GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
SHEREL KECIL YANG MEMOTIVASI


__ADS_3

BERHENTI UNTUK TERLALU LARUT DALAM KESEDIHAN MU...


KAU BERHAK DAN WAJIB UNTUK BAHAGIA..


JANGAN JADIKAN KESEDIHAN MU SEBAGAI PERUSAK KEBAHAGIAAN MU....


 


disana ada sherena yang tiba tiba merasakan sesak di dadanya dan juga merasakan sakit yang teramat diperutnya ia menggigit bibir bawahnya menahan sakit yang semakin lama semakin membuncah membuat ia pamit untuk beristirahat " em sheren istirahat dulu yah soalnya sheren agak kecapean hehe" ujarnya disana semabari berdiri mereka semua mengangguk paham.lalu sherena berjalan dengan cepat kekamarnya lalu mengunci pintu kamarnya ia membanting tubuhnya diatas kasur yang empuk sambil memukul mukul dadanya yang sesak dan meremas perutnya yang sakit.sakit itu sudah tidak dirasakan lagi oleh sherena karena kesadaran sherena yang mulai menghilang setidaknya itu lebih baik.


sudah dua jam sherena pingsan membuat sherena disana membuka matanya secara perlahan sambil memegang kepalanya yang sangat pusing disana. setelah dirasanya matanya terbuka secara sempurna membuat ia menyandarkan kepalanya disandaran tempat tidur. ia tidak tau ia sakit apa membuat ia hanya diam. ia bukan sosok yang bila sakit harus berbicara kepada keluarganya yang sekarang, ia lebih memilih diam dan pergi tidak menunjukkan ekspresi apapun untuk ia menutupi rasa sakit yang ia rasakan.


yah ia sudah terbiasa merasakan sakit membuat ia tak pernah meringis atau meminta untuk dipedulikan.


setelah dirasa sakit dikepalanya mulai hilang ia beranjak turun dari kasurnya, melihat jam kini sudah jam tiga membuat ia bergegas ke kamar mandi.....


 


sherena keluar dari kamarnya menapak kan kaki di setiap anak tangga dengan ekspresi datar tapi tidak sedatar jika bersama orang lain. ia bisa melihat keluarga itu sedang tertawa dan juga tersenyum.


mereka menatap heran sherena yang memakai switer berwarna putih yang sangat longgar dibadan nya dan memakai celana panjang juga berwarna hitam,memakai sneaker berwarna putih dan hijab berwarna hitam hijab instan andalan nya.namun ia terlihat sangat imut.


mereka mengerjap menatap sherena lalu bertanya" kamu mau kemana Hem kok udah rapih aja?" tanya Fina mengerjap dan diangguki semuanya


namun langsung disambar oleh zerin " aku ikut dong kalo mau pergi yah" ujarnya zerin menatap sherena memohon.sudah menjadi kebiasaan dirinya untuk selalu ikut dengan sherena..


sherena menggeleng cepat pertanda bahwa ia tidak memperbolehkan zerin ikut. hal itu membuat zerin menatap sherena dengan delikan nya.ssherena disana berpamit dan pergi..


kembali mengeluarkan motor dari garasi dan langsung menaiki nya....


membiarkan roda itu berputar bersamaan dengan jalanan yang merindukan sentuhan kendaraan gadis manis ini...


pepohonan yang tertiup angin dan menari seolah mengucapkan aku merindukan...


rerumputan hijau kian memandangnya dengan ria...


Yap ia Sekarang telah sampai di tempat yang sedari tadi ia tuju menuruni motor nya dan memarkirkannya dengan rapi hari ini adalah hari Sabtu tepatnya malam Minggu ia duduk di bangku panjang membiarkan hempasan angin sejuk menerpa wajahnya yang sangat imut dan cantik membiarkan daun berguguran didekatnya inilah kebiasaan dirinya ketika lelah...tempat pertama kali yang ia kunjungi hanya untuk sekedar melepas penat dan tempat dirinya meluapkan segala sesuatu yang ingin ia luapkan...


namun tiba tiba ada tangan mungil yang memegang tangan nya membuat mata yang terpejam merasakan syukur itu kembali terbuka.ia menatap anak kecil yang tengah meraba tangannya.dugh sherena tertegun merasakan hatinya jatuh...


membuat sherena menatap sosok lelaki kecil yang menatap dirinya kosong


' kak Damian' ia bergumam pelan masih tatap menatap wajah bocah itu memiliki wajah agak bulat, berkulit kuning Langsat dagu agak terbelah mata tajam berwarna hitam legam tangan halus dan lembut itu masih menggenggam tangan sherena


" maaf kak apa yang kakak barusan tanya yah sama sherel soalnya sherel agak gak denger kakak ngomong apa" ucapnya halus dan lembut yah sosok lelaki kecil itu adalah sherel


sherena semakin tertegun sherel dan tutur kata yang lembut menerpa telinga nya itu membuat ia semakin mebuat dirinya terdiam

