Free Me, For My Dream, Possessive Manl

Free Me, For My Dream, Possessive Manl
Panik Bunda


__ADS_3

aku yang saat itu dan Kak Bayu sedang dalam perjalanan pun tiba-tiba hp-ku berbunyi dan ya itu panggilan dari bunda.


bunda :"Sayang cepat kemari tolong cepat kemari,"(ucapku menahan air mata dan berusaha tenang untuk mengungkapkan semuanya).


Feby :"Ada apa Bun Feby sedang dalam perjalanan Bunda kenapa, Bunda tenang dulu ya gue saat ini dalam perjalanan Bunda nggak boleh nangis,"(ucapkan kalau itu berusaha menenangkan Bunda meski tulang pikirku selalu ada kata negatif yang entah kenapa aku pun juga khawatir namun aku tak ingin membuat Bunda juga semakin khawatir akan apa yang aku pikirkan).


bunda :"Iya sayang kamu segera ke sini ya nak Tolong ayang dari tadi manggil-manggil nama paling cepat kemari,"(ucapkanlah itu pada putriku dengan Isak aku tangis yang tak terbendung ).

__ADS_1


Feby :"Iya sekarang Bunda tenang dulu Febi Habis ini mau sampai rumah sakit Bunda harus tenang,"(ucapku kala itu berusaha menenangkan Bunda dan menepi semua pikiran negatif tentang apa yang terjadi pada Ayah ).


di sisi lain Kak Bayu yang hanya bisa terdiam dan fokus saat menyetir dan melihatku dengan rasa khawatir namun tak bisa diungkapkan karena dia tahu persis bagaimana aku, Kak Bayu yang saat itu fokus menyetir pun perusahaan untuk melaju lebih keras agar bisa sampai ke rumah sakit dengan cepat.


aku yang saat itu gelisahkan hanya bisa diam dan menangis tanpa henti Entah mengapa selalu ada rasa khawatir dalam hati tentang keadaan Ayah Ya aku tahu betul tuh gimana laki-laki kekar itu aku tahu betul bagaimana laki-laki tegap itu itu ayahku beliau sangat amat sehat di mataku di mata kamu entah kenapa selalu ada rasa takut singa beliau atau Bunda sakit selalu ada rasa khawatir tentang akan apa yang terjadi selanjutnya.


kak Bayu :"kita berdoa sama Allah semuanya akan baik-baik saja habis ini kita sampai rumah sakit tenang ya sayang ayah akan sehat-sehat ,"(ucapkan mengusap kepalaku kalau itu ).

__ADS_1


aku yang saat itu tak bisa berkata apapun hanya bisa terdiam dan menahan air mataku dan setelah beberapa menit kita pun akhirnya sampai di rumah sakit di mana Ayah dirawat aku yang saat itu tak perduli ada mobil ataupun ada kendaraan mana lewat aku pun berlari dengan cepat dan menghampiri live agar bisa cepat di ruangan ayah kalau itu aku yang saat itu terjatuh berkali-kali Entah mengapa hanya air mata dan rasa sesak yang merasakan aku takut akan terjadi apa-apa pada Ayah begitu sakit tapi aku tapi bisa berbuat apa-apa aku terus berlari hingga tangan kekar itu untuk aku bisa penuh ya itu adalah tangan suamiku dia pun begitu khawatir akan aku.


Dalam hati aku berkata.


Tuhan jangan kuambil sayapku yang satu karena aku tak bisa terbang hanya untuk satu sayang ya Allah lindungi Ayah hamba, lindungi Bunda hamba jangan pernah kau berikan beban yang besar untuk beliau kau persis bagaimana hambatan tanpa beliau"(ucap kala itu dalam hati dengan tubuh yang telah dipeluk oleh suamiku).


...Maaf jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terima kasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali kesukaan dan keritik dari kalian, terimakasih 🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2