
kita cerita, gue cerita apa yang gue fikiri sekarang dan kenapa gue nangis tadi gue cerita semu, dan Nadya pun menjadi pendengar yang baik saat itu.
Nadya :" Lo kenapa sih, perasaan tadi waktu gue curhat Lo baik-baik aja kenapa waktu kita mau keluar Lo udah nangis kayak gini, ada apa,"( tanya ku kala itu pada Feby ).
Feby :" waktu Lo pulang, gue kepikiran orang tua gue ayah bunda gue, dan gue telfon Ayah gue baru tau kalau Bunda gue sakit Nadya, gue kepikiran banget nih,"( ucap ku kala itu pada Nadya ).
Nadya :" ya tuhan ..., sakit apa memang nya Feb "( tanya ku kala itu pada Feby ).
Feby :" kata ayah si kecapean aja, tapi bagi ku saat malaikat ku sakit entah mengapa tubuh ku pun ikut sakit, "( ucap ku kala itu pada Nadya dan aku pun melamun ).
Nadya :" yakin cuman itu yang ngebuat Lo Sampek nangis kayak gini, gue fikir ada yang masih Lo sembunyikan dari gue, ada apa sih Feb ..., cerita lah, apa Lo cuman pingin mendem itu sendiri ,"( ucap ku kala itu pada Feby ).
Feby :" kenapa Lo selalu tau sih kala gue boong, Nadya ....,Leon mau nikah NAD ,"( ucap ku kala itu menahan air mata ).
__ADS_1
Nadya :" Leon....,"( ucapnya dan berfikir sejenak ).
Feby :" iya Leon ,"( ucap singkat dengan air mata ).
Nadya :" matan pacar Lo, bukan harusnya Lo bersyukur akhirnya Lo akan terbebas dari cowok posesif seperti dia, toksin banget tau hubungan kalian itu, apa lo masih belum move on sampek-sampek Lo nangis kayak gini ,"( tanya ku kala itu pada Feby ).
Feby :" Melupakan seseorang itu tak semudah itu, sama seperti seperti kamu ingin meninggal kan kekasih mu saat in, memang ini yang terbaik, tapi dalam hidup kita selalu diajarkan untuk mengingat bukan melupakan jadi apa salah jika aku tak ingin berpacaran atau berkomitmen untuk kejenjang yang lebih serius saat ini, itu karena aku masih terbayang-bayang kisah dimasa lalu ku,"( tanya ku dengan Isa-kan tangis yang ku tahan ).
Feby :" gue tau dan gue ngerti tapi ????, gue Manusi biasa, gue bukan malaikat Nadya, gue juga bisa Hilaf, gue juga bisa melakukan kesalahan, tapi gue gak tau gue harus g mana, kalau Lo tanya gue udah move on sama dia atau belum jawabnya gue udah move on, gue angap dia seperti temen gue, tapi yang ada dalam fikiran gue dia nikah sama sahabat gue sendiri, wajar gak sih kalau perasaan sedih yang kayak gue alami itu ada ,"( tanya ku kala itu pada Nadya ).
Nadya :" wajar kok jika gue diposisi Lo mungkin akan Leh dari lo, udah lah bukan kah Lo dah ikhlas, inget banyak banget laki-laki yang mau sama Lo, bahkan seorang komandan pasukan khusus pun diam-diam ingin berada disisi Lo ,"( ucap ku kala itu menyadarkan Feby ).
Feby :" gue udah gak mau main-main lagi, gue pingin seriyus, tapi gue juga takut dengan orang yang gue ajak serius Nadya, Lo ngerti kan apa maksud gue ,"( ucap ku kala itu pada Nadya ).
__ADS_1
Nadya :" gue ingetin lagi ya, tolong libatkan tuhan dalam setiap jalan mu Feb, ingssallah semua akan baik-baik saja, tuhan mu pasti akan memberikan seseorang yang terbaik untuk lo ,"( ucap ku kala itu pada Feby ).
Feby :" iya Nadya, maksih,.. oh tuhan setidaknya rasa sesak di dada ku tadi sedikit berkurang, sumpah Nadya gue tadi sesek banget sampai gak tau apa yang harus gue lakuin, gue emang terkadang bijak dengan orang sekitar gue tapi gue juga terkadang gue sendiri Lupa gue pun lemah akan cinta, dan pertemanan sekitar gue, gue takut di khianati lagi dan lagi gue capek nadya "( ucap ku kala itu pada Nadya ).
Nadya :" gue tau kok Feb, Jang pernah gampang percaya sama orang ya, meskipun tak semua orang akan melukai Lo tapi lebih baik Lo was pada dari pada terluka lagi oke, dan Lo pun jangan gampang percaya sama gue Feb karena gue pun manusia letaknya dosa dan khilafah yang ngerti bahagia Lo, luka Lo dan apa pun yang ada dalam diri Lo ya cuman Lo sendiri ,"( ucap ku kala itu pada Feby ).
Feby :" iya Nadya gue ngerti, makasih ya ,"( ucap ku singkat kala itu ).
Nadya :" oke sekarang kita makan, kita stop cerita sedih-sedih kita, cobak kita cerita apa yang akan kita lakukan kedepannya yok, kita cerita yang seng-seng aja yok ,"( ucap ku kala itu pada Feby ).
Feby :" iya Nadya, makasih karena selalu ada maksih ,"( ucap ku kala itu pada Nadya ).
...Maaf jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terima kasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali kesukaan dan keritik dari kalian, terimakasih 🙏🙏...
__ADS_1