
aku yang saat itu sampai rumah sakit dan ruangan ayah pun hanya bisa lemas saat aku melihat bunda sedang duduk di lantai dan menyembunyikan kepalanya di kakinya.
dalam hati aku berkata
Tuhan apalagi ini apa yang ingin kau tunjukkan padaku aku kembali ke Bandung bukan untuk mengenang masa lalu atau menerima Ini semua namun aku kembali ke Bandung karena aku ingin merawat mereka Tuhan bukan merawat untuk karena beliau sakit tapi merawat di dalam masa tuanya Tuhan berikanlah kesembuhan untuk ayah aku tahu separuh jiwa pun tidak seperti apa apa salahku Kenapa begitu memberikan cobaan ini, (ucapku dong tangis yang melihat bunda sedang terpuruk kala itu aku pun menghampiri dan memeluk bunda ).
Feby :"Bunda Bunda kenapa duduk di bawah nggak tenang ya bibi udah di sini kita serahkan semuanya pada Tuhan Bunda tahu nggak yang selalu buatin bayi dalam segala hal bukannya Bunda lalu kenapa Bunda sekarang seperti ini,"(ucapkan aja kalau itu hanya ingin menenangkan hati Bunda ).
__ADS_1
bunda :"sayang Bunda gak sekuat itu nak maafkan Bunda jika saat ini Bunda lemah maafkan Bunda jika saat ini Bunda tak bisa menjadi Bunda yang Feby inginkan Yang Feby lihat tuh ayah Ayah sayang Ayah,"(ucapku kala itu berusaha menahan air mata namun tak bisa ).
Feby :"Ayah Kenapa Bun,"(ucapkan saat itu terbatas dan khawatir ).
bunda :"ayah mempunyai penyakit jantung dan selama Bunda sama Ayah Bunda tidak pernah melihat gejala-gejala itu namun saat ada kelainan dengan sebuah perbuatan tadi akhirnya dokter mengecek semua penyakit ayah dan dia ayam mempunyai kelainan yang jantung,"(ucap ku kena Itu menjelaskan pada putriku yang begitu khawatir).
bunda : "tenang Sayang Bunda pun khawatir akan ayah namun perlu kamu tahu kelainan jantung tidak bisa dilihat saat kita masih kecil atau saat kita masih remaja 20 atau 30 tahun setelah itu koin jantung akan terlihat dan ya itu yang ayah alami saat ini ayah terlalu memikirkan pikiran berat yang entah mengapa membuat kondisinya semakin terpuruk ,"(ucapku kala Itu menjelaskan dengan tenang ).
__ADS_1
Feby :"tapi pun apa Ayah bisa sembuh apa Ayah bisa bertahan lebih takut pun tapi nggak siap jika harus kehilangan ayah bagaimana Bunda,"(ucapkanlah itu dengan tangis yang tak bisa terbendung ).
bunda :"bukannya anak Bunda yang menasehati Bunda kita pasrahkan semua pada pencipta kita Tuhan tahu yang terbaik untuk ayah dan aku percaya pajak kuat untuk menjalani ini semua dan Bunda harap kamu juga kuat bikin kekuatan untuk ayah buat Ayah semangat untuk menjalani semua ini,"(ucap kala itu berusaha menenangkan putriku )
kak bayu saat itu melihatku sedang memeluk Bunda dengan Isa tangisan terbendung pun hanya bisa melihat dan merata apa yang telah terjadi Kabayan saat itu melihat pun memutuskan untuk melihat kondisi ayah dari jendela ruang rawatnya betapa kagetnya Kak bayi saat begitu banyak selangkah masuk telah menancap di tubuh kekar itu yang baru saja beberapa jam yang lalu beliau telah tersenyum karena melihat kedatangan putrinya entahlah apa yang Allah rencanakan saat ini.
...Maaf jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terima kasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali kesukaan dan keritik dari kalian, terimakasih 🙏🙏...
__ADS_1