GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
WISUDA..


__ADS_3

Kemalut Rindu mulai merasuk kalbu hingga menusuk sampai kerelung hatiku..


Aku rindu? tentu bahkan sangat merindu..


hanya kata maaf yang ku ucap namun ia hanya berlalu..


Aku meminta mu kembali tapi itu mustahil untuk dirimu..


Dan jelas kini aku terdiam tanpa kata...


membisu tanpa suara...


dan berdiri dengan penyesalan...


Aku rindu padamu di masa lalu..


Kerinduan dari segala kerinduan adalah ketika aku merindu pada sosok yang sudah berlalu..


...pokok dari rindu adalah ketika kau merindu namun hanya dapat kau sebut dalam sujud dan doaku...


........................


...Kau tahu aku menunggumu layaknya senja.....


...Aku harus menunggu senja itu yang sangat indah.....


...begitupun aku menunggumu untuk masa depan yang indah.......


...tapi sayang.....


...senja hanya bertahan untuk sementara waktu dan menghilang bahkan aku harus ikhlas bukan?.......


...begitupun dengan kamu.....


...Aku harus ikhlas merelakan kamu yang akan pergi jauh dariku l.......


.......


🥀🥀🥀🥀


Hari ini sangat indah...


jam yang sudah menunjukkan pukul 11.00 itu membuat kelima orang yang berada dalam mobil itu pulang..


tak memakan waktu yang lama membuat mereka sampai didepan gerbang tinggi..


lalu sosok penjaga itu membuka gerbang untuk nona mudanya..

__ADS_1


setelah sampai depan rumah ketiga wanita cantik itu turun dari dalam mobil dan berlalu pergi lalu disusul oleh satu pria dan satu lagi seorang gadis


" bagaimana sayang?" tanya mama Zihan kepada kedua anaknya ini


" mereka tidak mau menerima Safia ma" ucap zerin sembari duduk bersandar


Zihan menghela bafas. sekejam itukah kehidupan Safia


" Safia sudah makan sayang?" tanya Zihan dengan suara lembutnya


" sudah oma. Safia sudah makan tadi bersama bunda dan mama" ujarnya dengan senyuman cantik dan miliknya


" mama?, bunda? siapa mereka? " tanya papa alex, mama Zihan, dan Fina bertanya bersamaan


Safia hanya tersenyum dan menjawab dengan sopannya " mama ze dan bunda sherena " ujarnya dengan tulus


"owalah kukira siapa" ujar Fina dengan mencubit pipi yang mulai chubby itu


dilain tempat ada Gilang dan amar yang masih berada di kampus untuk menyiapkan beberapa dekorasi untuk acara wisuda besok ini. kedua pria tampan itu terlihat sangat kelelahan Hingga membuat keduanya terduduk dengan penuh keringat. " Capek gue lang " ujar amar kepada saudara kembarnya itu


Gilang hanya mengangguk. hingga ada sosok gadis dengan pakaian tertutup itu itu terlihat sedang dibully. awalnya sosok pria tampan itu hanya diam namun Karana ada yang hampir memukul gadis itu membuat hatinya sangta marah . ia berjalan dengan tegapnya memasang wajah datar dan dinginnya. membuat sosok amar mengikuti sang adik.


" berhenti " ucap Gilang dengan suara dinginnya sambil menarik tangan gadis tertutup itu kebelakang tubuhnya. gadis itu hanya menunduk takut


seketika 5 orang itu menatap takut pada Gilang " kak gi,,,Lang" ujar seorang perempuan itu gugup


kelima orang itu langsung berlalu karna takut berurusan dengan sosok Gilang


Gilang lalu memutar tubuhnya menghadap gadis yang berada dibelakang tubuhnya " apakah kau baik-baik saja?" tanya Gilang dengan suara lembutnya


gadis itu dengan refleks menatap kearah Gilang karna nada bicaranya yang langsung berubah 180 derajat lalu menggeleng


" siapa namamu" tanya Gilang


" Arana kak" ujarnya sambil menunduk


" aku Gilang" ujarnya dengan mengulurkan tangan


tapi gadis itu langsung menangkupkan kedua tangannya didepan dada membuat Gilang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. sumpah demi apapun ia sangat malu


" em terimakasih kak Gilang karna sudah mau bantu Arana " ucapnya dengan suara lembut


Gilang mengangguk " kenapa kau tidak membalasnya ? apakah kau takut pada mereka? " tanya Gilang dengan pertanyaan beruntunnya


gadis itu tersenyum "aku tidak takut pada mereka " ujarnYa sembari duduk


Gilang juga ikut duduk tanpa menyadari saudara kembarnya yang masih menatap dirinya " lantas kenapa kau tidak membalasnya?" tanya Gilang lagi

__ADS_1


huh,, Arana menghela nafas " aku bisa saja membalasnya,tapi jika aku membalasnya pasti mereka akan berbuat diluar nalar. jadi Rana hanya diam" ujarnya dengan sangat polos


" tapi jika kau hanya diam, mereka akan semakin gencar untuk membuly kamu Rana" ujarnya Gilang


" Rana kan Hanya diam untuk sementara waktu selagi ia hanya berkata kata Rana akan diam, tapi jika mereka berani menyentuh Rana atau membuka hijab Arana maka jangan slahkan Arana jika mereka akan berkumpul dirumah sakit " ujar Arana


