GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
AWAL


__ADS_3

Mengagumimu adalah sebuah kebahagiaan untukku..


Namun jika aku ingin memilikimu mungkin itu sebuah keegoisan untukku..


" *****Agatha****"


Kau yang menjadi tempat sandaran terbaikku.


Maka izinkanlah aku untuk memberikan tempat terbaik untuk mu dalam hatiku...


yah kau, teruntuk sahabatku..


" Arga"


Akan ada saatnya kau bahagia..


Dan ada saatnya kamu bersedih..


Akan ada saatnya kamu bangkit..


dan akan ada saatnya kamu gagal..


Namun satu yang harus kau ingat..


kau boleh saja sedih dan juga gagal..


tapi jangan karna kesedihan dan kegagalan mu.membuat kamu lelah dan juga menyerah..


hingga kamu lupa ada tuhan mu yang harus kamu ingat:(


" Sherena"


Aku tak salah dalam menyebut namamu dalam doaku....


namun doa ku tidak ampuh untuk menyatukan aku dan kamu..


Aku harus ikhlas untukmu dan untuknya..


karna aku tahu derajat cinta yang paling tinggi


adalah ketika aku mencintai kamu tapi aku juga harus mengikhlaskan kamu untuk bahagia dengan dia seseorang yang sudah tuhan takdirkan..


" Adra"


 . .......


langkah cepat seorang gadis cantik dengan wajah datarnya. mengenakan baju serba hitam dan juga berjalan layaknya seorang pria


ia memasuki sebuah perusahaan besar. banyaknya pasang mata yang memandang nya dengan kagum tak membuat dirinya tersenyum.


' ini adalah awal' gumamnya dengan nada yang sangat licik. ia menaiki lift menuju lantai paling tinggi.


tok


tok

__ADS_1


" masuk " ucap seseorang dari dalam ruangan


dengan langkah lebar gadis itu mulai memasuki ruangan.


disana dapat dilihat bahwa ada banyak pria berbadan kekar yang babak belur dan juga ada yang sampai pingsan dengan darah ditubuhnya.


" ada apa" tanya Jackson dengan dingin menatap gadis itu


gadis itu hanya menatap wajah Jackson tanpa ekspresi dan juga memberikan berkas kepada Jackson.


" siapa nama mu?" tanya nya disana


" Ayri" ucap sherena dengan penyamaran nya


Jackson diam menatap sherena kaget. hum ini orang apa robot yah


" bagaimana ?" tanya sherena disana dengan dinginnya


Darwin menatap sherena dengan licik nya " baik kamu akan saya terima tapi dengan satu syarat " ujarnya Darwin disana dengan smirk liciknya


sherena menatap datar pada Darwin dan menaikan sebelah alisnya.


prok prok..


Darwin menepukkan kedua tangannya lalu masuklah 20 orang berbadan kekar membuat sherena menatap mereka diam tanpa rasa takutnya.


" jika kamu bisa melawan mereka maka kamu akan saya terima" ujarnya disana dengan nada mengejeknya


sherena mengangguk. dan 20 orang berbadan kekar itu mulai menyerang tubuh mungil sherena. hanya hitungan detik saja sherena dapat mengalahkan 20 orang sekaligus.


Darwin dan juga Jackson diam tanpa mengerjap menatap sherena yang tengah mengatur nafasnya dengan diam


" hanya hitungan detik saja" ucap Darwin lagi disana menganga


sherena hanya menatap Darwin dengan tatapan datarnya lalu berucap " Bisa bisanya berenang terlalu dalam di air yang dangkal. hingga lupa makna dasar yang semestinya tidak boleh kamu sepelekan " ujar sherena disana dengan datar nya


Jackson masih diam menatap wajah datar sherena mengapa ia seperti disindir dan juga ditampar oleh perkataan sherena akh ia ingat gadis ini " bukan kah kamu yang saat itu yang aku temui di jalan" ujarnya disana


" ya" ujar sherena sangat singkat


" hey bisakah kamu bilang yang lain selain satu kata yaitu ya" tanya Jackson dengan kesalnya


