
saat tubuh ku sudah membaik, aku pun diizinkan dokter untuk kembali ke asrama ku, dan kami aku dan kak Bayu pun berpisah, namun ada satu jari yang mengikat dari kami untuk selamanya.
kak Bayu laki-laki dewasa, cuek, gagah, tidak hitam dan tidak putih, tinggi, badan yang sedikit berisi, lesung pipi yang membuat semua orang terpesona jika melihat dia tersenyum, begitu juga aku saat pertama kali bertemu kak Bayu dirumah ku,dirumah komandan kak Bayu yaitu rumah ayah ku.
saat aku kembali asrama ku, aku pun melakukan kegiatan yang seharusnya aku lakukan setiap harinya.
__ADS_1
- sholat
- apel
- piket
__ADS_1
- masak
- olahraga
dan masih banyak yang lain.
__ADS_1
dan hingga akhirnya aku pun dapat cuti untuk kembali ke Jakarta bertemu ayah, bunda dan kekasih ku kak Bayu...