
Kak Bayu :"apa yang kamu sembunyikan dari kakak,"(tanyaku lembut Kalau ikut tuh dan mengusap kepala istriku).
Feby :"tak pernah ada yang aku sembunyikan dari kamu aku menjalankan kewajibanku sebagai istri melakukan tanggung jawabku sebagai TNI dan menunjukkan apa yang aku bisa sebagai pembeli perusahaan properti bukan aku tak mau jujur tapi aku tak mau ada ular-ular seperti mereka datang dalam hidup kami hanya untuk menghancurkan kamu aku berucap seperti itu bukan karena aku tak suka tapi aku tidak terima jika ayah dan bunda dihina karena telah gagal mendidik putrinya Aku bisa berdiri tanpa harta dari mereka aku mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang properti itu adalah hasil uang selama aku ikut biasa uang yang diberi ayah dan bunda untuk bayar sekolah sedangkan sekolahku saat itu sudah dibiayai oleh sekolah karena prestasi aku mengumpulkan semuanya untuk membangun sebuah perusahaan yang kakak sendiri mungkin berapa harga perbulan sekolahku saat itu dan aku berusaha mati-matian Aku depresi bukan karena laki-laki itu tapi karena aku harus berdiri tanpa ada satu orang pun yang tahu bahwa aku berdiri sendiri namun dengan doa bunda dan ayah aku bisa di detik ini,"(ucapkan jelaskan pada suamiku agar tidak salah paham akan diriku).
Kabayan saat itu hanya bisa menatapku dengan bungkam pun tak bisa berkata apa-apa karena dalam pikiran dia perempuan yang dia lihat seperti anak kecil perempuan yang selalu manja perempuan yang selalu pasti butuh bimbingan Kak Bayu kini kedewasaannya sudah terlihat sendiri oleh semua orang tanpa bantuan orang tua tanpa ada bisikan siapapun dia berdiri di atas kakinya sendiri hanya untuk orang lain agar tak bisa menghina dia.
__ADS_1
bunda :"sayang apa yang kamu katakan tidak benar kan dari mana kamu dapat uang gitu banyaknya untuk mendirikan sebuah perusahaan dan tidak logika Jika kamu bisa memberikan sebuah perusahaan saat kamu masih berada di bangku sekolah kenapa Bunda tidak pernah menyadari itu,"(tanyaku kalau itu penasaran akan Apa jawaban dari putriku).
aku yang saat itu digempur dengan beribu pertanyaan hanya bisa terdiam dan menatap indah dengan sentuh dan menghampiri Bunda dan memeluk Bunda dengan erat dengan air mata yang tak tertahankan Bunda tak bisa berkata apa Bunda hanya menatapku dengan tanya yang begitu banyak aku pun hanya bisa menundukkan kepala dengan air mata dan bibir yang terbuka.
aku yang saat itu masih terbungkam dan berfikir dari mana bagaimana aku harus menjelaskan segala hal segala yang selalu aku tutup-tutupi dari semua orang hingga akhirnya belum sempat aku berkata tante meli dengan sempurna berkata.
__ADS_1
Tante Melly :"kakak anakmu jago juga ya buat drama, Mana mungkin anak yang masih dalam pelajaran, se jenius apapun seorang anak, dia nggak akan pernah bisa mendirikan sebuah perusahaan besar apalagi perusahaan di bidang properti tanpa ikut andil orang tuanya di dalam, cobalah kita relatif saja kamu butuh uang aku akan bantu tapi aku mau baby bercerai dengan baik dan feby harus menikah dengan Alex semuanya akan selesai semua suamimu akan terjamin,"(ucapku kelak itu dengan sombong dan memberikan semuanya agar feby tak bisa berkutik apapun).
aku yang saat itu hanya bisa diam pun yang menatap indah dan Bunda yang menatapku dengan tanya aku pun berusaha untuk speak up dan meyakinkan bunda akan pernyataanku yang sejujur-jujurnya.
...Maaf jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terima kasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali kesukaan dan keritik dari kalian, terimakasih 🙏🙏....
__ADS_1