
Sesampainya aku di rumah dan aku yang saat itu sibuk dengan persiapan tes fisik ku untuk menjadi seorang anggota TNI.
Ayah dan bunda selalu ada dan akan selalu menjadi Hiro ku, saat rasa lelah yang ku jalani untuk ujian Nasional kemarin, rasa dimana gue capek, gue butuh istirahat tapi ayah dan bunda selalu berkata .
" Saat kamu ingin santai dan istirahat disini, tanpa kamu sadari banyak pesaing mu yang berusaha mati-matian untuk mengalahkan mu sayang, kamu boleh istirahat, wajar jika kamu capek, tapi ini bukan saat nya sayang kecuali kamu mengurungkan cita-cita mu ".
Aku yang saat itu berfikir dengan ucapan bunda dan ayah saat itu pun dalam hati.
* Iya gue capek, tapi perjuangan gue gak boleh sia-sia hanya karena gue Istirahat sejenak, gue bisa, gue kuat kok, ini keputusan gue, dan ini yang harus gue jalanin *
( dalam hati ku tanamkan perinsip itu ).
" Baik Bun Feby pasti bisa, doa in Feby ya Bun,"( ucap ku kala itu ).
" Oke kalau gitu besok kita latihan fisik, "( ucap ayah pada ku kala itu ).
" Sama ayah, oke sih kalau sama ayah ,"( ucap ku kala itu pada ayah ).
" Iya sama ayah, semoga aja gak ada tugas mendadak ya sayang ,"( ucap ayah kala itu pada ku ).
" Amin ...., kangen banget rasanya latihan fisik sama ayah dan kawan ku yang di Bandung juga, "( ucap ku kala itu menunduk ).
" Sudah sekarang kamu Istirahat, jangan sampai besok telat, karena mulai besok hukum sudah berlaku lagi sayang ,"( ucap ayah tegas kala itu padaku ).
" Siapa komandan ,"( ucap ku dengan hormat saat itu ).
" Selamat malam sayang ,"( ucap bunda dan ayah kala itu ).
" Selamat malam juga yah Bun, mimpi indah ,"( ucap ku kala itu meninggalkan ayah dan bunda ).
__ADS_1
Sesampainya aku di kamar kala itu entah apa yang ada dalam pikiran ku saat itu, menulis berbagai macam surat untuk Leon, Lina dan Viona entah mengapa aku selalu kepikiran tentang Viona padahal jika dipikir-pikir aku tak pernah dekat dengan nya, jika aku menulis surat Harus bukan buat Viona tapi buat sahabat ku yang berada di Bandung tapi aku gak melakukan nya, entah penderita seperti apa yang dialami oleh Viona selama ini yang pasti semenjak percakapan ku dengan dia waktu itu aku pingin banget jadi sahabat dia, setidaknya dia punya teman cerita, ah sudahlah hari sudah mulai malam semua surat sudah ku tulis, butuh waktu satu Minggu untuk melihat pengumuman kelulusan ku, dan satu bulan kedelapan fisik harus ku siapkan karena bulan besok adalah awal perjuangan ku.
Saat senandung musik yang ku dengan mengantarkan ku tertidur lelap dimalam ku saat itu Samapay tiba sang mentari menyambut ku pagi itu.
Aku yang saat itu sudah siap pun langsung berlari kebawah.
" Bunda ...,"( triak ku kala itu ).
"Iya sayang, tumben udah bangun ,"( ucap bunda kala itu terheran-heran ).
" Iya harus sudah bangun lah Bun, Feby gak mau dihukum sama ayah gara-gara Feby telat latihan ,"( ucap ku kala itu dengan meminum air putih ).
" Ayah..., kamu gak di kasih tau ayah memang nya ,"( tanya bunda kala bingung ).
" Di kasih tau apa Bun, Ayah di mana Bun ,"( tanya ku kala itu mencari keberadaan ayah ).
" Ayah Pagi-pagi tadi berangkat keluar kota sayang ,"( ucap bunda kala itu ).
" Tapi ada Bayu di depan, bunda kira Janji sama kamu ,"( ucap bunda kala itu ).
" Ngapain kak Bayu kesini, apa dia gak tugas, Feby gak Janji sama kak Bayu, Feby sadar kali Bun kalau selama ini Feby udah ngerepotin kak Bayu banget Bun, mana mungkin Feby nganguin tugas dia ,"( ucap ku kala itu pada bunda ).
" Lah terus dia kesini mau ngapain Sayang, soalnya dia make baju olahraga juga sayang ,"( tanya bunda saat itu pada ku ).
" Nggak tau Bun ,"( ucap ku singkat kala itu ).
" ya udah samperin sana sayang ,"( ucap bunda saat itu ).
" Iya Bun ,"
__ADS_1
Aku yang saat itu berjalan menghampiri kak Bayu pun bengong dan kaget saat aku tau didepan bukan hanya kak Bayu tapi juga Leon.
" Halo kak ,"( ucap ku tanpa melihat ada siapa saja di luar saat itu ).
" Halo Feb ,"( ucap kak Bayu kala itu ).
" Mau ngapain kak ,"( tanya ku kala itu tanpa peduli ada Leon saat itu ).
" Kakak disuruh ayah buat ngelatih kamu ,"( ucap kak Bayu kala itu ).
" Ampun ..., sorry ya udah ngerepotin kakak lagi, ayah juga gak bilang kalau berangkat tugas keluar kota tadi pagi, Feby bisa sendiri kok kak serius deh ,"( ucap ku kala itu ).
" Santai aja kali dek, kakak juga lagi gak tugas jadi bisa kesini, kalau kakak ada tugas pun kakak gak mungkin kesini kan ,"( ucap kak Bayu kala itu ).
" Dia joging sama gue ,"( sahut Leon saat itu ).
" Apa-apaan Lo Dateng-dateng sewot kayak gitu ,"( ucap ku kala itu ).
" Kamu joging sama kakak, dan satu lagi buat Lo jangan deketin tunangan orang ,"( ucap Leon kala itu pada kak Bayu ).
" Sorry saya hanya melaksanakan tugas dari komandan saya, maaf kalau gitu saya pergi saja ,"( ucap kak Bayu kala itu merasa bersalah ).
" Kak Bayu tunggu ditanam saya samperin, saya udah janji sama ayah buat latihan ,"( ucap ku kala itu pada kak Bayu ).
" Gak gak gak apa-apaan sih kamu sayang, kamu joging sama aku dan latihan sama aku ,"( ucap Leon saat itu ).
" Tolong jangan dengerin kak tunggu di taman ya kak, Feby mau ambil sepatu dulu ,"( ucap ku kala itu ).
" Iya dek ,"( ucap kak Bayu kala itu meninggalkan rumah ku saat itu ).
__ADS_1
saat kak Bayu sudah meninggal rumah ku saat itu Leon yang dari tadi berusaha untuk marah pun mulai berusaha mengontrol emosinya saat itu karena dia tau semakin dia marah semakin aku tak akan berkata apapun pada dia .
...*Maaf kawan jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terimakasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali masukkan dari kalian, terimakasih sekali lagi telah membaca novel ini, nonton episode selanjutnya ya🙏🙏*...