For You -Oneshoot- (BOBOIBOY)

For You -Oneshoot- (BOBOIBOY)
(the night of Robin Hood) For You


__ADS_3

Tema : Mafia, Action, Comedy


Request : @AyMy_07


WARNING ⚠️ : Trigger, harsh words


πŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒπŸŒƒ


Pernahkah kalian mendengar atau membaca sebuah kisah mengenai Robin Hood?


Jika belum, aku akan sedikit menceritakan garis besar kisah mengenai seseorang yang dikenal dengan panggilan Robin Hood. Agar, kalian bisa mengerti alur cerita hari ini.


Robin Hood adalah tokoh dalam cerita rakyat Inggris. Ia adalah seorang bangsawan yang menjadi musuh para pejabat yang korupsi, untuk kepentingan rakyat. Biasanya, ia dikenal sebagai pahlawan dan juga penjahat secara bersamaan.


Pasti kalian bertanya-tanya, mengapa dia bisa dikenal sebagai pahlawan namun juga seorang penjahat?


Karena, dia merupakan seseorang yang mencuri harta para pejabat yang korupsi. Kemudian, dia akan membagikan harta-harta curiannya kepada para rakyat. Sehingga, banyak yang ragu untuk menyebutnya baik maupun jahat.


"Ya, jadi begitulah kira-kira kisah filmnya yang aku tonton kemarin" Dengan cengiran khasnya, Taufan menaruh sebuah kotak dvd diatas meja.


"Sepertinya bagus, boleh aku pinjam kak Taufan?" Tanya sang adik yang bermanik hazel, sambil melihat sinopsis dibelakang kotak dvd tersebut.


"Tentu saja, coba berikan pendapatmu kalau sudah ditonton ya Gem" Taufan bersemangat, baru kali ini ada yang mau coba menonton film kesukaannya itu.


"Kalau menurut kak Hali, bukannya kisah kita mirip dengan Robin Hood?" Sengaja, Gempa memancing reaksi Halilintar.


Jangan salahkan Gempa, salahkan saja kakak sulungnya yang kelewat dingin dan kaku. Bagaimana bisa, dia hanya diam menatap dan mendengar percakapan antara Gempa dan Taufan sejak 15 menit yang lalu. Apa kakak sulungnya itu tidak punya tali yang menarik ekspresi diwajah? Atau memang sifatnya saja yang kelewat unik?


"Tidak, kita jahat" Nah kan, menjawab sedikit itu saja wajahnya datar.


"Jahat? Kak Hali, kekayaan kita saja 80%nya kak Hali bagikan ke wilayah rakyat miskin dan buruh" Sejujurnya, tadi berisi sedikit curahan hati Gempa yang juga mengurus keuangan.


"Benar tuh, padahal kita sudah jadi sangat kaya raya raya raya. Kalau, seandainya kekayaan sepenuhnya ditangan kita" Celetuk Taufan, yang melirik sekilas ke arah Halilintar.


Lihat? Padahal, tadi Halilintar sendiri yang berkata kalau mereka jahat dan tidak sama seperti Robin Hood. Tapi, Taufan yang berucap seperti tadi saja langsung mendapatkan tatapan maut. Seakan-akan, masa kehidupannya tidak akan lebih dari satu tahun.


"Jaga mulutmu, Taufan" Ancam Halilintar, dia tidak ingin melepaskan emosi kepada adik-adiknya.


"Maaf, kak Hali" Taufan menunduk, sekarang dia merasa cukup menyesal.


"Sudah, jangan ada pertengkaran lagi. Aku sudah pusing, melihat dan mendengar pertengkaran setiap harinya" Bunyi pistol maupun asahan pistol adalah makanan sehari-hari mereka.


"Kepalamu terbentur, Gem? Jelas-jelas, pekerjaan kita saja mafia!" Hilang sudah kesabaran Taufan, terkadang Gempa ini memang seperti tante-tante.


Kelompok mafia terkenal, bukan hanya karena kekuatan dan kesetiaan para anggotanya. Namun juga, karena memiliki total 7 pemimpin yang berbeda. Biasanya, sebuah kelompok mafia hanya memiliki satu pemimpin tetap.


Namun, mereka berbeda. Walaupun, mereka bertujuh tidak memiliki ikatan darah satu sama lain. Namun, mereka sudah sedari awal menganggap satu sama lain saudara sehidup semati. Mereka juga, terkenal karena rumor yang beredar mengatakan kalau mereka berfokus pada dunia kejahatan malam untuk membantu rakyat kecil. Walaupun, itu memang kenyataannya.


