sudahlah dia yang salah, tapi seenaknya membentak-bentak saya waktu itu. Curang juga bekerjasama membohongi perusahaan pak. Kalau Bapak masih memakai dia, saya akan mengundurkan diri!" jawabku menjelaskan


"Coba kamu pertimbangkan kembali Ryn, saya sangat cocok dengan cara kerja kamu. Saya akan adjust gaji kamu deh Rp. .....!" pak Bos menyebutkan angka yang lumayan mengiurkan.


"Maaf pak, saya tetap pada pendirian saya. Saya tidak bisa bekerjasama dengan orang seperti Curang. Silahkan saja Bapak cari pengganti saya, seminggu ke depan saya akan ajarkan. Saya permisi pak!" lanjutku lalu menunduk dan beranjak keluar.


Aku kembali melanjutkan pekerjaan dengan lambat, sebab pikiranku menari-nari mengingat ketidakjujuran si Curang selama ini. Bahkan sebab dia juga etnis yang sama dengan Bosku, cara dia berbicara padaku juga tak pernah sopan dan berlagak bos, sementara Bosku yang sebenarnya sangat sopan dan ramah.


Dunia memang tempatnya ketidakadilan, kemunafikan, kebohongan dan tipu-daya. Dan aku sejak dulu sangat menghindari dekat dengan oran-orang seperti itu. Aku selalu teringat kata nasehat ini : Pergaulan yang buruk, merusak kebiasaan baik!

__ADS_1


Jika aku tetap bertahan dan bergaul dengan orang-orang dengan sifat buruk, bukan tidak mungkin akupun akan terikut-ikut.


Ogah ah..aku lebih takut Tuhan.


Hari ini aku pulang dengan hati lebih ringan.


Sebab aku sudah memilih keputusan yang tepat dan takkan menyesalinya. Semoga besok penggantiku segera datang, agar aku bisa mengajarinya dan memiliki waktu untuk merenung dan memperbaiki diri.


Mungkin pak Bos menganggap aku egois atau apalah, terserah. Tapi aku juga tak punya alasan untuk berbaik-baik pada si Curang, sebab setelah minta maaf pada Bos, dia tak ada niat untuk minta maaf padaku atas kata-kata kasar yang dia lontarkan padaku.


Cukup....


Masa depanku masih panjang..

__ADS_1


Aku bisa memilih yang terbaik💪


Termasuk pekerjaan😍


__ADS_2