
akhirnya safia sampai ruang tengah setelah bolak balik masuk lift karna ruang tengah berada dilantai dua jadilah mereka menggunakan lift saja dari pada menaiki tangga..
zerin dengan sangat cerianya selalu bernyanyi riang bersama Safia yang membuat semuanya tergelak kencang..
sekarang Safia lebih terlihat agak berisi Gilang dan Amar pun sangat menyukai Safia yang cantik dan juga cerdas dalam waktu beberapa jam Safia mulai bisa bahasa Indonesia walau belum semua. Karana, seusia dirinya itulah sangat mudah menangkap dan menghafal apa yang diajarkan. bahkan Alex pun membelikan baju baju lucu untuk Safia yang dengan kualitas terbaik atau branded. Safia tidak mau tapi mereka tetap memaksa Safia untuk menerima pemberian mereka. rencananya Safia besok akan dibawa pulang ke keluarga nya.
sherena yang mulai melihat bahwa Safia kelelahan pun angkat bicara " Safia ayo istirahat aku tahu kau lelah" ujar sherena terdengar datar. seketika zerin dan Safia berhenti bernyanyi
" iya kak, Safia akan istirahat" ujar Safia menunduk
zerin pun tergelak kencang " dik ubah nada bicara mu, tengok Safia takut tuh" ujar zerin sambil terus tergelak
" iya by kasian tuh kagak mau liat kamu" ujar Gilang sambil meraih tubuh Safia untuk digendong
" ya ya ya baiklah" ujar sherena sembari memutar bola matanya malas
*****
di belahan dunia ada sebuah pesantren yang sedang sibuk mempersiapkan pernikahan anak pemilik pesantren.
semua santriwati maupun santriwan yang tengah sibuk mendekorasi ruangan.
namun ada sosok gadis bercadar yang sedang duduk dibawah pohon rindang ia baru saja beristirahat setelah membantu yang lain nya..
gadis itu menatap danau dan banyak pepohonan rindang disekitarnya.....
terpaan angin itu sangat lembut menyapu hamparan wajahnya yang tertutup cadar..
ia membiarkan gamis dan cadarnya melambai terkena angin..
hingga ada sosok pemuda yang menghampirinya " Afwan ukh mau tanya, kamar mandi dimana ya" tanya pemuda itu kepada sosok gadis yang langsung menyingkap cadarnya yang terkena angin dan langsung menunduk kan pandangan nya
" kamar mandi ada di ujung sebelah kiri " ujar sang gadis bercadar masih tetap menjaga pandangannya. suaranya itu sangat lembut tapi bukan di buat buat, ia sudah mencoba berbicara dengan tegas namun tidak bisa. sebab itulah ia sangat pendiam dan jarang berbicara karna takut mengundang syahwat..
akh ralat ia memang sejak kecil dikenal sebagai gadis yang introvert yang lebih suka menyendiri. ia tidak bisa kelelahan ataupun mendengar suara yang sangat berisik maka ia akan sakit. ia memiliki penyakit syindom yang tidak bisa mendengar suara yang sangat berisik dan ombak laut. kepalanya mudah sakit jika terlalu banyak pikiran, akan tetapi ia mudah menghafal dan juga cerdas.
" jazaakillahu khairan ukh, permisi" ujar dari sosok pemuda itu sambil melangkah pergi
__ADS_1
gadis itu hanya mengangguk dan berlaku pergi juga ia...
namun langkahnya terhenti karna ada yang merangkul pundak milik nya. gadis itu tersenyum dibalik cadarnya " is Abang mah kagetin syahla aja deh" ujar gadis bercadar itu yang tak lain dan tak bukan adalah syahla adik dari Gus Alif
" ye biarin aja kali, nanti juga yang tak gandeng bukan kamu lagi. kan bentar lagi Abang gandeng nya ukh Fatimah wlek" ujarnya mendelik dan menjulurkan lidahnya
gadis itu memajukan bibirnya yang tertutup cadar " iya deh yang mau nikah, tapi caranya gak ngagetin juga dong" ujarnya mencebik sang kakak. kakaknya malah terkekeh melihat adik nya yang kesal..
" yaudah yuk masuk udah sore nih" ujar Gus Alif dan duangguki oleh syahla
*****
Safia sudah berada di sebuah kamar yang sangat luas dengan berpadukan warna putih kristal dan juga warna hijau lumut itu sangat cantik dengan langit langit kamar yang memiliki gambar binatang laut yang memiliki dimensi dan setiap sudut ruang terdapat beberapa ikan hias yang ditaruh dalam sebuah akuarium yang berukuran tidak terlalu besar dengan ikan berjenis arwana dan berbagai macam ikan hias lain nya......
