
" Mau ngapain ke perpustakaan ..., belajar nya kan dikelas kak..., udah lah kak menipu sangat lah ,"( ucap ku kala itu pada Leon ).
" Bisa tak ..., tak usah berantem lagi, tigal nurut apa susah nya sih"( ucap Leon kala itu pada ku ).
" Kak aku tak nak lah bertengkar dengan pacar you ...,"( ucap ku kala itu pada Leon ).
" Siapa ...,"( tanya Leon kala itu pada ku ).
" Viona ...., sudah lah kak plisss ..., saya disini hanya ingin sekolah, saya tak ingin cari masalah dengan siapapun termaksud dengan pacar you ...., "( ucap ku kala itu meninggalkan Leon ).
Leon yang biasanya selalu menang namun saat itu Leon menyerah karena pada akhirnya hanya akan ada penolakan dari ku saat itu ....
sesampainya aku di kelas saat itu bangku yang awalnya penuh dengan coretan pun bersih seketika .
Entah siapa yang membersihkan atau bahkan Menganti nya aku tak peduli saat itu yang ku ingin kan saat itu hanya belajar belajar belajar dan segera lulus ....
Saat aku mulai duduk kursi ku saat itu ...
betapa bahagianya aku saat aku lihat tas Lina berada disamping kursi ku saat itu, namun saat aku mencari dimana sahabat ku itu entah dari mana dia mengejutkan ku karena dia sudah duduk disamping ku saat itu .
" Hayyyy ....,"( ucap Lina kala itu menegur ku ).
Aku yang tanpa ba-bi-bu pun langsung memeluk sahabat ku itu ....
" Lo kenapa Feb ...,"( tanya Lina kala itu bertanya pada ku ).
" Gak papa kok, kangen aja ..., kangen sama kamu Lin udah berapa Minggu kamu gak sekolah gak kangen aku kamu Lin ,"( ucap ku kala itu dengan memeluk dan entah mengapa air mata ku saat itu tak bisa terbendung ).
__ADS_1
" Pliss lah Feb ...., jangan peres napa ..., "( ucap Lina kala itu berusaha membuat ku tersenyum ).
" Apa sih Lo Lin ...., oh y alim entar pulang sekolah ke rumah gue yuk ....,"( ucap ku kala itu pada Lina ).
" Waduh kalau hari ini gue gak bisa, biasa mau kangen-kangenan sama ayang ....,"( ucap Lina kala itu centil ).
" Tumben Lo ....,"( ucap ku kala itu sewot ).
" Ya gak papa gak tau kenapa kangen aja sama ayang gue gak papa kali masa gue harus liat Lo sama Leon muluk mesra-mesraan kan gak adil ...,"( ucap Lina kala itu pada ku ).
" Apa sih loh Lin ..., oh ya Lin kalau Lo mau ke rumah gue kapan-kapan gue kenali Lo sama kakak sahabat gue ...,"( ucap ku kala itu antusias ).
" Kakak Lo ..., sejak kapan Lo punya kakak Feb ...????,"( tanya Lina kala itu pada ku ).
" Ya kakak-kakak an lah Lin ...,"( ucap ku kala itu ).
" Ngapain Lo ngenalin gue sama kakak-kkak Lo ..., paling paling juga cewek..., kagak mungkin lah lo berani punya kakak-kakak an laki-laki bisa-bisa di tonjok tu kakak Lo sama Leon ,"( ucap Lina kala itu meledek ku ).
" Feb ...., Lo sama Leon baik-baik aja kan ,"( tanya Lina yang saat itu bingung melihat tingkah sahabatnya ini).
" Gue gak papa ..., dan kenapa Lo tanya tentang Leon ke gue ,"( tanya ku kala itu sewot dengan Lina yang tak mengerti apa-apa).
" Feb ..., gak lucu feb ....,"( ucap Lina kala itu ).
" Apa nya sih yang lucu Lin, gue gak lagi ngelawak Lin, perlu Lo tau Lin selama Lo gak masuk sekolah gue dibully sama geng Viona, dan semua orang di kelas ini termaksud Leon ,"( ucap ku kala itu menjelaskan pada Lina ).
" Ah gak mungkin lah Feb..., Leon itu sayang banget sama Lo, se salah apapun Lo didepan Leon dia pasti bakalan maaf in Lo, jadi gak mungkin kalau Leon nyakitin Lo apa lagi ikut-ikutan bully Lo ,"( ucap Lina kala itu tak percaya dengan pernyataan ku ).
__ADS_1
" Ya udah lah Lin kalau Lo gak percaya, percuma juga kan gue jelasin ke Lo karena gue percaya Lo gak akan pernah percaya apa kata gue karena Leon temen Lo dari lama sedang kan gue hanya anak baru disini,"( ucap ku kala itu pada Lina dan mendiamkan Lina saat itu ).
Lina yang saat itu melihat ku seakan tak percaya pun hanya bisa diam dan bungkam saat itu .
Setelah semua pelajaran selesai hari itu aku yang saat itu bungkam dengan Liana pun tak berkata apapun saat itu dan pergi dari sekolah tanpa peduli dengan sekitar saat itu .
" Feb ....,febb .....,"( triak Lina kala itu mengejar ku ).
Aku yang saat itu asik dengan hp ku pun tak peduli apapun saat itu .
Lina yang saat itu masih berusaha untuk mengejar ku pun terhenti ketika aku sudah menaiki sepeda motor metik dengan seorang laki-laki dan yang pasti bukan Leon, ayah atau pun tukang ojek .
Laki-laki itu tampan, gagah, berseragam, hitam manis, entah mengapa Lina saat itu hanya bisa terdiam melihat kepergian ku.
Leon yang saat itu melihat ku pun berusaha mengejar ku namun dihalau oleh Lina .
" Yang ..., ajing kenapa sama laki-laki bajing an itu lagi sih,gue bakal dapetin Lo lagi dek, dan gue gak akan buat kesalahan yang kesekian kali sama Lo dek,"( ucap Leon kesal saat itu ).
Lina yang saat itu tak jauh dari Leon pun menghampiri Leon dan bertanya tentang maksud dari perkataan Leon saat itu .
" Hay Leon ..., "( saos lins kala itu basa-basi ).
" Oh Lo Lin ..., tumben belum balik Lo ,"( tanya Leon kala itu pada ku ).
" Belum nih...., oh ya Leon gue mau tanya nih boleh tak ,"( ucap Lina kala itu pada Leon ).
" Mau tanya apa Lin, tanya aja santai lah kaya baru kenal gue baru aja Lo Lin ,'( ucap Leon kala itu mencair kan suasana ).
__ADS_1
" Ini gue lihat Feby sama laki-laki lain Lo gak papa kan ,"( tanya Lina kala itu pada Leon ).
...**M**aaf kawan jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terimakasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali masukkan dari kalian, terimakasih sekali lagi telah membaca novel ini, nonton episode selanjutnya ya🙏🙏**...