GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
Awal kehancuran Armadja - - -


__ADS_3

Mentari hari ini nampak senyum semringah menyambut pagi dengan bahagia


Burung burung menari di pucuk pohon dengan riangnya kehidupan ini sangat indah bagaikan angin yang menerpa dedaunan dengan ringan nya kebahagiaan ini bahkan menyalur pada nadi keluarga armadja yang memiliki kehidupan penuh dengan cinta.


"sheren ayo bangun sayang" ucap Sania yang tak lain adalah mama shere sambil mengusap pipi chubby anaknya


" iya ma ini sheren bangun" ucap gadis kecil berumur 4 tahun ini mengeliat dan duduk


"yaudah kamu mandi mandi dulu yuk kamu bau asem" ucap Sania sambil menggendong sheren menuju kamar mandi


" ih mama sheren ini wangi loh" ucap sheren polos nan menggemaskan


setelah 15 menit akhirnya mereka turun kemeja makan yang sudah ada arseno Armaja papa sheren dan Damian sherel armaja kakak sheren.setelah itu sheren turun dari gendongan mamanya dan langsun berlari memeluk papanya


" selamat pagi papa" ucap sheren setelah memeluk papanya


" pagi cantik" ucap arsen sambil mengecup pipi chubby sheren yang sangat menggemaskan


cup tiba tiba sheren mengecup pipi kakaknya gemas Damian yang dikecup pun sangat gemas melihat adiknya yang lucu


cup cup cup Damian mengecup sheren tiga kali sheren hanya terkekeh kecil sambil memperlihatkan lesung pipinya yang begitu menawan


" ih mama gak di cium nih " ucap Sania berpura pura kesal dan cemberut


"yaudah deh Damian sama dheren aja yang cium mama" ucap Damian sambil beranjak untuk mencium mamanyaa dan cup cup


" udah kan ma" ucap Damian sambil terkekeh


" udah yuk makan papa udah laper ni" ucap arsen kesal pasalnya ia sudah menunggu sedari tadi loh haha


" iya pa" ucap Sania sambil menaruh nasi kadalam pirin suaminya


hening yang ada hanya suara sendok dan garpu yang saling berdentingan setelah selesai makan


" ma papa sama Damian berangkat dulu ya " ucap arsen berpamitan kepada sang istri dan dan tifak lupa mengecup kening istri dan anaknya


" iyaa pa hati hati dijalan" ucap Sania dan sheren bersamaan sambil menghantarkan mereka sampai depan rumah


" assalamualaikum" ucap arsenn dan Damian serempak


" waalaikumsalam" ucap sheren dan Sania setelah mobil menjauh dari perumahan mereka memilih untuk masuk


" ma nanti kalo sheren udah sekolah sheren mau berhijab kayak mama" ucap sheren kepada Sania


" wah anak mama hebat " ucap Sania yang gemas akan putrinya ini


" iya dong sheren gitu loh" ucap sheren sombong dan terkekeh Sania pun ikut terkekeh rumah yang besar dan megah itu akan selalu terlihat rame akan tingkah polos sheren dan Damian yang sangat lembut dan penyayang


kini jam menunjukkan pukul 15.00 arsen dan Damian tentunya sudah pulang sedari tadi dan kini mereka berada di taman belakang melihat sheren dan Damian yang salin berkejaran dan saling tertawa lepas seolah kebahagiaan itu tidak mau hilang dari keduanya

__ADS_1


sedangkan ditempat lain ada sosok pria yang tersenyum licik sangat bahkan dan berkata " lihatlah Tuan arseno armaja malam ini akan menjadi malam yang indah bagimu" ucap pria itu menyeringai dan tertawa jahat


hingga tiba tiba ada seseorang mengetuk pintunya


" masuk" ucapnya dingin setelah itu pria berbadan kekar itu masuk


" sudah siap semuanya tuan" ucap pria berbadan kekar itu


" baiklah kita akan menyerang pukul 8 malm nanti dan pastikan tidak ad orang disekitar rumah itu" ucap pria itu


" baik tuan saya permisi" ucapnya


dikediaman armaja hari ini waktu berjalan seperti biasa namuun entah kenapa malam ini sangat mencekam di keluarga bahagia ini


dor dor dor suara tembakan menggema kemana mana didalam rumah arsen menyembunyikan anak dan istrinya


" kalian disini saja ya biar papa yang melihat " ucap arsen takut bercampur khawatir menjadi satu


" pa jangan pa aku gak mau kamu kenepe Napa" ucap Sania namun tidak dihiraukan oleh arsen tanpa pikir panjang sania memasukan kedua anak nya kedalam lemari dan langsung menyusul suaminya


setelah Sania keluar dari kamar Damian juga keluardari lemari sambil memeluk adiknya dan berkata " kamu disini aja ya dek kakak mau jagain mama sama papa" ucapnya langsung mengunci lemari itu rapat dan langsung pergi namun naasnya kedua orang tuanya sudah todong dengan pistol lalu Sania lari dan memeluk Damian dengan erat seolah memberi perlindungan