__ADS_1


ia menatap sherel sendu namun tatapan anak itu kosong membuat ia melambaikan tangan nya didepan sherel.membuat dia segera mengangkat tubuh mungil bocah berumur 5 tahun itu untuk duduk disampingnya.


sherel tersenyum dibuatnya lalu berkata" maaf ya kak sherel gak bisa melihat" ujarnya sendu dan polos.


sheren diam melihatnya tidak ada raut kesedihan dari sosok mungil itu membuat ia bertanya " apa kamu sedih dengan kadaan kamu seperti ini" tanya nya lirih dan berhati hati ia takut menyakiti hati sherel


sherel tersenyum tulus dibuatnya lalu mengangguk polos lalu berkata "dulu sherel waktu umur 2 tahun sherel tanya sama ayah dan bunda kenapa sherel buta.sherel pengen liat wajah ayah bunda,sherel pengen liat isi dunia dan sherel gak mau liat kegelapan lagi.tapi ayah bilang gini ke sherel ..


' sherel dengerin ayah walaupun kamu tidak bisa melihat kan ada ayah juga bunda yang akan jadi mata untuk sherel,kita akan ceritakan tentang isi dunia dan Agama' ujar ayah sherel mengusap lembut kepala anaknya. jujur ia mengatakan nya tak kuat ia mencoba menahan sesak di dadanya sedangkan istrinya sudah berderai air mata..


orang tua mana sih yang mau melihat anaknya buta sejak dini.anak yang seharusnya dapat menunjuk arah jalan yang akan ia langkah namun anaknya harus meraba agar bisa berjalan,namun ia harus ikhlas ada kebaikan dibalik kekurangan anaknya


istrinya menatap anak nya sendu lalu berucap 'sherel tau kenapa allah menghilangkan penglihatan mata sherel? ' tanya sang bunda sendu kepada sherel.sherel menggeleng tidak mengerti lalu sang bunda menatap mata kosong anaknya lalu melanjutkan ucapannya ' karena Allah gak mau mata suci sherel itu ternodai dengan penglihatan yang seharusnya gak sherel lihat" ujarnya lembut dan memeluk suaminya tak kuat.harusnya anak seusia anaknya dapat berlari lari kecil dan bertanya tentang apa yang ia lihat. namun anaknya harus meraba agar bisa barjalan dan menatap kosong apa pun yang ia lihat


" nah jadi sherel ikhlas dengan kekurangan dan kelebihan sherel, karna semuanya udah ditetapin sama Allah. kata bunda kita sebagai manusia hanya bisa berencana tanpa bisa berkehendak" ucap sherel lembut


nyut hatinya seolah tercubit dan terhenyut oleh kenyataan ia malu sangat malu pada sosok sherel yang memiliki hati yang begitu luas yang dapat menerima takdir dengan setulus itu..


ia akui sherel sangat cerdas diusia yang masih menginjak lima tahun itu sudah dapat ikhlas dan bersyukur...


lantas bagaimana dengan kita yang memiliki anggota tubuh yang lengkap apakah kita sudah bersyukur?..


membuat ia bertanya " kalo dendam itu boleh gak sih ? " tanya sherena kepada sherel yang berada disampingnya


sherel disan tersenyum lalu menjawab" dendam itu gak boleh,dendam itu adalah hal yang dibenci sama Allah. kakak tau dulu ayah itu kata bunda pengen bales dendam sama orang dan pengen bunuh orang itu kakak tau apa yang bunda katakan ke ayah sampe ayah mau memaafkan?" tanya sherel disana


sherena menggeleng pelan menatap sendu sherel. sherel menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya ' bunda bilang gini ..


" jadi kakak gak boleh dendam ya" ucap sherena lirih" kakak tau kisah tentang kematian Hamzah paman Rasulullah saat perang digunung Uhud awalnya kaum Muhajirin dan Anshar ingin balas dendam tapi Allah melarangnya?" tanya sherel...


sherena hanya diam tanpa menjawab karna ia memang tidak tahu. sherel paham akan diamnya sherena pertanda ia belum pernah membaca kisah itu lalu ia menceritakan ' Dalam suatu riwayat dikemukakan, pada peperangan di Gunung Uhud itu, gugur 64 orang dari kalangan Anshar dan enam orang dari kalangan Muhajirin, termasuk Hamzah, paman Rasulullah SAW. Semua prajurit Islam itu anggota tubuhnya dikoyak-koyak dengan kejam.


Bahkan, ketika Hindun bin Uthbah (istri Abu Sufyan bin Harb) melihat jasad Hamzah yang sudah tidak bernyawa, dihampirinya dengan penuh kebencian. Lalu, dia belah dadanya. Dia keluarkan jantungnya. Dia mengunyahnya dan menelannya.  


Maka, berkatalah kaum Anshar, “Jika kami mendapat kemenangan, kami akan berbuat lebih dari apa yang mereka lakukan.” (HR At Tirmidzi dari Ubay bin Ka’ab). 


Dalam riwayat lain, ketika Rasulullah berdiri di hadapan jenazah Hamzah, beliau berkata, “Aku akan bunuh 70 orang dari mereka sebagaimana mereka lakukan terhadap dirimu” (HR Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Kitab Ad Dalail dan Al Bazzar dari Abu Hurairah). 