"Mafia tapi bisa dibilang baik, bisa dibilang jahat. Gimana tuh, kak Hali?" Halilintar tidak menjawab pertanyaan Gempa, malas berbicara panjang lebar.


Belum ada sepuluh menit, Halilintar beristirahat di ruangannya. Tiba-tiba saja, Gempa dan Taufan memasuki ruangan Halilintar. Seolah-olah, itu adalah ruangan mereka juga. Dan sekarang, baru saja Halilintar ingin mengusir keduanya. Datang lagi, keempat orang lainnya. Saudara apanya, kalau begini lebih baik Halilintar tidur dijalanan.


"Permisi, maaf sengaja mengganggu!" Mulutnya sama berisiknya dengan Taufan, itulah Blaze.


"Hai, kak Hali!" Berbeda dengan Blaze yang berisik, Thorn lebih cenderung ke imut. Tapi, dia cukup mematikan.


"Excuse me, i needed sleep" Bukan, Ice tidak sepintar itu. Dia hanya tahu bahasa asing, yang berhubungan dengan tidur.


"Setiap hari yang bisa diomongin cuman itu ya, kak Ice?" Sarkas Solar, padahal dia sudah sering kurang tidur akibat mengajari kakak es batunya.


Tidak mungkin Solar mendapatkan jawaban, buktinya sekarang saja Ice sudah tertidur lelap di sofa lembut milik Halilintar. Bagus, sekarang dimana lagi Halilintar bisa beristirahat dengan tenang?


'Mereka ini, terlihat kekanakan. Tapi, nyatanya mereka jauh lebih mematikan daripada kelihatannya' Batin Halilintar.

__ADS_1


"Jadi malu, kak Hali segitu senangnya ya dikunjungi sama kita semua" Seru Taufan dan juga Blaze secara bersamaan, kompak kalau menjahili Halilintar.


"Ck, pergi sana" Halilintar menyimpan dokumen-dokumen yang sudah selesai diperiksa.


"Kak Hali, memangnya malam ini kita akan pergi ke tempat pelelangan?" Selalu fokus terhadap pekerjaan, siapa lagi jika bukan Solar?


"Iya, ada barang bagus yang akan dilelang disana"


"Barang bagus yang dilelang atau mangsa baru yang akan ada ditempat lelangnya?" Thorn tertawa kecil, dia sangat menyukai waktu berburu.


"Malam ini, kita akan memburu keluarga Berglin" Halilintar memakai jasnya, mengajak yang lainnya pindah ke ruangan rapat.


Sesampainya di ruangan rapat, tidak ada lagi wajah bercanda penuh kehangatan dari ketujuh pemimpin tersebut. Yang ada, hanyalah wajah serius dan tatapan mata tajam seperti silet yang bisa melukai siapapun kapan saja. Bahkan, jika ada raja singa yang datang tiba-tiba pun tidak akan membuat mereka takut.


"Ice, jelaskan data keseluruhan keluarga Berglin" Saat ini, Halilintar sedang menunjukkan sosok pemimpin sesungguhnya.


"Keluarga Berglin, keluarga yang sudah memiliki kekayaan sejak keturunan kelimanya. Total kekayaan sejauh ini mencapai 1,7 miliar. Bisnis yang dimiliki adalah pertambangan, namun daerah tambang tersebut diambil paksa dari para penduduk miskin disana" Bukan lagi Ice si tukang tidur, saat ini kalian sedang melihat Ice yang juga seorang pemimpin.


"1,7 miliar tapi, hasil rampasan dari penduduk? Apa mereka tidak punya malu?" Walaupun sarkas, namun ucapan Solar selalu tepat sasaran.


"Jangankan malu, akal saja tidak punya mungkin" Kombinasi yang menyegarkan, saat Gempa digabungkan oleh Solar.


"Wah, gawat dong. Thorn kayaknya, harus operasi penambahan otak dadakan" Wajah lucunya berbanding terbalik dengan sifatnya, cocok disebut si psikopat imut nan kecil.


'Dasar, adik piscopet' Batin Blaze.


"Eh tunggu, tapi ruangan bedah Solar lagi kosong kan?" Batin dan ucapan tidak seimbang, nyatanya Blaze yang periang juga sama gilanya seperti Thorn.


