GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
ARGA....


__ADS_3

" aku cuma mau obatin luka kamu kok nanti infeksi bisa bahaya loh" ujarnya disana mengambil kotak p3k " lagian tadi aku masih ambil buku terus aku liat kamu mukul mukul tembok jadi aku hentiin deh tangan kaamu" ujarnya disana jujjur sembari memerban tangan sherena " nah selesai" ujarnya disana


" oke thangs" ujar dari sherena datar


" oh ya kenalin nama aku Arga,,kamu bisa panggil aku kak Arga karna aku kating kamu hehe"ujarnya disana memperkenalkan diri Yap dia Arga masih ingetkan yang bilang kalo sherena itu cantik


" namaku sheren" jawab sherena singkat padat dan jelas


Arga yang mendapat respon singkat dari sherena hanya menghela nafas pelan ...


Dari begitu banyak wanita yang mengejarnya hanya sherena yang memberi respon singkat ..tapi itu menarik untuk seorang Arga


" apa kamu ada masalah Hem, sehingga kamu memukul tembok sekeras itu?" tanya Arga lembut


sherena diam disana sambil menatap tajam tembok yang berlumuran darah sendiri....


membuat dirinya sangat ingat dimana ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana keluarganya mati dalam satu malam...jika ditanya apakah ia tidak trauma maka jawabanya salah,,ia sangat trauma akan kejadian itu yang melenyapkan senyum tulusnya, kelembutannya,bahkan kebahagiaannya hilang bersama api yang menjalar....


Arga yang melihat sherena malah terdiam pun bingung lalu ia bertanya "sher kamu dengar aku kan" ujar nya disana.....


sherena pun disana agak terkejut lalu menatap Arga " gua gak denger tadi Lo bilang apa, jadi Lo bisa ulangin lagi kan?" tanya nya


Arga tersenyum tipis disana " tadi aku bilang ,,kamu kenapa ada masalah kah sampe kamu pukul tembok hingga luka dan berdarah gini" ujarnya disana mengulangi ucapannya..


jujur ia bukan tipe orang yang suka mengulang lagi ucapannya tapi ini ia merasa ada suatu rasa yang tumbuh dari hatinya


sherena yang tidak suka ditanyakan tentang privasi nya itu pun diam " mungkin" ujarnya disana terdengar agak lirih " yaudah gue mau kekantin kalo kita cuma berduaan disini nanti timbul fitnah" ucapnya disana sambil beranjak pergi namun dicekal lembut oleh Arga " kenapa" tanyanya dari sherena datar


" bareng yah aku juga paper" ucap dari Arga memegang perutnya yang lapar


" emang Lo udah gak ada jam kak" tanya sherena tersenyum tipis sangat tipis sampai tidak terlihat eh tapi terlihat deng dari bolongan lesung pipinya huhu


ia terpesona dengan senyum tipis sherena 'senyum gak Keliat gini aja udah cantik apalagi kalo senyumnya lebar duh duh pasti tambah manis kek gula,, pantesan jarang senyum' batinnya dalam hati lalu beranjak mengejar sherena yang sedang berjalan


kantin

__ADS_1


" mau makan apa sher" ucap Arga


" mie ayam sama jus alpukat aja kak" ujar sherena datar


Arga pergi dari tempat yang didudukinya tadi untuk membeli pesanan mereka...


" ay " ucap seorang wanita memanggil nama sherena...sherena yang merasa namanya dipanggil pun membalikkan badannya


" kak ze,, sini duduk" ujar sherena menunjukkan bangku sampingnya


zerin mengangguk lalu duduk ia menatap sang adik sangat intens hingga tatapan mata nya menuju tangan kanan dan kiri sherena yang terbalut perban membuat ia bertanya kepada sherena " sher tangan kamu kenapa? "


tanya zerin menatap sherena khawatir...


sherena menatap tangannya yang diperban pun tersenyum kepada zerin " ini hanya luka kecil kak,, kakak mau gak liat luka aku yang paling sakit dimana" ujar sherena lirih disana


zerin yang tidak maksud perkataan sherena pun menggeleng pelan " aku tidak tahu " tanyanya lirih


sherena menatap zerin teduh lalu menunjukkan hatinya " disini kak yang sakit,,ini sulit banget untuk diobati bahkan aku rindu mereka hehe" ujar disana terkekeh kecil namun tidak ada air mata disana yang ada hanya kebencian yang mendalam


Arga sudah kembali kemeja tadi ia mencari sherena " perasaan tadi dia masih duduk disini deh apa dia lagi kekamar mandi ya, udahlah aku makan duluan aja" ujarnya disana memakan mie ayamnya


tiba tiba ada dua makhluk astral yang menggangu ketenangan arga


" anjir Lo ya ar gue sama Reza nyariin Lo keliling kampus tapi Lo malah enak enakKan disini makan gak ngajak ngajak lagi" ujar Rasya dengan nafas yang tersengal-sengal akibat naik turun tangga kampus