Safia sangat kagum dengan mansion ini..
ia mulai melangkah kecil menuju sebuah pintu yang berada dikamar nya ini secara perlahan ia membuka pintu itu dan ternya itu adalah balkon. ia sekarang ada dilantai tiga yang berhadapan dengan kamar sherena. Safia kembali melangkah hingga langkahnya terhenti kala melihat taman bunga lili yang begitu memanjakan mata...
ia menatap bunga bunga itu dengan sendu..
itu adalah bunga kesukaan ayahnya, ia begitu menyayangi ayahnya bagaimna pun caranya ia tetap anak nya bukan?
hari saat ini mulai malam ia tadi sudah makan bersama keluarga sherena ia merasa terharu setidaknya masih ada orang yang menganggap nya ada...
ia mulai lelah dan menidurkan badannya, jujur walaupun ia anak orang kaya tetapi ia tidak pernah tidur dengan kasur yang sangat lembut nan nyaman. sedangkan dirumahnya yang megah ia tidur disebuah kasur lantai yang mulai rusak. ia sangat bersyukur dipertemukan dengan orang baik..
ia memejamkan matanya yang mulai berat dan lihatlah kini ia sedang berjelajah kedalam mimpi dengan damainya...
karna jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam jadi semua orang yang berada dimansion itu sudah tertidur namun tidak dengan sherena yang masih terjaga di balkon memandang dengan sayu menara Eiffel yang terlihat sangat indah di malam hari. jadi mansion tempat tinggal kakak nya menghadap menara Eiffel jadi langsung terlihat yah. sherena mulai lelah hingga ia balik ke kamarnya dan langsung tertidur dengan lelapnya...
*"*******
pagi ini sangat cerah menyambut dengan bahagia setiap insan yang beraktivitas, lalu lalang orang pun sudah mulai ramai, sang cahaya mentari kini mulai menyinari setiap belahan bumi,semerbak bunga yang mulai bermekaran,burung burung yang hinggap disahkan pohon pun sudah mulai berkicau, suara riuh para pengendara, sama halanya dengan 3 wanita yang sedang berada di kebun strawberry itu sangat antusias memetiknya dan menghirup udara pagi yang sangat segar. semua orang sudah mulai beraktivitas. kini strawberry itu sudah cukup banyak yang mereka petik sebagian mereka makan dan sebagian lagi dimasukkan kedalam kulkas. setelah itu mereka bergegas pergi menuju rumah Safia. didalam mobil ada safia, sherena, zerin, Rere dan juga hans. membutuhkan waktu yang agak lama untuk menuju kediaman Safia, sherena hanya meminum susu kotak dan juga salad buah.
setelah 45 menit perjalanan mereka pun sampai.sherena menekan tombol bel dan
ceklek
__ADS_1
suara pintu dibuka menampil seorang wanita paru baya yang mengenakan seragam art..
seorang art itu menatap heran kearah mereka namun ia berfikir itu rekan kerja tuannya " mari masuk nona tuan" ujar sang art sopan
mereka hanya mengangguk dan berlalu masuk dengan muka datar mereeka sendiri. art itu belum tahu jika ada Safia
" apakah tuan kalian ada dirumah" tanya sherena dingin
" ada nona, saya panggil kan dulu yah" ujar art itu dan berpamit pergi
dilantai 2 art itu memanggil dan mengetuk pintu kamar tuannya
tokk tokk tokk
"tuan ada yang mencari dibawah" ujar sang art sopan
sedang kan pria itu hanya mengangguk dan memilih pergi menemui sang tamu..
saat sudah berada di anak tangga terakhir ia sempat melirik sherena dan zerin yang sangat cantik membuat ia tersenyum kearah keduanya, tapi kedua gadis itu hanya memasang wajah datar.
pria itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal. umurnya itu masih 35 ia masih terlihat awet muda dan juga tampan tidak ada garis garis diwajahnya. setelah itu ia duduk di sofa yang berhadapan dengan sherena. ia menatap gadis kecil yang berada ditengah kedua gadis cantik itu. ia menatap anaknya sendiri dengan tatapan membenci.
"ada apa nona mencari saya" tanya sosok pria itu kita sebut saja dia Sam
" saya ingin mengantar pulang anak mu yang kemarin hampir tertabrak" itu suara datar milik zerin
" akh untuk apa nona menolongnya, kenapa tidak kau tabrak saja supaya dia mati. saya tidak membutuhkan dia karna, dia adalah anak pembawa sial" ujarnya sam penuh kebencian
sherena disana menatap Sam dengan sangat tajam " karna saya manusia yang memiliki hati, bukan seperti anda yang seorang ayah yang berhati iblis" ujar sherena dengan nada ditekan dan juga dinginnya
" kau tahu karna dia aku kehilangan wanita berharga dalam hidupku" ujarnya disana terdengar membentak
sherena kembali angkat bicara " jika kau tidak ingin kehilangan istrimu. lantas mengapa kau malah membuat istrimu hamil hah?" tanya tak kalah membentak. jika ia sudah membentak rasa ingin membunuh mulai bergejolak kan sudah dikatakan jika ia itu berjiwa psikopat namun tangan nya digenggam lembut oleh zerin dan juga safia.
Sam diam ia kalah telak oleh pertanyaan sherena
" bukan kah melahirkan seorang anak itu nyawa yang menjadi taruhannya? lantas mengapa anda malah menyalahkan dan membenci darah daging mu sendiri? ingat semua orang akan MATI?. apakah dengan membenci dan menyakiti anak mu sendiri akan mengembalikan dan menghidupkan istri mu kembali?" tanya sherena kini ia sudah mulai tenang
__ADS_1
Sam diam tak menjawab
" jika kau tak ingin mengurus Safia aku yang akan mengurus nya" ujar sherena lagi dan langsung menggendong Safia yang sedari tadi sudah bersimbah air mata