
aku yang saat itu hanya bisa melihat ayah dari jendela icu pun tak bisa menghentikan air mataku menetes begitu saja ya hatiku telah patah ada rasa kegelisahan dalam hati ada rasa takut entah apa yang aku rasakan saat ini yang pasti aku takut akan keadaan Ayah aku yang saat itu berusaha tersenyum melihat tubuh ayah lemes bisa berbuat apa-apa air mataku yang berusaha Aku sembunyikan menetes begitu deras hingga Bunda memelukku dari belakang dan merasa lembut kepalaku dan berkata.
bunda :"sayang kamu percaya Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambaNya melebihi batas kemampuan hambanya dan ayah pernah bilang jika sakit Ayah begitu parah berarti dosa yang harus ayah hapus memang begitu banyak makanya Allah memberikan penyakit itu jujur Bunda masih tidak bisa menerima Ini semua karena biar bagaimanapun Bunda tahu persis Ayah seperti apa Ayah sehat-sehat saja Tapi dibalik senyuman janda Dan tawa tubuh yang tegap tubuh yang sehat Ayah menyembunyikan semuanya dari kita entah yang menyembunyikan atau memang Ayah tak tahu akan penyakitnya yang mungkin sudah ditahan bertahun-tahun,"(ucapku lembut pada putriku jangan begitu lemas meratapi tubuh lemah ayahnya ).
Feby :"Tapi kenapa harus Ayah Bun kenapa nggak Feby aja bunda happy nggak siap harus kehilangan ayah kelainan jantung bukan penyakit yang gampang disembuhkan tapi nggak tahu harus berbuat apapun dah jika jantung Febi bisa menyembuhkan sakit Ayah happy mall mendonorkan jantung bayi untuk ayah tapi tolong jangan Ayah Bun,"(ucapkan kalau itu menangis dengan memeluk Bunda sekali lagi).
__ADS_1
aku dan Bunda yang begitu putus asa melihat kondisi Ayah pun tak bisa berbuat apa-apa dan gak Bayu yang melihat kami dari jauh dan berusaha untuk tidak mengganggu kami pun menghampiri kami dan memeluk kami dengan erat.
kak Bayu :"Bunda Bunda udah makan kalau Bunda belum makan kita makan dulu ya habis makan kita beres-beres lalu kita salat bersama kita doakan ayah insya Allah doa seorang istri dan seorang anak akan dikabulkan oleh Allah jika itu doanya tulus dalam Hati apa bunda mau,"(ucapkan lembut kala itu memberi solusi terakhir ).
bunda :"apa Kita seharusnya salat aja terlebih dahulu Kalau makan Bunda masih bisa puasa karena ayah masih belum makan maka Bunda pun tak akan makan maka kita salat aja bareng-bareng,"(ucapku kala itu lemah lihat kondisi suamiku).
__ADS_1
Feby :"Bunda betul apa kata Bayu bunda harus sehat biar bisa jaga ayah jadi kalau Ayah sehat Bunda sehat insya Allah semua akan baik-baik saja kita makan dulu ya,"(ucapku lembut pada Bunda kala itu).
setelah berbagai macam rayuan agar Bunda memakan akhirnya pun Bunda menyetujui karena Bunda pun tak ingin jika ayah khawatir akan kondisi bunda saat ini.
bunda :"baiklah kita makan,"(ucap Bunda singkat).
__ADS_1
saat kami berada di kantin rumah sakit kami pun makan dan setelah beberapa menit kami pun berberes untuk mandi dan salat berjamaah.
...Maaf jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terima kasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali kesukaan dan keritik dari kalian, terimakasih 🙏🙏...