
Saat aku masuk dalam ruangan ku pun dan melihat Leon yang mondar mandir gak tau apa yang dia cari atau apa yang dia sembunyikan, saat itu aku yang diam dan memperhatikan nya dengan duduk pun akhirnya memberanikan bertanya .
👧" Kak ...."
(pagil ku pada Leon yang masih berdiri dengan wajah yang sangat bingung dan pucat saat itu).
👧" Kakak ...., kak...., kak ...?"
(tegur ku usil kala itu).
👦" Apa sih dek .... "
(jawab Leon santai dengan berjalan kesabaran kemari).
👧" Kak ... "
8pagil ku usil).
👦" Apa "
(jawab Leon cuek).
👧" Kakak ..., kakak ...., kakak ....kakak ... "
(panggil ku lebih usil kala itu).
👦" Apa toh dek dari tadi kakak jawab apa apa gak direspon balik "
(ucap Leon kesel dengan keusilan ku saat itu).
👧" Salah sendiri mondar mandir gak jelas dari tadi "
(ucap ku kesel dengan tingkah Leon hari ini).
👦" Iya iya maaf ...., kakak kan cuman pengen jaga ini kamu aja dek "
(jawab Leon asal dengan wajah yang berusaha tersenyum).
👧" Kamu lagi nunggu siapa toh kak "
(tanya ku kala itu Khawatir).
👦" Kenapa sih dek ??? "
(goda Leon kala itu mendekat).
👧" Aa gak papa, tanyakan aja kenapa emang gak boleh"
(ucap ku sewot kala itu).
👦" Kenapa ????, kamu takut kakak selingkuh ya, atau kamu takut kalau pacar kakak yang lain nyamperin kakak di ruangan kamu ya "
(ucap Leon menggoda ku kesal itu).
👧" Apa sih ...., serah serah kamu kalau kamu mau selingkuh , kamu yang ngelakuin kok aku yang bingung, tapi kalau aku Sampek tau kamu selingkuh Jangan pernah cari Adek, atau bahkan jangan harap Adek mau ketemu kamu lagi kak, Jang pernah berharap kakak bisa tau kabar Adek, kakak gak akan bisa menemukan kabar adek meskipun kamu punyak 1000 pengawal sekali pun "
(ucap ku tegas kala itu ).
👦" Is is is ...., seram nya ....."
(ngoda Leon kala itu berfikir).
👧" Aku gak pernah becanda dengan kata-kata ku kak, sekali pun aku harus berusaha ikhlas untuk itu "
(ucap ku tegas tanpa ku sadari aku meneteskan air mata dan tangan yang. Masi mengepal).
👦" Is is is .... , sudah lah kakak gak akan mungkin lakuin itu, kakak gak akan punyak hati Setega itu untuk nyakitin kamu ..."
(ucap Leon dengan menghapus air mata ku yang tak kunjung berhenti).
👧" Is sudah lah ...."
__ADS_1
(ucap ku menyingkirkan tangan Leon dan berusaha pergi dari leon).
👦" Apa sih ...., gak ada angin gak ada ujian nangis- nangis sendiri, sudah lah kakak gak akan melakukan hal jahat itu, kalau kakak nyakitin kamu percumah lah kakak nunggu kamu selama ini "
(ucap Leon tegas Dangan menatap dan mengusap rambut ku).
👧" Tapi kan ...."
(ucap ku kala itu dengan isakan tangis yang tak terhentikan).
👦" Sudah ...., gak capek apa nangis terus, tuh lihat matanya jadi bengkak ..."
(ucap Leon menenangkan ku kala itu).
Dengan air mata ku yang tak kunjung berhenti Leon yang dari tadi berusaha menenangkan ku pun akhirnya memeluk ku erat, karena mungkin dengan cara memeluk rasa sakit atau rasa benci atau rasa Khawatir seseorang akan berkurang, dan ya entah kenapa saat dia memeluk ku saat itu lahan per lahan air mata ku mulai terhenti, Leon yang ku kira hanya ada rasa percaya ingin di mengerti dan dipahami hari itu, detik itu, saat itu dia menjadi orang yang sangat dewasa, entah kenapa .
Saat air mata ku mulai terhenti mata yang mungkin juga sudah lelah pun terlelap saat itu.
Dan Leon yang masih mencari perempuan yang ingin mengusik gadisnya pun keluar dari ruangan itu dan mencari perempuan itu .
👧" Lo mau kemana Leo "
(tanya Lina Lina kala itu bingung).
👦" Gue mau cari perempuan sialan itu "
(ucap Leo dengan nada tinggi).
👧" Siapa ..."
(tanya Lina yang masih kebingungan kala itu melihat tingkah Leon yang marah).
👦" Udah lah entah gue ceritain, sekarang gue cabut dulu, gue gak mau gadis gue kenapa-kenapa, tolong jaga ini gadis, perempuan, pacar gue pliss,gue percaya sama Lo Lin "
(ucap Leon dengan mencium kening ku perlahan dan pergi).