" haha ternyata kau penakut tuan arsen" ucap pria itu terkekeh geli


" Jackson jangan macam macam kau ya" ucap Arsenal dingin sambil memeluk istri dan anak nya


" Mama bangun ma hiks hiks jangan tinggalin Mian ma bangun" ucap Damian menggoyang kan tubuh mamanya sambil menangis dan menciumi seluruh wajah mamanya


sedang kan sheren yang mengintip dari lubang kecil lemari itu menangis dan mencoba menahan Isak tangisnya


" biadap kau Jack membunuh istriku" ucapnya arsen marah dan ingin menghajar Jack tapi ia sudah ditembak oleh anak buah Jack


dor dor dua tembakan sekaligus mengenai kepala arsen hingga kepala itu hancur


" papa" ucap Damian ingin menghampiri papa nya dan langsung ditembak mengenai perut dan jantung nya


" argh"


" haha sekarang pembalasan ku sudah selesai arsen dan harta keluarga ini akan menjadi milik ku" ucapnya licik


"bakar rumah ini" ucapnya langsung pergi setelah itu anak buahnya membakar rumah itudan langsung pergi


hingga pukul 10 malam banyak warga yang mencium bau asap dan keluar dari rumah untuk memastikan dari mana asap itu berasal dan betapa terkejutnya orang itu ternyata kebakaran ia berteriak memanggil para warga akhirnya para warga keluar untuk membantu dan tidak lupa memanggil pemadam kebakaran dan tiba tiba ada mobil sport berwarna hitam bercampur silver itu berhenti dan turun karna api mulai mengecil akhirnyaa ia pun masuk kedalam rumah tersebut dan iaendwnga Isak tangis anak kecil dari dalam lemari akhirnya ia memberanikan diri untuk membukanya dan betapa terkejutnya ia mendapatkan sosok gadis kecil didalam lemari" kyak ada anaak kecil" ucap nya terkejut lalu langsung menggendong anak kecil itu


" hiks hiks om aku mau sama mama papa" ucap gadis kecil itu terisak dan ketakutan karna tidak tega akhirnyaa pria itu menuruti keinginan gadis kecil itu dan memeluk erat tubuh yang bergetar hebat dari gadis kecil itu yang tak lain adalah sherena..


* rumah sakit


sudah satu jam pria dan sheren menunggu hingga suara pintu terbuka ceklek

__ADS_1


" dok bagaimana keadaan pasien" ucap pria itu bahkan dokter keluar saja dengan wajah masam dan menjawab


" maaf tuan ketiga pasien tidak dapat diselamatkan" ucap dokter itu lirih sheren yang mendengar langsung memeluk pria tampan itu dan menangis histeris


" on ayo kita masuk hiks hiks " ucapnya sheren sesenggukan sedang kan pria tampan itu tak kuasa membendung air matanya dan membawa sheren masuk


sheren yang melihat keluarganya terbujur kaku itu memeluk mamanya dan menagis


" Mama jangan tinggalin aku ma bangun ma ,pa bangun hiks hiks kak bangun " ucapnya lirih pria itu sudah tak bisa membendung air matanya yang sedari tadi ia tahan kini terjatuh bahkan dokter pun menjatuhkan air matanya karna suara sheren yang begitu menyayat hati dan dokter itu dengan lembutnya mengusap kepala sheren


" yang sabar ya cantik kamu jangan pernah merasa sendiri disini ada om yang akan menjagamu sekarang kamu ikut om pulang yuk ini udah malam besok kita kesini lagi " ucap pria itu lembut kepada sheren


sheren hanya diam dan mengangguk polos karna ia tau pria didepannya ini adalah orang baik


" ah iya kenalin nama om Alexander Angkasa Ricard" ucap pria itu yang lain adalah Alex


" namamu siapa sayang" ucap Alex lembut


" Airinun sherena putri Armaja om" ucap sheren lembut Alex tahu sherena adalah gadis yang lembut,sopan dan juga cerdas membuat ia berinisiatif, untuk menjadikan sheren sebagai anaknya


setelah tiga puluh menit akhirnya mereka sampai dikediaman Ricard


"mas bawa siapa" ucap wanita cantik yang tak lain adalah Zihan Audy Ricard istri Alex mengerutkan keningnya pasalnya suaminya ini tak pernah membawa anak kecil


"sheren ayo turun" ucap alex lembut sheren turun dari gendongan Alex sambil mencium tangan Zihan


" yaampun menggemaskan sekali kamu sayang" ucap Zihan gemas melihat wajah sheren yang memiliki sejuta pesona


" hai Tante" ucap sheren lembut


" sayang antar sheren kekamar ya" ucap Alex kepada Zihan


" iya mas... yuk sayang" ucap Zihan lembut tapi tiba tiba tubuh sheren melemas dan pingsan


" mas sheren pingsan" ucap Zihan khawatir


" yaudah sini biar aku yang gendong" ucap Alex


setelah pemakaman sheren kini menjadi anak angkat keluarga Ricard


-


-


-


jangan lupa tinggalkan jejak......


like,vote ,dan komenπŸ’–πŸ’–πŸ˜

__ADS_1


__ADS_2