
Selang beberapa menit kami menantikan kabar ayah yang saat itu, dan ya ruang ICU telah terbuka dengan dokter yang telah keluar dari sana di dampingi oleh beberapa suster dengan keringat yang sangat bercucuran menghampiri kami .
dokter :" buk apa saya bisa bicara sebentar dengan ibu,"( ucap ku kala itu lembut pada perempuan ini ).
bunda :"baik dok di mana,"(ucapku kalau itu panik melihat ekspresi dokter itu).
aku yang saat itu sedikit menjauh dari putriku pun dan mengambil dokter itu dan berbincang tentang kondisi suamiku.
__ADS_1
dokter:"begini bu sebelumnya saya minta maaf Namun karena kelainan jantung ini yang begitu lama diderita bapak Mungkin beliau membutuhkan donor jantung secepatnya memang donor jantung tidak menjamin keselamatan bapak juga tapi setidaknya memperlambat usia seseorang untuk kembali ya minimal 50 50,"(ucapku kala itu sedikit khawatir akan ekspresi perempuan).
bunda:"saya minta yang terbaik tapi bukan untuk melukai orang lain Saya memang bukan Tuhan dan dokter pun juga bukan Tuhan yang bisa menentukan usia seseorang saya percaya dirimu atau flash apapun bisa menyembuhkan tanpa harus menyukai orang lain hanya itu yang ingin saya wujudkan,"(pacarku kala itu pada dokter yang menangani suamiku ).
dokter :"emang benar kamu bukan Tuhan kami hanya seseorang yang diberikan ilmu sedikit untuk bisa membantu seseorang agar sembuh namun hal itu hanya untuk memperlambat agar usia seseorang bisa diperlambat dan maaf jika memang itu tersinggung dengan apa yang kamu ucapkan namun kelain jantung yang dialami bapak memang sudah sangat lama dan kami tidak yakin dengan terapi yang bisa membuat bapak untuk tetap sehat seperti dulu kan memang begitu bapak tapi bukan selama ini bapak yang meninggalkan segalanya agar terlihat sehat dari keluarga,"(ucapkan kalau itu terbata-bata sama dengan bagaimana cara menyampaikan).
dokter :"baik kalau begitu Bu Saya permisi dulu,"(ucapku kala itu pada ibuku dan meninggalkanya ).
__ADS_1
selama berapa menit kepergian dokter air mataku tiba-tiba rumput apa yang aku pikirkan aku tak bisa berkata apapun aku tak bisa berbuat apa-apa aku percaya Allah tahu segalanya terbaik untuk suamiku meski ini berat dan ini sangat berat namun hanya hikmah yang harus dipetik dari semua pelajaran hidupku, mengapa dalam lamunan dan kesendirianku tubuhku begitu lemas dan mataku tak jelas apa-apa hanya air mata yang berlainan dari mataku tanpa aku melihat adanya seseorang namun aku mendengar suara putriku berteriak menyebut namaku.
Feby :" bunda ...,"(beri aku kala itu melihat Bunda yang terkapar begitu lemas).
aku yang saat itu berlari menghampiri Bunda dan menulis kepala perempuan begitu tak berdaya dan tak bisa berbuat apapun.
Feby :"bunda bangun apa yang terjadi bunda harus bangun Bunda harus sehat, jangan seperti ini Bunda ayah begitu bunda bunda harus bangun ayah Kenapa bunda,"(ucapkan kalau itu begitu panas melihat keadaan Bunda yang begitu pucat dan tak berdaya kalau itu).
__ADS_1
...Maaf jika cerita membosankan saya Masi harus banyak belajar karena saya masih pemula dan ingin mencoba, terima kasih telah membaca novel saya, saya butuh sekali kesukaan dan keritik dari kalian, terimakasih 🙏🙏....