
Taqoballahhu Minna wa minkum semua..
disini aku selaku author ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca ..
jika ada kesalahan dalam menulis karya ini ataupun menyinggung perasaan para pembaca saya mohon maaf...
Selamat Hari Raya idul Fitri ke 1443 Hijriah..
selamat membaca..
dan juga jangan lupa untuk like, komen and vote ya😉👌
*****
tok tok tok tok..
suara ketukan pintu yang terus terdengar membuat sosok gadis kecil yang tengah tertidur dengan tenangnya terbangun..
karena terganggu gadis cantik berhijab yang kian menginjak usia 9 tahun terbangun..
dan berjalan menuju pintu untuk membukanya..
wajah datar tanpa ekspresi sudah menjadi andalannya sejak berusia lima tahun
klek..
suara pintu dibuka menampilkan pria tampan dengan beberapa orang yang mengenakan baju serba hitam...
" Anda siapa ?" tanya gadis itu dengan sangat datar
pria itu tertegun " hey kau ini masih kecil kenapa kau sangat datar layaknya orang dewasa huh" ujar nya kepada gadis kecil itu
gadis itu hanya memutar bola mata malas tanpa mau menjawab pria yang menatapnya diam. dengan sangat santainya tanpa takut ia berjalan melewati pria yang masih menatap dirinya..
ia berjalan menuju dapur dan membuka kulkas lalu mengambil 2 susu kotak..
setelah menyadari bahwa kondisi rumah sangat sepi ia menatap tajam pria ini bahkan mata polosnya berubah menjadi tatapan yang sangat membunuh..
keluarga nya masih berada diluar kota dan ia memilih untuk tidak ikut " kau apakan bodyguard dan pelayan dirumah ini hah" ujarnya membentak dengan suara dinginnya..
pria itu tersenyum devil " siapa namamu? kenapa sepertinya kau di sembunyikan?" tanya nya lagi sambil mengalihkan arah pembicaraan gadis kecil ini
" jawab pertanyaan ku maka akan kujawab juga pertanyaan mu" ujarnya tak suka
__ADS_1
pria itu diam dan memainkan tangannya sebagai kode..
pria berbadan kekar itu mengangguk dan menyuntikan obat bius kepada gadis kecil itu
gadis kecil yang tak lain sherena memahami gerakan tangan itu tersenyum licik tanpa disadari oleh siapapun..
setelah sherena disuntik dengan obat bius..
sherena langsung berpura pura tertidur...
sherena itu sangat kebal, cerdas dan juga licik.
pria itu menghampiri sherena " ternyata kau sangat cantik kau sangat mirip dengan mendiang ibu mu.. maafkan aku yang saat itu tak datang tepat waktu untuk menolong keluarga mu. maaf aku harus membuat mu tertidur dulu yah." ujarnya sembari menggendong sherena
sherena yang masih berpura pura tertidur mendengar dengan jelas pria itu berbicara " mama apa hubungan paman ini dengan mama. kenapa dia kenal mama" batin sherena
didalam mobil pria itu masih menatap sherena dengan tatapan sendu " aku menyayangi Sania mama mu. aku tahu aku salah tapi hatiku tak dapat menolak itu. walaupun aku sudah ditolak oleh ibumu tapi aku akan tetap menyayangimu. bahkan jika saat itu bukan keluarga angkat mu yang membawamu mungkin kau sudah menjadi putri kebanggaan ku" ujarnya sambil mengelus kepala sherena dengan lembut. tapi nada bicara nya saat bicara keluarga angkat mu itu terdengar seperti suara yang sangat penuh kebencian..
tanpa mereka sadari sherena menatap jalanan dengan mata yang mengintip menghapal setiap jalanan yang ia lalui
huh pria itu menghela nafas kasar "ketika kau berhasil menjadi putriku maka keluarga angkat mu akan lenyap sayang. dak kau akan selalu menjadi putriku" ujarnya lagi
hingga mobil yang dinaiki oleh pria tadi memasuki kawasan hutan lebat dan tiba pada sebuah gudang yang terlihat sangat ketat penjagaan nya..
pria itu kembali menggendong tubuh sherena masuk kedalam gudang itu...