'Kita semua psikopat, please πŸ™„' Batin semuanya.


"Maka dari itu, keluarga Berglin adalah sasaran yang tepat untuk misi kali ini. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Halilintar, yang dijawab anggukan oleh keenam adiknya.


Sesudah menyusun rencana dengan matang, akhirnya mereka bertujuh memandu pasukan masing-masing. Tentu saja, mereka harus menjaga keutuhan wibawa sebagai tujuh pemimpin. Kekuatan dan kepandaian juga tak perlu diragukan lagi, semua anggota saja bersumpah setia pada mereka.


Perjalanan mereka menuju ke tempat pelelangan memakan waktu sekitar satu jam, mereka sengaja tidak memakai helikopter. Karena, tidak ingin menarik perhatian. Lagi pula, ada logo kelompok mereka di helikopter. Jadi, kemungkinan besar misi mereka langsung gagal. Kalau, ada yang memakai helikopter tersebut.


"Wah, ternyata besar juga ya" Mata Thorn terlihat berbinar-binar.


"Ugh, bau rokok dan berisik di atas sini" Solar membenci ruangan bau rokok dan berisik.


"Wow, cantik-cantik sekali ya kak Taufan" Dengan sengaja, Blaze menyenggol lengan Taufan.


"Entahlah Blaze, aku hanya bersyukur sudah hidup" Memang dasar manusia bermata keranjang, silahkan pukul manusia bernama Taufan ini.


"Omongannya, kayak gak pernah diajarin tata krama ya" Gempa tersenyum manis, tanda bahwa emosinya sudah diubun-ubun.


"Memang iya, kan kita lahir dan besar dijalanan kok" Celetuk Ice dengan muka malasnya, kalau bisa mendingan dia tidur di sofa.


"Kita disini untuk adu mulut atau menjalankan misi?" Ingin rasanya Halilintar melempar adik-adik manisnya menggunakan kursi, untung saja mereka sedang ditengah misi.


Dengan serempak, keenamnya langsung menutup mulut. Mereka berjalan dengan tenang, seperti sudah sering ke tempat pelelangan tersebut. Tidak ada yang curiga, jangan mengira kalau kemampuan akting mereka itu buruk. Bahkan, mereka saja jauh lebih santai dibandingkan aktor lainnya. Dari cara berjalan sampai tatapan, kalian juga pasti akan tertipu.


"Bagaimana dengan A-511, Gem?" Dari awal, setiap pasukan memiliki kode masing-masing sesuai posisi.


"Sudah siap, Godfather" Bisik Gempa, walaupun saat ini mereka sedang berada di ruangan pribadi.


"Lalu, B-373?"


"Sudah siap juga, Godfather"


"kalau, B-287 sudah siap?" Halilintar cukup memiliki masalah dalam mengingat sesuatu.


"Sudah juga, Godfather" Gempa sedikit mengangguk, merespon pertanyaan-pertanyaan Halilintar.

__ADS_1


"Bagaimana bagian D-882?"


Tim A-511 adalah tim yang bertugas untuk mengawasi dan memperpanjang waktu, apabila kepolisian datang secara tiba-tiba. Sementara, tim B-373 bertugas untuk melumpuhkan penjagaan dibagian bawah gedung. Tim B-287, bertugas untuk menjaga para penyusup di bagian belakang. Terakhir, tim dengan posisi paling penting yaitu D-882. Bertugas untuk, melawan seluruh pasukan maupun petugas yang mencoba masuk kedalam gedung.


"Semua sudah siap sesuai rencana dan diposisi masing-masing" Gempa membagikan walkie-talkie kepada yang lainnya, mereka memasangnya masing-masing.


"Bagus, let's the game begin" Halilintar menyeringai, yang anehnya malah membuat auranya semakin kuat.


Ditengah acara pelelangan, Blaze dengan semangatnya menembakkan satu peluru pistolnya ke arah atap. Yang menjadi tanda bahwa, permainan sudah dimulai. Seluruh tamu yang ada disana ketakutan, bagaimana tidak jika kalian ditodong pistol?


Seluruh sistem gedung sudah diambil kendali oleh Solar, rupanya dari awal dia sudah menyusup kesana. Sedangkan, Gempa sedang mengawasi dan mengarahkan seluruh pasukan. Blaze dan Thorn, duo gila yang mematikan malah sedang tertawa sambil menembakkan beberapa peluru untuk melumpuhkan musuh. Tenang, mereka hanya menyerang jika diserang kok. Mungkin?