👧" Tapi ..., kalau Feby bangun gue Jawab apa Leon ??? "
👦" Jawab gue lagi ada urusan diluar, dah itu aja"
(ucap Leon tegas dan lantang kala itu).
👧" Oke ..."
(ucap Lina yang takut akan ekspresi Leon kala itu).
Saat Leon pergi dari ruangan itu Lina yang masih menunggu ku dan membaca komik pun kaget saat datang perempuan yang di cari-cari Leon saat itu .
👧" Mau ngapain Lo kesini "
(tanyakan Lina sewot dan beranjak berdiri).
👧" Kenapa ...., Lo takut cewek cupu ini tau yang sebenarnya "
(ucapan viona dengan tidak ada etika masuk tanpa permisi).
👧" Jangan usik atau sentuh sahabat gue "
(ucap Lina tegas kala itu).
👧" Kenapa ...., kenapa ... , takut dia jadi gila apa lu takut dia mati "
(ucap viona ngegas kala itu).
👧" Eh jaga ucapan Lo, kalau Lo mau cari keributan mending keluar, ini rumah sakit, dan Feby lagi istirahat "
(ucap Lina lembut namun tegas ).
👧" Kenapa ...."
(ucap Viona menantang berusaha membangunkan ku saat itu).
__ADS_1
👧" Dia gak salah apa-apa, Lo punyak masalah sama Leon bukan sama Feby, mendingan Lo keluar "
(ucap Lina tegas Dangan menarik tangan viona agar keluar dari ruangan itu).
👧" Jangan tarik-tarik gue ..., gue pengen ngomong sama siapa itu , si cabe ..."
(ucap viona menghina ku kala itu membuat Lina semakin geram).
👧" Lo...., Lo jaga ya mulut Lo, kalau gak ..."
(ucap Lina yang dari tadi sudah menahan emosi kini semakin meledak-ledak).
Lina yang dari tadi sudah menahan amarahnya dan berusaha untuk tidak membuat keadaan semakin runyam, dengan tangan yang sudah mengepal, amarah yang sudah menyalah saat itu entah hantu apa yang memasuki tubuh Lina saat itu juga Lina menampar perempuan yang tidak ada akhlak nya dan teriak an viona yang menjadi-jadi itu membuat ku tersadar dari tidur .
👧" Awwwwwwww ...., sakit mamah ..."
(ucap viona memegang pipinya kala itu karena tamparan Lina).
Seketika aku terbangun dari tidur ku karena suara berisik itu.
👧" Gi mana oleh-oleh tangan ku"
(ucap Lina meledek kala itu).
Aku yang saat itu bingung dengan keadaan Lina yang sangat marah saat itu dengan siapa saat itu aku pun tak tau .
👧" Apa -apa an kali, bertengkar di rumah sakit, gak ada tempat lain "
(ucap ku dengan kaget saat itu ).
👧" Eh putrinya sudah bangun ternyata...., nyenyak banget ya Sampek gue Dateng Lo gak sadar "
(ucap viona dengan sewot kala itu).
👧" Eh Lo siap Dateng Dateng buat keributan aja ditempat inap gue, kalau ribut tau tempat biasa gak"
(ucap ku ketus kala itu).
👧" Lo belum tau gue ...., kasihan sekali ya ...., gue ....."
(belum selesai vio bicara Lina menampar sekali lagi muka vio).
plakkkkk
👧" Awwwwwwww ...., apa-apan Lo ...."
(ucap viona kala itu).
👧" Karena percuma punyak muka bidadari kalau hati Lo kayak iblis paham Lo, sekarang juga Lo pergi dari sini "
(ucap Lina dengan amarah yang tak terkendali).
👧" Apa-apaan Lo bilang gue iblis "
(plak sebuah tamparan melayang dari tangan viona).
👧" Awwwwwwww , susah kalau ngomong sama orang gak punyak hati kayak Lo "
(ucap Lina saat itu dengan memegang pipi saat itu).
👧" Udah stop ...., ini rumah sakit, dan buat Lo gue gak kenal Lo kalau Lo Dateng kesini cuman buat keributan aja, mendingan Lo pergi dari sini, sebelum satpam disini ngusir Lo, dan gue cuman persen sama Lo kalau Lo emang Punya masalah sama gue kita selesaikan diluar Jangan disini, ini tempat orang sakit "
( ucap ku tegas kala itu hanya ingin menghentikan pertengkaran itu).
👧" Dia memang harusnya di rumah sakit, tapi bukan rumah sakit kayak Lo dirawat sekarang, dia harusnya ke rumah sakit jiwa, bukan ke sini "
(ketus Lina pedas kala itu).
👧" Apa-apaan Lo bilang gue gila????, kalau gue gila Lo apa ????"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=▶️▶️▶️▶️▶️▶️
__ADS_1
...*M**aaf kawan jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terimakasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali masukkan dari kalian, terimakasih sekali lagi telah membaca novel ini, nonton episode selanjutnya ya🙏🙏🙏*...