
Sebulan terakhir sebenarnya adekku Uli sudah mendapat pekerjaan sehabis tamat SMA. Seperti aku, dia juga tak memungkinkan untuk melanjutkan kuliah sebab keterbatasan dana keluarga untuk membiayainya. Masih ada 2 adek kami yang masih sekolah di Sekolah Menengah dan adek laki-laki kami yang sekolah di STM. Semua butuh biaya bulanan yang tidak sedikit.
Uli mendapat pekerjaan di salah satu Toko Buku dan Fotocopy.
Sepulang kerja dia bertanya padaku tentang hubunganku dan Leo. Aku jawab masih.
"Kak, tadi aku jumpa Bang Leo sama cewek loh. Kayaknya mesra amat!" jelasnya memulai cerita.
"Apa benar bang Leo, ceweknya gimana?" tanyaku
"Ih, ceweknya pendek, gendut tapi pakaiannya rapi gitu kayak kerja kantoran, tapi dia gandeng tangan bang Leo kok, aku curiga deh sama bang Leo!" lanjut Uli lagi
Bagai disambar petir akupun terdiam.
Adekku pun seperti mengerti dan meninggalkanku sendiri di kamar.
Aku merenung kembali.
Tak salah lagi.. itu ciri-ciri kak Jeje.
Aku tak bisa diam lagi.
Aku harus ambil keputusan.
Buaya memang tak bisa dikasih daging, jangankan daging, bangkai saja diembat!!
Malamnya aku telp Leo.
Aku minta dia untuk datang ke rumah.
Leo tak menolak.
Akupun bersiap-siap menyambut kedatangannya.
Aku putuskan untuk bicara di rumah saja
Saat Leo datang, rumah sudah sepi. Abangku bekerja. Adek-adekkupun sudah tidur.
Aku bicara di teras agar tak terdengar oleh seisi rumah.
"Bang, kita harus akhiri hubungan kita. Aku sudah tak bisa menerima perselingkuhan abang dengan kak Jeje. Abang tidak bisa menepati janji. Abang tidak bisa setia!" aku mulai menerangkan.
__ADS_1
"Kok masalah ini lagi dek, kita sudah bahas ini kan kemarin?"
"Sudahlah bang, Abang nggak usah mengelak lagi, kalau selama ini aku cuma dengar dari orang lain, tapi ini, aku dengar dari Uli, yang lihat Abang dengan mata kepala sendiri Abang jalan gandengan tangan dengan kak Jeje mesra banget!" sahutku berapi-api
"Emang dimana Uli lihat Abang!" tanya Leo menyelidik
"Uli sudah kerja di Toko Buku Sinar bang, yang di jalan nangka, dia lihat sendiri Abang sama kak Jeje!" semburku sarkas namun suaraku tetap kutekan.
Leo terdiam.
Tak bisa menjawab.
"Aku ikhlas kok bang...kalau memang kak Jeje lebih bisa membuat Abang senang, lebih baik aku lepaskan Abang.. pergilah.. tak usah janji setia jika tak mampu. Seenaknya Abang menikmati hubungan denganku sekaligus kak Jeje, menjijikkan. Keputusanku sudah bulat. Kita pisah!"
Leo pun terdiam..
Wajahnya terlihat shock dan sedih.
Tapi aku tak terpengaruh.
Sangat sakit menerima kenyataan ini.
Namun aku harus kuat dan tegar.
Umurku juga masih muda.
Masih panjang jalan yang dapat kutempuh.
"Pulanglah bang.. maafkan jika ada kesalahanku selama hubungan kita. Semoga Abang bahagia. Tapi ingat ya bang, selama Abang tak bisa setia pada 1 wanita, Abang tak kan mendapat siapa-siapa, tidak aku atau kak Jeje!" lanjutku agar dia berubah.
Kami bersalaman.
Leo beranjak pergi.
Tiba-tiba hujan turun perlahan, mengiringi kepergiannya. Aku cepat-cepat menutup pintu rumah dan menangis.
Sangat sakit..😭😭
🎵berpisah darimu..
tlah membuatku semakin mengerti..
__ADS_1
betapa indah saat bersama..
yang masih selalu kukenang..🎶
🎵slamat jalan kekasih..
kaulah cinta dalam hidupku..
aku kehilanganmu..
untuk slama-lamanya..
aku cinta padamu..
aku masih menyayangimu..
walau hanya di hati saja..
untuk slama-lamanya..
cukup sekali..
kau lukai hati ini..
tak mungkin terulang kembali..
kau tinggalkan ku sendiri..
slamat jalan kekasih..
kaulah cinta dalam hidupku..
aku kehilanganmu..
untuk slama-lamanya..🎶
Senandung lagu "Selamat Jalan Kekasih" berkumandang di hatiku malam ini.
Aku begitu tulus selama 3 tahun ini di dalam hubungan kami.
Meski iseng di awal, namun lama-kelamaan rasa sayang untuknya semakin berkembang. Mulai besok, aku benar-benar sendiri.
__ADS_1
Dan aku harus kuat💪