
Hingga pada akhirnya pagi pun tiba, dimana hari itu adalah hari dimana kami harus serius dengan apa yang kami pelajari disekolah selama ini.
Ya memang bukan ujian nasional Namaun ujian saat itu sangat penting untuk pendaftaran ku menjadi seorang TNI saat itu.
Lina yang melihat ku begitu gerigi saat itu pun mulai mendekati ku .
" Hay Feb ...,"( sapa Lina kala itu ).
" Eh Hay Lin...,"( sahut ku singkat kala itu ).
" Gimana udah siapa buat ujian, udah belajar kan Lo,"( Tanaya Lin pada ku kala itu ).
" Ingssallah siap, Lo sendiri gimana???,"( tanya ku kala itu ).
" Pasti siap lah ...,"( ucap Lina sombong kala itu ).
" Ya lah gue percaya temen gue ini kan jenius ,"( ucap ku singkat saat itu ).
" Enggak lah sama aja kok, oh ya Feb sorry ya buat yang kemarin, gue gak bermaksud kayak gitu sama Lo,"( ucap Lina kala itu menjelaskan pada ku ).
" Sudah lah ...., gue udah lupa kok, kita sama-sama saat ini tinggal menghitung Minggu kenapa harus ngambek-ngambek sih,"( ucap ku kala itu pada Lina ).
" Makasih ya Feb ..., kalau Lo gak ngambek berarti Lo juga maaf in Leon dong???,"( tanya Lina kala itu berhati-hati ).
" Hmmmm ..., tenang aja gue udah maaf in dia kok, sekarang terpenting gue harus lulus dengan nilai terbaik, gue harus kalah in Leon ,"( ucap ku kala itu pada Lina ).
Dan entah dari mana datangnya Leon yang saat itu langsung memotong pembicaraan ku dengan Lina saat itu .
" Kamu pasti bisa ngalahin kakak dek ,"( ucap Leon kala itu mendekati ku dan Lina ).
Aku yang saat itu ceria pun tiba-tiba bungkam akan kedatangan nya, entah rasanya Canggu, rasanya seperti baru ketemu, rasanya sakit .
__ADS_1
Memang aku masih belum bisa mengingat segala nya tapi jika hati yang merasakan apa itu salah, entah lah yang pasti tujuan ku saat itu aku, aku harus lulus dengan nilai terbaik mengalahkan Lina dan juga bilang sekolah Leon.
" Halo ..., Feb Ary you oke ...????,"( tanya Lina kala itu membuyarkan lamunan ku ).
" I fine ...,"( ucap ku singkat kala itu ).
" I sorry ..., aku tau kamu marah sama aku, kamu benci sama aku, tapi pliss jangan tinggal in aku, aku punya alasan dari semua pertanyaan mu dan keraguan mu, tolong beri satu kesempatan lagi dek ,"( ucap Leon kala itu memohon ).
" Saya tidak pernah marah dengan siapapun, saya tidak pernah benci dengan siapapun, karena saya tida punya alasan untuk itu,"( ucap ku kala itu pada Leon ).
" Jika memang iya apa adek Masi mau menerima kakak lagi ,"( tanya Leon kala itu pada ku ).
" Saya memang tidak membenci siapapun, atau marah dengan siapapun, tapi bukan berarti harus kembali buka ,"( ucap ku kala itu pada Leon ).
" Tapi dek ....,"( ucap Leon kala itu terhenti dengan ucapan Lina ).
" Jika memang Lo gak bisa gak papa Feb, kita tau Lo butuh waktu, kesalahan Leon memang besar Feb, tapi perjuangan Leon untuk nunggu in Lo jauh lebih besar ,"( ucap Lina kala itu pada ku ).
" Kakak janji setelah lulus kita kakak akan melamar kamu dek ,"( ucap Leon kala itu pada ku ).
" Maaf kak gak bisa karena mungkin saat itu aku sedang dalam proses ,"( ucap ku saat itu terhenti ).
" Maksud nya apa Feb ..., proses apa Feb ???,"( tanya Lina jalan itu pada ku ).
" Proses untuk sekolah lagi,"( ucap ku berbohong kala itu melihat ada Leon kala itu ).
" Aku ingin kita nikah dek,"( ucap Leon kala itu dengan emosi sampai semua orang memandang kearah kami saat itu ).
Aku yang saat itu hanya bisa diam dan bungkam pun menunduk saat itu, Lina yang melihat ku dengan wajah datar ku saat itu pun menegur Leon saat itu .
" Lo apa-apaan sih...., Lo kan Janji gak akan maksa Feby, eh Leon Lo harus tau kita itu Masi kecil kali, jangan mikir kearah situ Napa,"( ucap Lina kala itu menegur Leon saat itu ).
__ADS_1
" Tapi gue gk mau Feby Samapay sama laki-laki lain ,"( ucap Leon kala itu pada ku ).
" Jangan egois gitu lah Leon, semua hanya Feby yang nentuin oke ,"( ucap Lina kala itu pada ku ).
Aku yang saat itu terdiam dan melihat kearah mereka pun memotong pembicaraan saat itu .
" Maaf Lin Leon gue mau masuk dulu, gue mau belajar lagi, sorry nih ,"( ucap ku kala itu pada mereka ).
Namun entah kenapa Leon yang tak ingin aku pergi pun langsung dengan sigap mengengam tangan ku saat itu ,
aku yang saat itu tak nyaman dan tak ingin dilihat banyak orang pun berusaha melepaskan tangan ku dari genggam Leon saat itu.
" Mau kemana ,"( tanya Leon kala itu pada ku ).
" Mau ke dalam, mau belajar maaf misi ,"( ucap ku kala itu pada Leon ).
" Kakak belum selesai bicara dek ,"( ucap Leon kala itu mengengam tangan ku lebih erat saat itu).
" Maaf kak tangan saya sakit, sorry kak ayah ku gak pernah sekeras ini ngengam tangan saya dan satu lagi atas ucapan kakak tadi maaf saya tidak bisa menikah dengan laki-laki yang suka main tangan dan ancaman,"( ucap ku kala itu pada Leon ).
Leon dan Lina yang saat itu terdiam pun tak bisa menghentikan ku lagi saat itu .
entah mengapa saat itu yang ada dalam pikiran ku saat itu aku ingin bebas dari ini semua, dari pembullyan ini, dari sifat posesif Leon, dan dari sifat pengaturan Leon .
Dan saat menjelang ujian pun saat itu yang ada dalam pikiran ku saat itu,
* Saya harus lulus dengan nilai terbaik, dan saya harus lulus dengan predikat lulusan terbaik *
Setelah selesai ujian saat itu aku pun berusaha menghindar dari Leon dan segera pulang saat itu .
...**M**aaf kawan jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terimakasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali masukkan dari kalian, terimakasih sekali lagi telah membaca novel ini, nonton episode selanjutnya ya🙏🙏**...
__ADS_1