
aku yang saat itu menanti kabar dari ayah dan Masi kenal dengan kejadian tadi pagi pun hanya bisa terdiam .
saat itu demam sedang membuat ku tak bisa apa-apa, menanti kabar bunda adalah waktu yang sangat panjang, entah fisik atau mental yang pertama kali menghantam ku kali itu yang pasti saat ini aku sangat rindu bunda dan ayah, cita-cita ku menuntut ku untuk bisa kuat dalam segala hal, dalam segala situasi, dan kondisi namun aku Manusia aku pun anak kecil ayah bunda ku yang akan memikirkan bagaimana kabar mereka, bukan manja hanya saja bukan kah itu sudah kewajiban bahkan itu hati nurani yang menuntun.
Tuhan ...
tolong jaga malaikat-malaikat dunia ku, beri mereka kesehatan, sayangi dia seperti dia menyayangi ku dulu,
Tuhan ...
rasanya tubuh rapuh saat aku tak tau bagaimana disana kabar mereka,
Tuhan ...
mereka adalah harta ku, nyawa ku sesuatu yang tak kan bisa dinilai dari apapun ...
saat aku terisak dalam tidur ku aku terbangun, ya aku terbangun karena seorang sahabat yang takut aku kenapa-kenapa ...
__ADS_1
Nadya :" shaloom ...,"( ucap ku kala itu tanpa jawaban dari Feby ).
sudah hampir 10 menit namun masih belum ada jawaban dan akhirnya Nadya pun membuka pintu yang ternyata tak ter kunci, nadya yang saat itu khawatir pun bergegas menghampiri ku, ya benar saja apa yang Nadya khawatir kan tubuh ku tumbang fisik tak bisa apa-apa.
Nadya :" Feby Lo gak papa Lo kenapa why, kenapa Lo gak ngabarin gue sih badan Lo panas banget ," ( ucap ku kala itu khawatir ).
Feby :" walaikum salam ,"( ucap ku lemas kala itu ).
Nadya :" gue tadi udah salam tapi Lo gak denger ya karena gue khawatir gue nerobos masuk lah, kenapa sama Lo, gak biasa nya lo diem kalau Lo sakit why ,"( tanya ku kala itu pada Feby ).
Feby :" gue gak papa gue sehat, hanya lemes aja, gue gak ada apa jangan khawatir is oke ,"( ucap ku kala itu berusaha menahan sakit ).
Feby :" gue mau kerumah sakit tapi setelah ayah telfon gue,"( ucap ku lemas kala itu ).
Nadya :" ya Lo telfon lah sekarang demam Lo gak turun kalau dibiarkan kayak gini,"( ucap ku kala itu berusaha menasehati Feby ).
Feby :" kalau telfon gue di angkat pasti gue udah kabarin Lo dari tadi masalah nya semua orang gak yang angkat ,"( ucap ku kala itu tak berdaya ).
__ADS_1
Nadya :" oke kita kerumah sakit dulu entar gue usahakan telfon ayah atau tunangan Lo oke ,"( ucap ku kala itu membujuk ).
Feby :" gue gak mau kala ayah tau aku dirumah sakit nantik ayak malah kepikiran ,"( ucap ku kala itu pada Nadya ).
Nadya :" Feb ...., Feby ...., Feby ...., Lo jangan becanda, Feby bangun , Feby ....,bangun, tolong ....,"( triak ku kala itu meminta pertolongan panik entah lah ).
aku yang saat itu tak bisa apapun entah mengapa kepala ku berat, mata ku tiba-tiba gelap, tubuh ku lemas namun aku bisa mendengar jelas siapa saja orang yang ada di sekeliling ku kala itu dan butuh 1 jam aku baru sadar,
ya saat aku membuka mata seperti yang ku duga aku sudah berada dirumah sakit, ya kerja an siapa kalau bukan kerjaan sahabat ku Nadya si tukang panik meski begitu aku tau dia tak mau aku kenapa-kenapa soswit kan dia, karena itu gue paham kenapa di gak bisa melepaskan cowok gila itu, Nadya Nadya,( ucap ku dalam batin ).
Nadya :" Feb syukur lah Lo dah sadar gue pikir Lo gak bangun lagi ,"( ucap ku kala itu ketus ).
Feby :" Lo ya ..., becanda aja, nyumpah- nyumpain gue gak bangun lagi padahal Lo yang paling panik cari bantuan buat bawa gue kerumah sakit kan, dasar ,"( ucap ku kala itu lemas ).
Nadya :" nah Lo kok tau, ah jadi tengsin nih gue ,"( ucap ku kala itu ).
Feby :" hahahahh ..., orang kayak Lo juga tau tengsin ya baru tau gue,"( ucap ku kala itu ketus ).
__ADS_1
Nadya :" udah lah ,"( ucap ku kala itu malu ).
...Maaf jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terima kasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali kesukaan dan keritik dari kalian, terimakasih 🙏🙏...