" tidak" ujar sherena disana dengan diam


" argh baiklah terserah mu, besok kamu sudah bisa mulai berkerja" ujar Darwin dengan senyum nya


sherena hanya mengangguk dan pergi


setelah sherena pergi Darwin mulai bertanya kepada ayahnya " ayah dia itu manusia apa robot" tanya Darwin dengan ngerinya


Jackson menatap jengah anaknya " ya dia manusia Darwin " ujarnya disana dengan kesalnya


" tapi mengapa dia sangat datar dan juga tak memiliki ekspresi" tanya nya lagi


Jackson mengedikan bahu tak tahu

__ADS_1


" sudahlah win yang penting kamu sudah memiliki bodyguard yang hebat" ujarnya disana memukul bahu anak nya pelan dan pergi meninggalkan Darwin yang masih diam.


........


sherena keluar dari kantor Jackson dengan senyum liciknya " ternyata kamu tidak mengenali aku tuan" gumamnya disana dengan licik


" tenang ini hanya awal untuk kedepannya ku pastikan akan ada hadiah hadiah menarik untuk mu" ujar nya lagi dan mulai memasuki mobilnya dan pulang


sebelum ia pulang ia ingin menemui sherel sudah lama kan ia tak mengunjungi anak tampan itu


dengan senyumnya ia sampai ditaman dan mengedarkan pandangannya pada bangku taman yang terdapat bocah laki laki mengenakan baju kokonya


" assalamualaikum sherel " ujar sherena dengan lembutnya


" waalaikumsalam, kakak kak sheren ya?" tanya nya dengan lembut


sherena mengangguk ia selalu saja dibayangi oleh wajah sherel yang tersenyum. seolah ada ikatan yang tak sherena tahu itu ikatan apa yang pasti ia selalu ingin berada untuk sherel.


" sherel apa kabar" tanya sherena disana mengusap lembut kepala sherel


" Alhamdulillah baik kakak, kakak bagaimana kabarnya" tanya sherel disana dengan nyamannya.


" baik sayang" ujarnya dengan lembut


" sherel kenapa sendiri" tanya sherena lagi


sherel memandang sherena kosong lalu tersenyum " itu ayah lagi beli minum sama jemput bunda" ujar sherel lembut


" sayang" ucap seorang pria dan juga wanita bercadar menghampiri sherel


sherel tersenyum pada sherena " itu ayah" dengan spontan sherena menatap pria itu


dengan datar ia menatap pria yang menundukkan pandangan nya dan menggandeng tangan wanita bercadar itu " sherel kakak pamit pulang dulu yak soalnya udah sore " ujarnya disana dengan datar tapi tetap lembut


" oke kak sher dada" ujar sherel melambaikan tangannya pada sherena


" saya permisi terlebih dahulu" ucap sherena kepada orang tua sherel dan berlalu pergi meninggalkan mereka.


" sayang besok lagi jangan main sama sembarang orang ya" ucap ayah sherel dengan lembutnya


" ayah itu tadi namanya kak sher aku udah kenal kok" ujarnya dengan lembut. dan diangguki oleh wanita bercadar itu


" owalah ayah kira siapa" ujar ayah sherel dengan lembutnya dan mengendong tubuh putranya


" terbang Yuk" ucap nya lagi dengan semangat


" yeey Ayuk" ucap sherel tak kalah semangatnya. sedangkan sang bunda hanya memandang mereka dengan raut yang tak bisa diartikan. senang ataupun sedih yang ia rasakan saat ini.


" sayang suatu saat kamu akan bisa lihat dunia ini, kamu bisa gapai cita cita kamu. ayah dan bunda akan selalu ada disisi mu " gumam wanita bercadar itu dengan lirih nya


ia kembali menatap ank dan ayahnya yang tengah bermain dengan bahagianya. terkadang sherel yang cemberut karna ayah nya yang selalu menjahilinya, dan juga kadang ia tertawa karna gelitikan ayahnya.


" haha ayah udah haha perut sakit haha ampun hahhh" ujar sherel memohon sambil tertawa karna tak bisa menahan geli


sang ayah melepaskan nya dan tertawa sambil menggendong tubuh sherel yang mukanya sudah memerah karna tertawa terus

__ADS_1


happy reading guys 🙌🖐️👆


♥️♥️


__ADS_2