
setelah pulang dari kampus sheren dan zerin memilih untuk pergi kemarkas black samurai sebuah mafia terbesar dan ditakuti dengan kekejamannya nomor 2 didunia mafia ini milik Alex
"
" silahkan masuk nona muda" ucap seorang pria yang tak lain adalah orang kepercayaan sheren
" terimakasih Hans" ucap ze sambil tersenyum
sedangkan sheren hanya tersenyum tipis setelah itu kedua wanita itu masuk kedalam mobil.... setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di markas yang tak lain adalah mansion
" silahkan masuk nona" ucap mfioso yang berjaga didepan.. mereka berdua melangkah masuk kedalam mansion ..seketika mereka semua langsung membungkukkan badan mereka sebagai tanda hormat
" selamat datang nona" ucap semua Mafioso
" HM" ucap sheren dingin" kay panggil kan Mafioso itu" ucap sheren menunjuk seorang lelaki yang sedang duduk dipojok
" baik nona" ucap kay sambil berjalan mendekati mafioso yang ditunjuk oleh nona muda mereka sedangkan ze tau apa yang adik nya lakukan hanya diam dan duduk saja
" iya ada apa nona memanggil saya" ucap Mafioso itu sedangkan sheren tersenyum sangat mengerikan membuat mereka bergidik ngeri karna mereka tau jika nona muda mereka sudah tersenyum seperti itu maka akan ada nyawa melayang pada detik itu juga
" duduk " ucap sheren dingin dan tersenyum devil karna ketakutan akhirnyaa lelaki itu pun duduk " kay ikat dia" ucap sheren dingin tanpa kata kata lagi Kay mengikat tubuh pria itu
" apa salah saya nona" ucap pria itu seolah olah tidak mengerti apa pun... dan ucapan itu membuat gelak tawa sheren pecah namun sangat mengerihkan sambil memainkan pisau yang ia pegang dan berkata
" Hem menurut Lo kallo Lo nanem sayuran dan dalam sayuran itu ada hama harus hama itu harus Lo apain dibunuh atau dibiarkan Hingga taneman Lo mati " ucap sheren memberikan pertanyaan itu kepada pria itu
" ya hamanya akan saya bunuh lah nona mana mungkin saya membiarkan tanaman saya dimakan oleh hama" ucap pria itu polos tanpa dosanya menjawab pertanyaan sheren
" kau benar Regan" ucap sheren menyeringai
" dan kau adalah hama dalam mafia ku resi kau bahkan mengganti namamu menjadi Regan dengar resi aku bukan orang bodoh " ucap sheren dingin
" argh" suara teriakan regan dikala sheren memainkan pisau itu di bagian wajah Regan
" am ampun no na" ucap Regan terbata bata
" siapa yang menyuruhmu Hem" tanya sheren dingin kepada Regan
__ADS_1
tidak ada jawaban membuat sheren melukis kembali dibagikan dada bidang Regan sedangkan ze yang melihat adiknya itu bergidik ngeri Karana adiknya tidak akan pernah mengampuni siapa pun yang berani berhianat walau sampai orang itu menangis darah sheren pun tidak peduli bahkan sheren menyukai darah
" am pun no na" ucap Regan terbata bata
" yang menyuruh saya adalah mafia black dragon nona" ucap Regan menahan pedih diwajah dan dadanya setelah menjawab sheren langsung menusuk perut Regan
jleb..
jleb..dua kali tusukan mampu membuat nyawa Regan melayang
" kalian lihat sendiri bukan bagaimna nasip penghianat juga sudah tertangkap olehku jadi jika kalian ingin berhianat kalian harus berfikir seratus kali sebelum memulai ...paham kalian" ucap sheren dengan nada psikopat nya
" baik nona" ucap para Mafioso bergidik ngeri
sheren langsung pergi ke kamarnya untuk mandi karna baju yang ia pakai tadi sudah bau amis darah seorang penghianat
setelah tiga puluh menit sheren keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian dan juga hijabnya
" ai kok aku jadi takut ya ada di Deket kamu" ucap ze lirih kepada adiknya
" hei kak tatap aku ...ay gak akan pernah bunuh orang yang ay sayang kecuali dia berhianat jadi kakak gak perlu takut sama ay oke" ucap sheren sedikit lembut kepada kakaknya....ze hanya mengangguk faham
sheren mengguk
🔥🔥🔥
di perjalanan sheren melihat seorang wanita yang ketakutan karena sedang dikejar oleh tiga lelaki berandalan dan teriak teriak minta tolong karna ini sudah malam makanya jalanan sangat sepi
" tolong tolong jangan sentuh saya " ucap seorang wanita ketakutan
" haha kami akan melepaskan mu kalau kau sudah memuaskan kami nona " ucap seorang preman
" benar nona kita akan bermain main dulu" ucap preman kedua
sheren pun menyuruh Hans berhenti setelah mobil berhenti.....sheren turun dari mobil
" jangan sentuh gadis itu" ucap sheren dingin seketika semua preman menatap sheren
__ADS_1
" wah ternyata ada lagi bos malah lebih cantik" ucap preman tiga
" hey sinilah gadis kecil mari kita bermain main" ucap seorang preman dengan nada menggoda
" oh ternyata kau ingin bermain main denganku paman baiklah akan ku lakukan" ucap sheren sambil mengambil pistol nya dan
dor...dor....dor..tiga kali tembakan mengenai tigak preman tadi
sedang kan wanita itu ketakutan dan meremas ujung jilbabnya karna ini pertama kalinya ia melihat pembunuhan di depan matanya tapi tidak dengan sheren yang sudah terbiasa
" apa anda baik baik saja nona" ucap sheren memastikan keadaan wanita ini
" aku tidak apa apa ..terima kasih ya" ucap wanita itu tulus
" ayo kuhantar kau sampai rumah"ucap sheren kepada gadis itu
" terimakasih" ucap gadis itu ssetah masuk kedalam mobil
" eh iya namamu siapa" ucap gadis itu kepada dua wanita cantik yang berada disampingnya ini
" aku ze mbak ...kalo ini adik aku yang nolongin mbak namanya ay ....nama mbak siapa" ucap ze sopan
" oh iya namaku Fatimah" ucap gadis itu yang tak lain adalah Fatimah
" alamat rumah mu dimana mbak" ucap sheren kepada Fatimah
" tidak jauh dari sini ada pertigaan abis itu belok kiri nah nanti ada ponpes disitu rumah aku" ucap Fatimah
...setelah beberapa menit didalam mobil akhirnyaa mereka sampai depan pondok pesantren yang dimaksud Fatimah
" terimakasih ze Terimakasih ay" ucap nya sembari turun
" kalian gak mau mampir dulu" tawar Fatimah kepada mereka berdua
" gak usah mbak sekarang udah malem kapan kapan aja kita bakal main kesini" tolak sheren karna memang sekarang sudah pukul sebelas malam
" baiklah aku masuk ya assalamualaikum" pamit Fatimah
__ADS_1
" waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh" ucap keduanya serempak setelah memastikan bahwa Fatimah sudah masuk baru lah mereka pergi
.....................