Berbeda dari tampilan luarnya, Taufan adalah orang yang penuh pertimbangan dan berhati-hati. Jadi, dia memalak keluarga-keluarga kaya yang sombong dan pembohong ulung disana. Jadi intinya, dia sama saja dalam hal gila juga bodoh seperti saudara-saudaranya.


"Terima kasih sudah repot-repot bermain dengan kami, keluarga Berglin" Tidak ada senyuman ramah, yang terlihat hanyalah mata merah ruby mencolok tanpa ampun.


Jangan menanyakan dimana Halilintar, karena dia sudah menyekap inti dari permainan hari ini. Yaitu, keluarga Berglin. Untungnya, Halilintar punya kepintaran diatas rata-rata. Jadi, dia bisa menghafal peta gedung ini hanya dalam waktu setengah jam. Tapi, ingatan tersebut juga kelemahannya. Karena, semakin banyak mengingat akan semakin banyak juga yang ia lupakan.


"Kenapa kalian para penjahat melakukan ini pada kami? Kami ini keluarga terhormat!" Seru salah satu pria paruh baya, tidak lupa dengan muka angkuhnya.


"Oh, ternyata anda kepala keluarganya" Halilintar hanya menjawab singkat dengan nada datar, ia tidak peduli.


"Kalian tidak tahu siapa kami?!"


"Kalau tidak tahu, untuk apa aku susah-susah menyekap kalian seperti ini?" Menyusahkan, kenapa Halilintar selalu mendapat bagian yang rumit?


"Mari buat perjanjian, akan ku berikan 50% hartaku. Dengan syarat, kalian harus melepaskan kami"


"Keluarga Berglin, keluarga dengan total kekayaan 1,7 miliar. Namun, daerah tambang tersebut diambil paksa dari para penduduk miskin disana. Bukan begitu, tuan Berglin?" Setiap ucapan ditekankan oleh Halilintar.


'Si@l@n, dia tahu darimana informasi itu?!' Batin tuan Berglin.


"Benar, harta kami sebanyak itu. Jadi, ayo buat perjanjian pembagian harta" Sungguh tidak tahu malu, masih saja dia menggunakan trik liciknya.


"Untuk apa jika aku bisa mendapatkan 100%?"


Seluruh keluarga Berglin terdiam, mereka tahu benar kalau Halilintar serius dengan ucapannya. Salah satu bawahan Halilintar menuangkan minyak diseluruh ruangan tempat penyekapan keluarga Berglin. Kemudian, Halilintar berhenti sebentar di depan pintu.


"Rasakan panasnya api neraka itu, seperti kalian yang membakar rumah keluarga kami dulu" Ucap Halilintar, sebelum berjalan keluar dari ruangan tersebut.


"Bakar ruangan itu sampai habis, jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun"


"Baik, Godfather"


Setelah menyelesaikan urusan mereka, ketujuhnya kembali ke mansion. Tentu saja, setelah mengatur perpindahan harta atas nama mereka. Biarlah urusan di gedung menjadi pekerjaan bagi anggota lainnya, karena mereka harus mendatangi satu tempat secara pribadi.


"Panti asuhan kasih" Gumam ketujuhnya, bernostalgia sebentar mengenai hidup mereka.


Seluruh harta yang mereka ambil tadi, diserahkan sepenuhnya kepada panti asuhan tempat mereka dibesarkan. Mereka rela menjadi jahat, asalkan anak-anak yang lainnya tidak mengikuti jejak mereka. Menurut kalian bagaimana? Apakah mereka jahat atau baik?


'Ya, mungkin cerita kami memang mirip dengan Robin Hood' Batin Halilintar.


THE END.


Ayok tebak-tebakan lagi, kira-kira kali ini aku mengetik berapa kata? πŸ€”


Halo, aku minta maaf karena hari ini updatenya terlambat πŸ™πŸ˜₯


Karena, aku sedang kurang sehat dua hari ini dan ternyata ketiduran setelah minum obat πŸ₯²


Maaf ya, kalau bagi kalian banyak yang kurang seru.. Tapi, mohon dukungannya untuk cerita kali ini ❀️ terima kasih~


Oh iya, ayo ikutan juga request ceritanya bagi yang belum.. Bantu aku membuat ide cerita baru, yuk! πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2