Free Me, For My Dream, Possessive Manl

Free Me, For My Dream, Possessive Manl
Kembali ke rumah


__ADS_3

Kepergian ayah memang selalu membuat bunda menangis, karena aku tau persis setiap ayah berangkat tugas bunda yang dengan tegar mengantar ayah dan dengan tegar menjelaskan pada ku.


Namun saat aku bertanya apa bunda baik-baik saja bunda selalu mengalikan pembicaraan buru-buru ke kamar, namun tidak sering juga aku selalu melihat bunda melamun memandang foto ayah dan selalu aku menemukan bunda dalam keadaan menangis.


Namun saat aku melihat bunda menangis aku selalu berfikir dalam hati ku,


( jika Feby benar-benar ingin jadi seperti ayah bagaimana dengan bunda nanti??)


Feby saat itu yang melihat bunda sedang memandang foto ayah, aku pun menghampiri bunda dan langsung memeluk bunda.


👧" Bunda harus sehat, Feby yakin ayah juga pasti sehat di tempat tugas nya, apa bunda gak ingin lihat ayah pulang tugas ..."


(aku yang saat itu juga tiba-tiba menangis pun hanya bisa tertunduk dan menyembunyikan dari bunda) .


👩" Iya sayang, dan Feby juga harus janji sama bunda kalau Feby harus sehat, dan kalau Feby ada masalah Feby harus langsung cerita jangan dipendam sendiri sayang,"


(ucap bunda memandang ku yang saat itu aku masih menunduk dan berusaha menyakinkan ku saat itu).


👧" Iya Bun Feby janji akan selalu cerita sama bunda, Feby akan selalu sehat Bun untuk bunda "


(ucap ku meyakinkan kan bunda kala itu).


Saat ruangan mulai sunyi Leon dan Lina yang dari tadi hanya menjadi penonton pun akhirnya memecahkan keheningan .


" Ehmmmm ..., misi ..., hallo ..., sepada ..."


ucap Leon yang berusaha memecahkan keheningan saat itu


Aku, bunda dan Lina pun melihat kearah Leon dengan terdiam dan bingung.


Leon yang dilihat seperti itu pun malu seketika .


" Apa an sih ..., pada ngeliatin semua "


ucap Leon yang saat itu bingung dan dalam hati bicara ( apa gue salah ngomong ya???, kok semunya pada liat gue kayak mau nerkama aja )

__ADS_1


" Lah kamu itu loh semua orang pada serius malah kamu berusaha ngelucu ya semuanya jadi pada lihat kakak lah "


ucap ku dengan menggelengkan kepala dan senyum


" Ya kan biar GK seriyus-seriyus banget gitu loh dek "


ucap Leon menjelaskan dengan jari-jari yang mengaduk kepala, ( ampun salah lagi ) ucap Leon dalam hati


" Iya lah iya lah .... "


ucap ku singkat


" Sudah-sudah gak capek apa kalian ini berantem aja ..., sayang kamu emang gak mau siap-siap buat pulang, kamu Masi betah apa di rumah sakit "


tanyakan bunda dengan nada becanda saat itu.


" Feby mau pulang Bun, bunda ..., kalau udah pulang Feby mau ...???"


nada ku yang awalnya keras seketika saat aku sadar kalau diruang ku saat ini ada Leon dengan berbisik aku bicara pada bunda meneruskan bicara ku yang tadi ,


* *B**uatin makanan favorit Feby ya Bun, Feby kangen masakan bunda, yang pedas-pedas biasanya Bun*"


" Sayang kamu baru sembuh jangan aneh-aneh lah dek, kalau kamu mau makan masakan bunda, bunda akan buatin tapi bukan makanan pedas "


ucap bunda yang tanpa sengaja keras saat itu.


Leon yang mendengar kan ucapan bunda saat itu, dengan seenaknya Leon marah saat itu.


" Hmmmm ..., siapa Bun yang mau makan beras Bun ????"


ucap Leon nada bertanya namun menyindir


" Apa-apan sih kak gak diajak bicara jawab, gak sopan kak, dan siapa yang mau makan pedas Adek GK mau kok "


ucap ku kesal dengan wajah yang sudah ku teku saat itu dan wajah yang takut saat itu

__ADS_1


" Kakak GK peduli yang penting saat ini buat kakak kamu sehat dan gak sakit itu cukup buat kakak "


ucap Leon yang saat itu juga kesal dengan tingkah ku


Aku yang dari tadi ngotot dan mau benar sendiri pun langsung tertunduk saat tau Leon marah seperti itu dan tak bisa berkata apa-apa.


Bunda yang melihat kami bertengkar pun hanya mendiami kami, bunda hanya melihat dan fokus untuk me Peking baju ku .


Mungkin 40 menit lamanya kami terdiam tanpa kata, akhirnya bunda pun yang memecahkan kesunyian itu, perang dingin itu.


" Masih mau berantem ...., kalau mau berantem lagi ayok bunda lihat, Feby juga mau tinggal disini aja kan, terus kan "


ucap bunda dengan nada tegas saat itu


Membuat ku dan Leon pun saling memintak maaf karena jujur aku gak pernah melihat bunda Se marah itu.


" Maaf ini Adek, iya tadi Adek mau makan pedes Adek salah "


ucap ku menunduk dan mengulurkan tangan


" Kakak juga mintak maaf kalau kakak terlalu posesif dengan kamu, tapi kamu harusnya tau kalau aku seperti itu karena aku gak mau kamu kenapa-kenapa dek "


ucap Leon yang berusaha menjelaskan pada ku dengan mengulurkan tangan dan yang satu mengelus kepala ku.


" Iya maaf "


ucap ku


" Udah gak usah minyak maaf sama kakak, kamu juga harus mintak maaf sama bunda "


ucap Leon dengan melihat bunda


Akhirnya aku dan kakak pun memintak maaf sama bunda.


Bunda pun memaafkan kami, saat setelah bunda Peking baju ku, kami pun kembali pulang.

__ADS_1


1 jam kemudian kami pun sampai didepan rumah .


...Maaf kawan jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terimakasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali masukkan dari kalian, terimakasih sekali lagi telah membaca novel ini, nonton episode selanjutnya ya🙏🙏🙏...


__ADS_2