GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
Bolehkan jika Aku memanggil mu BUNDA?


__ADS_3

'kebahagian berasal dari sebuah rasa sakit..


Kesuksesan berasal dari berbagai kegagalan..


Bangkit pun berasal dari sesuatu yang sudah jatuh..


jangan pernah menyerah dengan keadaan sekarang selagi kamu masih mau berusaha dan berdoa insya Allah pasti bisa...'


******


" bukan kah melahirkan seorang anak itu nyawa yang menjadi taruhannya? lantas mengapa anda malah menyalahkan dan membenci darah daging mu sendiri? ingat semua orang akan MATI?. apakah dengan membenci dan menyakiti anak mu sendiri akan mengembalikan dan menghidupkan istri mu kembali?" tanya sherena kini ia sudah mulai tenang


Sam diam tak menjawab


" jika kau tak ingin mengurus Safia aku yang akan mengurus nya" ujar sherena lagi dan langsung menggendong Safia yang sedari tadi sudah bersimbah air mata


zerin kini menatap dengan jengah sosok Sam " anda adalah ayah terjahat yang ada di muka bumi ini. walaupun banyak yang seperti anda" ucapnya " jangan pernah menyesal dan mencari Safia, aku dan adikku yang akan mengurus nya. setidaknya ia akan bahagia berada di samping kami daripada hidup dengan anda yang selalu menyiksa fisik dan batinnya" lanjut nya lagi. sejujurnya ia tak mau memisahkan anak dan ayahnya sungguh, hanya saja ia tak bisa melihat jika Safia tersakiti. sam diam dibuatnya mengapa hatinya sakit kala mendengar anak nya itu akan pergi yah?


zerin pergi dari rumah megah Safia dan menyusul sang adik dan juga Safia. ia masuk kedalam mobil dan melihat sherena yang tengah memeluk Safia


" bolehkan jika aku memanggil mu bunda" ujar safia takut. ia menyayangi sherena, ya meski sherena itu datar dan dingin tapi ia tak bisa memungkiri jika jiwa dan hatinya sangat nyaman pada diri seorang Sherena


zerin dan sherena menatap dengan dalam mata polos itu dengan dalam. " Mengapa kau ingin memanggil ku bunda?" ujar sherena datar


" karna kau mirip ibuku, kau orang baik jadi aku ingin memanggil mu bunda. bolehkan?" ujar Safia mencicit takut


sherena diam disana " jika memang kau ingin memanggil aku bunda silahkan, tapi kau harus berjanji untuk selalu jadi anak yang baik agar bunda bangga" ujar sherena tulus


seketika Safia memeluk erat tubuh sherena " terimakasih bunda. fia akan janji untuk menjadi kebanggaan bunda" ujar Safia dengan mantap nya


" bunda tidak ingin kau berjanji tapi, bunda ingin buktinya ya" ujar sherena


Safia mengangguk dengan antusias


" Safia, terus kamu panggil aku apa dong?!" ujar zerin dengan muka sebal

__ADS_1


"Mama, aku sayang bunda dan Mama" ujar Safia sambil memeluk keduanya


zerin tersenyum hangat dibuatnya " sayang Safia"ujar dengan senyum bahagia..


Safia pun disana tersenyum dengan sangat bahagia..


perlahan tapi pasti kebahagiaan mulai berdatangan untuk dirinya.. namun muncul sebuah keanehan mengapa sherena mengenakan kain penutup kepalanya, sedangkan zerin tidak. tapi ia tidak lah berani untuk bertanya...


****


terlihat seorang pria tengah memandang disetiap penjuru kantin mencari keberadaan seseorang yang dua hari ini tak kunjung terlihat..


bahkan ia selalu mencari dan mencari namun tak juga bertemu dengan titik terang sosok gadis yang tengah ia cari. hingga tepukan di bahunya membuat sosok pemuda itu langsung menatap tangan yang ada di bahunya.