" papa pergi dulu ya " ujarnya sembari keluar dari ruangan itu dan menguncinya..
setelah dirasa pria itu keluar Sherena membuka matanya..
tatapan matanya jatuh pada sosok gadis yang mungkin berusia 12 tahun..
" kenapa kakak berada disini" tanya sherena sembari duduk disamping gadis itu
gadis itu diam menatap wajah cantik sherena takut " apakah kau juga diculik oleh mereka" tanya gadis itu mulai menatap teduh wajah sherena
sherena mengangguk dan tersenyum tipis
" aku juga diculik oleh mereka " ujarnya menghela nafas
" siapa namamu dik?" tannya gadis itu kepada sherena
" sherena kak" ujarnya mengulurkan tangannya dan dijabat oleh gadis itu " Areta kau bisa panggil aku kak Are oke" ujar Areta tersenyum..
__ADS_1
cukup lama mereka berbincang bincang hingga kedua gadis itu mendengar suara derap langkah kaki Seseorang membuat keduanya diam...
" hey dik ayo keluar tuan menunggu" ujar pria berbadan kekar kepada sherena
sherena diam menatap Areta yang menggelengkan kepalanya pertanda jangan ikuti pria itu
sherena mengangguk dan tersenyum pada Areta jangan khawatir itu adalah arti senyuman sherena
" hei paman jalan duluan saja" ujarnya dingin
pria itu mendengus kesal dan menuruti sherena " dasar bocil kutub Utara" gumamnya pelan namun masih didengar oleh sherena
sherena manatap tajam pria itu " tidak ada urusan nya dengan mu. pikirkan saja dirimu yang sudah tua untuk bertobat biar gak kenak azab wkwk" ujarnya dengan nada mengejek
pria itu berhenti berjalan dan menatap sherena " hey kau ini masih kecil kenapa kau malah mengejekku hah" ujar pria itu tak terima
" memang benar bukan" tanya sherena sembari berjalan meninggalkan pria yang menatap dirinya kesal
" kau ini kan aku yang akan menunjukkan jalannya ini kenapa malah terbalik" ujar pria itu menyusul langkah cepat sherena...
tok tok
" masuk " suara dingin terdengar dari dalam ruangan yang bertuliskan king membuat pria tadi dan sherena masuk saja
tanpa perintah sherena langsung duduk dihadapan pria tampan yang tadi menculiknya
pria itu menatap terkejut sherena yang sangat santai itu " sikap dan sifat mu sangat berbanding terbalik dengan mama papa dan juga kakakmu" ujarnya sinis
sherena menatap sinis juga pria dihadapan pria ini " lalu apa peduli anda paman. terserah saya mau bagaimana. karna anda bukan siapa siapa saya " ujarnya tak kalah sini
pria itu terkekeh menatap sherena " hahah kau sangat lucu nak" ujarnya tersenyum
tanpa sherena sadari jus alpukat yang dirinya minum mengandung obat yang dapat membuat dirinya tak mengingat wajah pria tampan dihadapannya..
pria itu tersenyum lalu kembali menggendong tubuh sherena kedalam ruangan tadi
karna kesadaran yang masih melekat pada dirinya membuat ia memegang kepala nya yang sangat sangat sakit ..
" sher apa kamu baik baik saja" ujar Areta yang sangat khawatir
ditengah rasa sakit yang ia rasakan ia masih mampu tersenyum dan memutar otak untuk membuat rencana...
rencananya adalah besok untuk kabur dari tempat ini
__ADS_1
" kak are aku tidur dulu yah " ujarnya dan langsung memejamkan mata diatas kasur sembari memegang kepalanya sakit..
karna rasa khawatir yang besar Areta menghampiri sherena dan mengelus kepala sherena untuk menghilangkan sakit dikepala sherena..