Gilang diam mentap kagum pada Arana lalu kembali bertanya " memang seberapa tinggi nilai hijabmu?" tanya nya


Arana senyum dibuatnya " nilai hijab Arana itu tinggi ketimbang apa pun itu ah ralat tapi rambut Arana uang bernilai sangat tinggi dan itu yang membuat Arana melindunginya dengan hijab" ujarnya " dan juga hijab yang dapat nyelamatin ayah dari siksa api neraka karna anak perempuannya itu menutup auratnya" ujarnya Arana menjelaskan


" tapi kenapa banyak perempuan muslimah yang tidak memakai hijab?" tanya Gilang penasaran


" itu Karana mungkin pilihan mereka. tanpa mereka sadari jika selangkah saja muslimah menginjakkan kaki keluar rumah tanpa memakai hijab maka setiap langkah seseorang itu mampu menceburkan ayahnya kedalam panasnya api neraka" ujar Arana " ah bahkan tidak hanya ayahnya saja tapi suaminya jika ia sudah berumah tangga, kakak beradik laki lakinya akan ikut masuk kedalam api yang bergejolak" tukas nya kembali


diam itulah yang dirasakan Gilang pikiran nya nenjelajah jauh entah kemana 'bagaimana dengan zerin aku akan memberi tahunya nanti' batin nya memikirkan sang adik


" jadi hijab untuk Arana itu sangat penting. yah meskipun dosa Arana kepda ayah itu sangat banyak setidak nya Arana bisa melindungi ayah dengan hijab ini" ujarnya dengan sangat bangga


gilang Disana mengangguk


" aku pernah melihat video sekilas tentang wanita Tarim sepertinya mereka sangat terjaga yah?" tanya Gilang dengan semangat


Arana mengangguk " iya kakak benar bahkan mereka dijuluki dengan para Bidadari bumi" ujar Arana " bahkan mereka tidak akan melewati jalan yang dimana terdapat kaum Adam yang bukan mahram untuk bya. dan yah mereka hanya keluar 3 kali saja " lanjut Arana


" maksudnya?" ujar Gilang bingung argh ia itu akan menjadi bodoh jika sugah berurusan dengan agama


" iya yang pertama saat ia masih anak anak, yang kedua saat ia berpindah ierumah suaminya, dan yang ketiga saat ia meninggal dunia sangat terjaga bukan merek?" tanya Arana dan dianggyku oleh Gilang kembali


" kakak mau dengar tidak tentang keistimewaan wanita Tarim "ujar Arana


" wah silahakan aku dan Gilang akan menjadi pendengar yang baik" ujar amar dengan tiba tiba dan duduk disamping Gilang


" Dalam buku berjudul ‘Bidadari Bumi, 9 Kisah Wanita Sholehah’ karya Ustazah Halimah Al-Alaydrus, ada cerita menarik tentang keistimewaan perempuan Tarim, Hadramaut, Yaman.


Diceritakan, perempuan Tarim sudah terbiasa sejak kecil dibesarkan dalam lingkungan beragama yang dekat dengan ulama, majlis ilmu, maulid dan sebagainya. Sejak kecil mereka dididik untuk membaca Alquran oleh orang tua mereka. Terdidik dengan akhlak yang mulia.


Pergaulan mereka terjaga. Begiu juga aurat mereka. Bagi mereka setelah mencapai umur baligh, tempat mereka adalah di dalam rumah. Mereka tidak pernah melihat lelaki asing selain dari saudara-saudara lelaki dan orang tua mereka saja.


Mereka dibesarkan dengan tidak mengenal musik, tidak mengenal kebiadaban dan tidak kenal wajah orang fasiq. Perbincangan mereka adalah perbincangan tentang majlis-majlis ilmu, Alquran, adab, akhlak, tasawwuf dan seumpamanya. Begitulah keadaan mereka dibesarkan.


Apabila tiba saat yang sesuai untuk dinikah oleh walinya maka mereka dinikahkan pada pasangan yang sesuai. Pilihan keluarga, dan tanpa ada bantahan. Tanpa ada cinta atau ‘datang’ sebelumnya. Kebiasaannya mereka menikah di usia yang masih muda, sekitar belasan tahun. Begitulah keadaan mereka, cukup terpelihara dan terjaga.


Wanita Tarim juga tidak pernah menyusahkan suami mereka. Begitu juga dengan para suaminya, tidak menyusahkan isteri mereka. Apabila barang kebutuhan rumah seperti beras susu dan sebagainya kehabisan, mereka tidak langsung memberitahu suami karena khawatir suami mereka tidak mempunyai uang atau sedang sibuk. Maka yang mereka lakukan adalah meletakkan bungkusan-bungkusan kosong pada tempat yang mudah dilihat suaminya." nah itu sih yang Rana tau hehe" ujarnya Rana lelah setelah menjelaskan kepada kedua pria itu


" kalo gitu Arana pulang dulu yah assalamualaikum" ujarnya dengan meninggalkan kedua sosok pria yang masih betah duduk itu


"waalaikumsalam " ujar keduanya dan berdiri lalu pergi

__ADS_1


__ADS_2