Free Me, For My Dream, Possessive Manl

Free Me, For My Dream, Possessive Manl
Penjelasan


__ADS_3

Entah mengapa pertanyaan itu membuat ku semakin bimbang, jujur entah mengapa saat luka itu ada, mengikhlaskan adalah keputusan yang paling bijak untuk ku saat ini .


Saat itu yang bisa ku jawab hanya ini


👧 " Maaf kak, kamu orang yang baik, kamu perhatian, kamu sempurna tapi maaf aku tak layak untuk kakak, buktinya kamu Masi dengan orang lain tidak cukup dengan ku saja, aku bahagia bisa mengenal mu lagi, mungkin 7 tahun yang lalu adalah kejadian yang paling hebat sehingga kamu bisa bertahan menunggu ku disini, makasih jujur saat aku dekat di samping mu akhiri-akhir ini sedikit demi sedikit aku mengingat kejadian itu namun saat aku mulai percaya dan mengingat sedikit demi sedikit masa itu kamu justru orang yang menghancurkan segalanya kak,"( ucap ku kala menunduk dan menangis entah mengapa hanya itu yang bisa ku lakukan ).


👦 " Tolong beri kakak satu ke sepatan lagi, pliss beri kakak satu ke percayaan lagi dek,"( ucap Leon kala itu memohon dengan wajah yang tak pernah kulihat ).


👧 " Maaf kak, Adek masih belum mengerti bagaimana posisi adek saat ini kak,"( ucap ku kala itu meminta maaf ).


👦 " Apa kakak boleh tanyakan????,"( ucap Leon kala itu membuat ku mengagumkan kepala ).


👧 " WHY ?????, "( ucap ku singkat saat itu menjawab pertanyaan leon ).


👦 Siapa laki-laki yang akan kamu temui di tempat latihan Tek Kondo kamu sayang ,"( tanya Leon kala itu menunduk dan penasaran dengan apa jawaban ku).


👧 " Dia ...???,"( ucap ku kala itu bingung mau menjawab apa ).


👦 " Apa dia benar-benar kekasih kamu, apa kamu benar-benar ingin membalas kakak ..?,"( ucap Leon kala itu ).


👧 " Hmmmm...., baik lah dia adalah sahabat ku kak, dia sahabat ku yang dulu di Bandung dan pindah ke Jakarta Sekarang dia satu tempat tek kondo dengan ku, ayah nya juga seorang abdi negara,"( ucap ku kala itu menjelaskan ).


👦" Apa dia sepesial untuk kamu sayang,"( tanya Leon kala itu pada ku ).

__ADS_1


👧 " Dia hanya Kawan yang selalu ada buat ku dan dia pun ingin menjadi seorang abdi negara sama dengan cita-cita ku yang ingin menjadi abdi negara seperti ayah ,"( ucap ku kal itu ).


👦 " Sejak kapan kamu ingin menjadi seorang prajurit TNI, setau ku kamu suka seni dan sejak kapan kamu latihan Tek Kondo padahal saat kamu di buli dengan kawan-kawan sekolah bahkan dengan viona kamu diam aja , why ....,"( tanyakan Leon kala itu masih bingung ).


👧 " Apa harus ku jelaskan kenapa, ada apa, dan bagaimana kak..., ayah ku pun tak pernah mengintrogasi ku seperti itu kak, oke kalau sekarang aku gak latihan Tek Kondo ya udah tapi pliss gue mau kembali ke kamar ,"( ucap ku kala itu pada Leon).


👦 " Ah sudah sekarang kamu ke kamar ,"( ucap Leon singkat kala itu ).


👧 " Oh oke ,"( ucap ku singkat dan meninggalkan Leon saat itu ).


Aku yang berjalan ke arah tangga kamar ku saat itu pun hanya bisa berfikir kala itu .


...* *A**da apa dengan Lo Leon* *...


Saat aku yang hanya bisa di kamar pun yang ku lakukan saat itu hanya membaca novel, dengerin musik tanpa peduli apa yang terjadi di luar kamar ku dan tanpa peduli bagaimana kondisi perut ku.


Saat itu hanya berdoa pada nya lah jalan terakhir ku saat ini.


...* *T**uhan entah jalan apa yang kau berikan, entah cobaan apa yang ku terima, hanya satu yang ku minta lindungi, ampuni, dan berikan kesehatan orang-orang yang ada disekitar ku tuhan* *...


Saat air mata yang mulai menetes, perut yang saat itu sangat sakit pun hanya bisa tertidur dan menangis di atas sajadah, dalam hati aku ingin keluar dan mencari bunda namun sisi lain,


...* *T**uhan aku tak ingin bertemu dengan nya* *...

__ADS_1


Aku yang saat itu tak juga keluar pun membuat Leon takut akan terjadi apa-apa dengan ku didalam kamar ku saat itu, karena aku yang dari tadi tak memakan apapun dan minum apapun setelah pertengkaran itu membuat Leon berfikir apa yang ku lakukan di dalam kamar saat itu, Leon yang mulai berjalan mendekati pintu kamar ku hanya bisa mengetuk dan berharap aku membukanya.


Tok tok tok .....


suara pintu itu terdengar keras ...


👦 " Adek kamu di dalam kan????,"( triak Leon kala itu memanggil ku ).


Tok tok tok ...


👦 " Bukan pintunya dek ...., kamu belum makan sayang buka ya ...,"( triak Leon kala itu merayu ku ).


👦 " Sayang ...., buka pintunya ya kakak bawa makanan kesukaan kamu sayang ..., janji kakak gak akan tanya apapun atau nyakitin kamu lagi sayang tapi pliss buka pintunya ya sayang. ,"( triak Leon kala itu membujuk ).


Entah apa yang Leon fikir kan saat itu rasa hawatir itu pun mulai bergejolak di hati Leon saat itu, rasa cemas, akhirnya Leon pun mendobrak pintu kamar ku saat itu.


Saat tubuh Leon yang mulai berusaha mendobrak satu kali, dua kali, dan akhirnya berhasil terbuka saat itu pun, Leon mencari ku dan melihat ku di samping tempat tidur dengan keadaan Masi menggunakan mukenah dan tertidur saat itu.


👦 " Kamu kebiasaan dek sholat terus ketiduran, capek ya nangis ,"( ucap Leon kala itu memeluk dan mengelus kepala ku saat itu ).


Aku yang saat itu tidur dipangkuan Leon pun Masi belum terbangun sampai 2 jam dan saat waktu ingin ke 3 jam Leon berusaha membangunkan ku saat itu namun entah kenapa aku yang saat itu tak bisa bergerak mata pun tak bisa ku buka yang ku rasa kan saat itu hanya rasa perih diperut .


👦 " Dek bangun udah azan isya bangun yuk kamu harus sholat sayang,"( ucap Leon membangunkan ku dengan lembut saat itu ).

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️▶️


...*M**aaf kawan jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terimakasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali masukkan dari kalian, terimakasih sekali lagi telah membaca novel ini, nonton episode selanjutnya ya🙏🙏🙏*...


__ADS_2