" Sampek kapan sih Lo tungguin ayrin, kayak nya dia lagi ada keperluan makanya gak masuk" ujar Rasya kepada temannya. sungguh ia sangat bosan melihat sang sahabat setiap hari mencari keberadaan sherena..


sosok pemuda itu menatap tajam ke arah temannya tanpa mau menjawab


" za Lo kan sekelas sama sherena ya, apa Lo gak tau kabar tentang sherena?" tanya nya kepada Reza. ia baru ingat bahwa temannya itu sekelas dengan gadis yang sedang ia cari


Reza menatap dengan selidik kearah temannya itu " jangan jangan Lo suka ya sama ayrin, ngaku aja lahh arga" tanyaa nya dengan penuh selidik


keduanya menggaruk tengkuk yang tidak gatal itu karna takut dengan tatapan Arga " dia lagi izin untuk beberapa hari kedepan " ujar Reza mencicit


" kenapa gak bilang dari kemaren kemaren sih , biar gua gak nyariin dia terus. begok Lo pada" ujar nya kesal dan melangkah pergi meninggalkan kedua sahabatnya..


sudah dua hari ini ia mencari gadis yang berhasil menumbuhkan cinta dihati pria dingin ini..


padahal ia mencari dengan Reza dan juga Rasya tapi keduanya seolah tidak sadar bahwa Reza satu kelas dengan sherena...


ia pun kenapa tiba tiba menjadi bodoh tidak bisa berpikir jernih Karana mengkhawatirkan sosok gadis yang tak kunjung terlihat,...


Reza dan juga Rasya menghela nafas pelan karna sedari tadi ia menahan nafas karena tatapan membunuh dari Arga


"dah yuk makan gue lapeer nih" ujar Rasya mengelus perutnya yang tengah berbunyi

__ADS_1


" oke hayuk lah meluncur" ujar Reza


mereka memessan ayam geprek dan juga teh manis. dan segera memakan dengan lahap..


tidak membutuhkan waktu lama keduanya telah usai


" sya mafia itu apa sih" tanya Reza secara tiba tiba kepada Rasya


Rasya pun mengernyitkan dahi menatap temannya itu " oh mafia itu penjahat, terus suka menyelundupkan barang barang ilegal secara diam diam dan juga ada yang menjadi pembunuh, tapi ya kalo sekali aksi itu gajih banyak Lo za" ujar Rasya menjelaskan secara singkat kepada Reza


"oh pembunuh toh" ujarnya mengangguk polos " apa pembu,,Nuh" ucap Reza sangat kaget ia baru sadar loh


Rasya langsung membekap mulut Reza agar tidak berteriak lagi " sst diam nanti ada yang mendenga" ucap Rasya melepaskan tangannya dari mulut Reza


Reza mengangguk patuh " kenapa kau tahu itu" tanya Reza heran


Rasya menghela napas pelan dibuatnya, Reza itu polos jadi tidak terlalu banyak tahu tentang kejahatan atau sebuah rasa cinta " ye makanya tuh sekali kali nonton film action bukan nonton Spongebob, Upin Ipin, sama larva. keren dikit Napa " ucap Rasya sembari menoyor kepala Reza


" his saki tau ini tuh udah difitrahin ama nyokab bokap gue, lagian kan semua orang itu beda beda. kalolo sukanya film dewasa kalo gue sukanya film anak anak" ujar Reza mengelus kepalanya sendiri dan mencebik rasya dengan wajah polosnya


Rasya pun disana mengangguk juga " kenapa Lo tiba tiba tanya tentang mafia" tanya Rasya kepada Reza


" kagak apa apa sih cuma penasaran aja hehe" ujar Reza sambil tersenyum kuda. dengan gemas Rasya menoyor kepala Reza


" ish kok ditoyor lagi sih" ujar Reza kesal sambil mengelus kepalanya yang ditoyor oleh Rasya


" abisnya Lo gemesin sih ya jadinya gue toyor" ucap raya dengan eajah polos tanpa dosanya itu


" bukannya Kao orang gemes itu harusnya dicubit pipinya bukan di toyor kepalanya kan sakit" ucap Reza malas


" ye nanti gue dikira kagak normal lagi" ujar Rasya mencebik


Reza hanya memutar bola matanya malas untuk menjawab pertanyaan Rasya. dan memilih untuk pergi setelah membayar ke ibu kantin


sedangkan Rasya masih tetap saja duduk tapi kali ini tatapan nya sangat serius tidak ada lagi wajah yang sedang bahagia....

__ADS_1


entah apa yang membuat Rasya memiliki tatapan seperti itu.


' gue gak akan biarin mereka untuk jadiin Lo sebagai mafia dan gue gak akan pernah ngebiarin mereka mencuci otak Lo. gue gak akan biarin itu terjadi sama Lo za' ujar Rasya menatap tajam dengan pandangan yang lurus ke depan.......


__ADS_2