Apa yang diungkapkan kaum Anshar dan Rasulullah menyiratkan keinginan membalas dendam. Mereka saat itu beranggapan, yang dilakukan musuh telah melampaui batas peri kemanusiaan. Maka, menurut mereka, sepantasnya dibalas dengan balasan yang setimpal. 


Kalau perlu, dibalas dengan balasan yang lebih kejam lagi. Akan tetapi, ternyata dalam pandangan Allah mendendam itu tidak sepatutnya dilakukan kaum Muslimin. 


Allah berfirman, “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi, jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS an-Nahl [16] : 126 -128). 


Menurut Ibnu Hishar, ayat-ayat tersebut diturunkan hingga tiga kali. Mula-mula, diturunkan di Makkah, lalu di Gunung Uhud, selanjutnya saat Fathu Makkah. Kandungan ayat itu juga sangat menarik. Dalam keadaan sesulit apa pun, kaum Muslimin diajarkan untuk bersabar. 


Boleh jadi, dalam situasi seperti itu, bersabar akan terasa sangat berat. Tapi, Allah menjanjikan pertolongan. Dalam ayat lain ditegaskan, pertolongan Allah itu dekat. Karena itu, tidak perlu bersedih hati dan tidak perlu bersempit dada.nah dari cerita diatas kita enggak boleh dendam gak baik" ujarnya lembut

__ADS_1


sherena kembali dibuat malu pada anak kecil yang sudah hafal banyak hadits dan juga Al Qur'an.ia malu sangat sangat malu ia yang sudah sebesar ini tidak ada hafalan. lantas bagaimana bisa ia sekarang sherel...


jangan pert memandang anak anak itu rendah dengan pikirannya yang bijak ..


bahkan zaman sekarang banyak orang yang dewasa memiliki pemikiran yang terlalu cepat terbawa arus pergaulan...


namun tidak semua orang seperti itu hanya beberapa saja kok


sherel mengangguk..lalu tiba tiba terdengar suara adzan yang artinya kininsudah memasuki waktu sholat ashar...


" kak...sherel boleh minta tolong? " ujar sherel pelan


sherena menatap heran kepada sherel" mau minta tolong apa biar kakak bantu yah" ujar sherena


" tunjukan mushola dong soalnya udah masuk adzan ashar nih kita harus sholat biasanya sih aku bareng ayah " ujar sherel mencicit


sherena mengangguk lalu menggenggam tangan sherel untuk menunjukkan mushola ia juga ingin beribadah sudah lama ia tak bersujud mengharap ampunan sang pencipta


" oh iya sherel kenalin nama kakak kak sherena kamu bisa panggil kakak kak sheren oke" ujarnya bersemangat


" oke kak sheren" ujarnya terkekeh


setelah sampai di mushola keduanya berpisah tempat untuk sholat...


sherena memakai mukenah yang disediakan oleh musholla. ia masih mengingat setiap bacaan dan gerakan sholat walau ia jarang...


ia sholat dengan sangat husyuk...


setelah salam iya menyatukan kedua tangan ia menengadahkan doa untuk kebaikan keluarganya 'ya Allah hamba tau hamba adalah orang yang hina,hamba tau hamba selalu berbuat dosa tapi hamba mohon jagalah orang orang baik dalam lingkungan ku ya Allah. ampunilah dosa kedua orang tua ku dan saudara seiman dengan ku' ujarnya lirih dalam hati


kali ini ia merasakan suatu kehangatan dan juga ketenangan setelah sekian lama tak melakukan kewajiban nya untuk beribadah..


lalu tiba-tiba ada seorang wanita bercadar menepuk pundak sherena pelan lalu berucap "terimakasih ya dik karna sudah mengantarkan anak saya ke mushola " ujar wanita itu lembut jika dilihat dari alis dan matanya sherena yakin sosok itu cantik


sherena hanya diam lalu mengangguk dan tersenyum tipis saja...


" terimakasih kasih juga karna telah memiliki anak yang begitu luar biasa,aku yakin kau juga adalah orang yang luar biasa karna kau memiliki anak yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas" ujar sherena jujur


wanita itu tersenyum dibalik cadarnya lalu berkata " aku tidak lah sehebat anakku aku bahkan malu dengan diriku yang terkadang kurang bersyukur" ujarnya sendu


sherena diam menatap wanita lalu berdiri dan berpamitan untuk pergi " mbak saya pergi dulu yah lain kali saya ingin bertemu dengan sherel untuk mendapat motivasi yang baru" ujarnya disana lembut...


wanita itu mengangguk dan berdiri...


mengayunkan kaki untuk menjemput anaknya yang masih terduduk diatas sajadah...


Yap ia sedari tadi memperhatikan interaksi keduanya karna ia yakin sherena orang baik jadilah ia mengawasi mereka dari kejauhan saja...

__ADS_1


Terimakasih....


Jangan lupa tinggalkan jejak yah...


__ADS_2