Reza disana mengatur nafas untuk memberikan pertanyaan beruntun kepada Arga ...dirasanya nafasnya mulai normal ia pun bertanya " iya gila Lo ya ar,,uh ilang dah cakep gue " ujar nya disana kesal lalu menatap mangkuk mie milik Arga tapi tatapannya menatap satu mie yang masih wutuh membuat Reza bergelut dengan pikirannya " gila si Arga ganteng ganteng makannya banyak juga ,,eh tapi diakan makannya dikit " ujarnya disana bergumam lalu ia bertanya " oh iya Lo sama siapa kok mie nya ada dua sih?" tambah nya lagi


Rasya baru sadar " loh iya Lo Ama siapa men" tanya nya spontan " gue makan ya laper" Rasya langsung mendaratkan pantatnya ke kursi sebelah arga dan mulai mau menyendok kan mie kedalam mulutnya


Arga menatap tajam ke arah Rasya " ini tempat sherena jadi jangan dimakan" ujarnya datar


" lah mana sherena gak ada kok" sambung Reza


" kalo gue bilang jangan makan ya jangan dimakan lebih baik Lo pesen sendiri" ujarnya tajam

__ADS_1


------


Ditempat lain ada sherena yang tengah mengendarai motornya santai dengan penuh rasa gembira sudah dua Minggu ia tidak berkunjung ia membawa bunga mawar merah dan bunga lili... dibelakang sherena ada zerin yang tersenyum lebar dibalik helm nya


'aku seneng banget liat kamu kayak gini dek' ujarnya pelan


setelah 26 menit perjalanan mereka sampai di pemakaman sherena berlari kecil menuju rumah peristirahatan terakhir keluarganya ia duduk diatas tanah mengusap Batu nisan ayah nya , ibunyaa,dan kakaknya tanpa terasa butiran butiran kristal terjun dari kelopak mata indah nya inilah kelemahannya menatap batu nisan sendu ia berdoa kepada sang pencipta untuk keluarganya " mah pah kak maafin Rin yah belum bisa jadi orang baik, Rin tau kalian pasti sedih banget liat Rin jadi orang jahat, liat Rin jadi pembunuh tapi Rin cuma mau agar keluarga itu merasakan apa yang Rin rasakan,,mah pah kak Rin sayang kalian,Rin rindu kalian hiks hiks,tolong temuin Rin dalam mimpi aja itu udah cukup untuk Rin bahagia walau cuma sebentar hiks hiks kak mian Rin kangen banget berebut robot sama kakak tapi kakak selalu ngalah eh tapi akhirnya kakak udah capek ngalah terus jadinya kita berebut dong tapi robotnya malah kepalanya copot haha" ujar disana dengan Isak tangis yang terdengar penuh kerinduan dan juga luka yang terpendam bahkan ia masih bisa bisanya menceritakan memperebutkan sebuah robot


flash back on


hari ini adalah hari weekend hari dimana sebuah keluarga menikmati masa indah bersama para sang buah hati...


sama halnya pada keluar kecil yang terbilang harmonis terdapat dua bocah mungil yang sangat lucu tapi seperti nya ada raut wajah yang sama sama mempertahankan sesuatu entahlah apa yang mereka rebutkan


" kak mian ini tempat Rin jangan diambil " ujar gadis kecil memegang sebuah robot Ultraman dengan sangat erat di bagian kepala


" enggak Rin ini tempat kakak, kamu waktu itu udah ambil boneka Hely aku, aku kasih tapi sekarang aku gak mau ini tempat aku pokoknya" ujar seorang anak laki laki disana menarik robot yang sama di bagian kakinya


gadis itu masih tetap kekeh dengan apa yang ia inginkan harus tercapai menatap polos kearah sang kakak bahkan ia semakin kuat menarik robotnya " pokoknya Rin mau robot"


"enggak kamu main Barbie aja sana ini mainan laki" ujarnya dengan membentak adik


mereka masih dengan tarikan mereka sendiri tarikan itu semakin kuat hingga tiba tiba ... krek ada suara benda patah disana dua bocah itu saling tatap dan saling melepas satu sama lai auadah tidak berebut lagikan


"ih kakkak robotnya patah kan " ujar gadis kecil itu dengan suara yang meninggi


"hus kok pada berantem sih anak papa cobak sini cerita sama papa" ucap seorang pria tampan


" tadi kan mian lagi mainan robot terus adek malah rebut robotnya terus aku gakmau kita tarik tarikan robotnya malah patah" ujarnya disana menat sang adik kesal


sang ibu yang memahami situasi pun tersenyum lalu berkata "kakak Ade dengerin mama kalian kan kakak beradik ya berarti gak boleh berantem kalian harus saling mengalah bukan berebut, terus ngomongnya gak boleh pada bentak bentak gitu nanti kebiasaan gak baik ,,jadi harus selesain dengan baik gak boleh mempertahankan ego kita masing masing,ngertikan sayang" ujarnya disana tanpa mau memojokkan anaknya hanya dengan membela salah satu dari mereka,kedua anak itu menunduk diam tidak berani menjawab ibunya


" kak,dek dengerkan kata mama toh pada akhirnya robotnya patah kan " ujar sang ayah Damian dan sherena hanya diam dan mengangguk pelan


flash back of

__ADS_1


sherena yang mengingat hal itu terkekeh sedih tapi apalah dayanya jika nasi sudah menjadi bubu....


__ADS_2