
Kak Bayu :"cukup..., mungkin saya sudah cukup diam akan apa yang Tante ucapkan pada istri saya, saya sudah cukup diam akan apa yang dilakukan Alex pada istri saya, dia juga seorang suami harusnya dia tahu melukai istri adalah dosa paling besar bukan hanya dalam agama Islam dalam agama manapun istri adalah Dewi ,dan istri adalah surga bagi anaknya, dan mungkin saya ingatkan kembali lagi saya adalah imam feby sampai kapanpun saat ini, nanti ,besok ,atau seterusnya, saya tidak akan pernah melepaskan istri saya dengan laki-laki yang pernah melukai dia bukan hanya sekali bukan hanya melukai bahkan hampir membuat dia mempertaruhkan nyawanya mungkin anda tidak tahu seberapa menderita keponakan tante saat itu dan pada tahu febi adalah salah yang benar adalah itu mungkin yang akan tetap tapi perlu tante ingat harta tidak akan pernah dibawa mati ,harta hanya sementara dan ingat keluarga yang utama saya ingatkan sekali lagi jangan pernah mengusik istri saya Ayah dan Bunda saya bahkan anggota-anggota TNI Jika Tak Ada mereka kalian pun tak aman saat kalian tidur ,Saya bangga menjadi anggota TNI bukan karena kedudukan bukan karena tahta Tapi karena kamu dihargai perjuangan kamu dihormati dan nama kamu di akui,"(ucapku kalau itu lantang tanpa berpikir apa yang terjadi suatu saat nanti Karena bagiku kehormatan keluargaku yang paling penting saat itu).
aku yang tak pernah melihat suamiku meninggikan suaranya hanya bisa terdiam dan memeluk bunda dan Aku berusaha untuk menenangkan Kak Wahyu saat itu aku tak pernah melihat dia marah aku tak pernah melihat nada tinggi itu berucap aku tak pernah melihat aura yang begitu seram saat ini aku tahu tante meli memang sudah keterlaluan tapi aku tak ingin suamiku menjadi orang jahat seperti tantangan melakukan aku.
aku yang saat itu terisak dengan air mata akan hampir misterius untuk menghentikan semuanya pun hanya bisa terdiam tante meli yang melihat ku menangis gak bayi yang melihatku berteriak karena itu memeluk dengan erat.
__ADS_1
Feby :"Sudah stop ,kalian nggak malu kalian semua ini udah tua dan untuk teman-teman jika Tante ke sini hanya untuk membuat keributan pulang lebih baik tante pulang,"(Tri aku kalah itu menyadarkan mereka bahwa mereka tak boleh membuat keributan di rumah sakit).
Kak Bayu melihat aku marah dengan air mata kebaya yang melihat aku melihat wajahku yang merah karena marah pun menghampiriku dengan memeluk, dan berbisik padaku.
Feby :"kakak jangan marah Febi nggak mau kakak marah Feby tau tante Melly memang orang jahat tapi please kakak jangan seperti tante meli,"(pacarku kalau itu lemah karena air mata yang tak henti-hentinya menetes).
__ADS_1
tante Melia melihat aku siapa itu pun berkata dengan entengnya menghina bunda.
Tante Melly :"ayolah realistis aja lo itu butuh uang, gak usah drama kayak gini lah ,"(ucap aku kala itu mengentengkan situasi saat ini)
...Maaf jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terima kasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali kesukaan dan keritik dari kalian, terimakasih 🙏🙏....
__ADS_1