
deza saat ini tengah khawatir pada adiknya yang tidak keluar dari kamar sama sekali. ia takut terjadi sesuatu pada adiknya. ia tahu saat ini adiknya tengah menangis,ia tau adiknya tak bisa terlalu lama menangis ia takut.
karna beberapa kali ia mengetuk pintu kamar adiknya berkali kali namun tak kunjung dibuka membuat ia mendobrak pintu kamar arga.
brak..
suara tendangan deza yang keras memperlihatkan kamar arga yang begitu berantakan. ia masuk kedalam mencari sosok yang ia khawatir kan. ia mencari kedalam kamar mandi pun Arga tidak ada, namun tatapan nya jatuh pada pintu balkon yang terbuka segera ia berlari dan benar saja ia menemukan Arga yang tengah tergeletak tak berdaya. nafasnya tak ada dan juga bibirnya yang membiru. ia sangat khawatir.
dengan cepat deza memberikan pertolongan pertama untuk adiknya. menekan berkali kali dada adiknya namun tak kunjung juga bisa bernafas. karna tak bisa ia memberikan nafas buatan namun belum berhasil
" dek bertahan ya hiks hiks" deza menangis melihat adiknya yang seperti ini. ia langsung menggendong tubuh adiknya dengan kaki gemetar. ini yang ia takutkan adiknya memiliki kelainan jantung.
dengan berlari deza memasukkan adiknya kedalam mobil namun mulutnya terus berdoa " tuhan jika kau benar benar ada aku mohon selamatkan adik ku hiks hiks " ujar nya sambil terus menangis dan mengendarai mubilnya dengan kecepatan penuh membelah jalanan.
setelah sampai dirumah sakit ia kembali menggendong tubuh adiknya dan berlari memanggil para suster " sus tolong adikku sus" teriaknya disana dengan sangat khawatir. beberapa suster mulai berdatangan membawa brankar dan langsung membawa tubuh Arga yang terbaring lemah menuju UGD
deza duduk di kursi tunggu dengan rasa khawatirnya. ia merasakan setengah hatinya hancur berkeping keping " hiks maafkan kakak yang tidak dapat menjagamu hiks" ujar deza sambil menarik rambut nya keras. rasa sakit dikepala nya tak sebanding dengan rasa sakit melihat sang adik yang tak berdaya...
tiba tiba ia teringat akan buku diary milik Arga membuat ia berjalan gontai kearah mobil dan membuka pintunya.ia mengambil sebuah diary yang bertuliskan ' AKU DAN JUGA HATI DALAM SEBUAH DIARY'
ia kembali berjalan dan duduk di kursi tunggu sambil membaca buku diary milik Arga..
' Hati...
entah mengapa disetiap hariku terasa sangat menyakitkan seolah tak ada hari untuk berikutnya. bahkan langkah ku terasa enggan untuk melaju. dan juga bibir yang terasa berat walaupun hanya untuk tersenyum. jantung yang dulunya penuh debaran kini menjadi jantung yang penuh luka dan juga kehancuran. ketika secuil kebahagiaan yang hampir kudapatkan namun kembali sirna karna sebuah kenyataan. sakit?? tentu sangat sakit. lucu yah kehidupan ketika aku dilahirkan namun tak diharapkan. pertanyaan ku hanya satu dimana letak kasih sayang dan juga kebahagiaan itu..
JAWAB!!!
untuk apa bahkan mereka enggan bukan. miris..
Hancur..
jangan tanyakan bahkan hati ini mungkin tak dapat kembali untuk disatukan. diwaktu lalu aku hampir menyerah pada semesta yang tak pernah mau mengalah.
kau tahu kondisi hati ini?? iya hati yang sudah hancur tanpa harapan. hati ini mungkin sudah mati rasa . ingin rasanya aku tak percaya pada hal hal yang terjadi namun itu nyata untuk membuatku tersiksa..
MATI mungkin itu kata terindah yang ingin aku lakukan namun aku ingat masih ada harapan untuk mencapai kebahagiaan meski sulit untuk dijangkau.
Tuhan bantulah aku untuk menemukan setitik cahaya dari gelapnya hidup dan juga harapan ku. Aku tak ingin terhenti dan aku aku tak ingin terpaku pada jalan kebahagiaan yang seolah menolakku. aku tak ingin menangis dengan Isak tanpa air mata. yah aku lelah dan juga sesak
Hatiku memang rapuh bahkan sangat rapuh coba sekali lagi kau hujam dengan belati yang ada pada genggaman tangan mu, lalu berikan sayatan demi sayatan pada tempat yang sama.
MATI!! semuanya mati, perasaan ku mati, bahkan hati dan juga jiwaku mati pada orang yang sama.
__ADS_1
Harapan!! tak ada lagi harapan. yang ada aku harus berjuang lagi,lagi dan lagi hingga aku lelah dan juga menyerah. jika aku kembali goyah maka hancur sudah tatanan kebahagiaan yang sudah aku rancang.
Aku tau Dimata mereka aku bukan apa apa.
dibanding mereka aku pun bulan siapa siapa.
langit yang ingin aku jangkau terlalu tinggi, tangga yang aku lewati masih sangat jauh.
selemah apa pun diriku inilah aku. terserah bila semesta tak terima, terserah jika badai yang mulai mereda kembali datang.
aku memang lelah, sangat lelah dan terlalu lelah. namun satu hal yang membuat ku harus bertahan. ada selembar kertas putih yang haru kujangkau dan juga ada hati yang harus aku perjuangkan.
hati manusia memang berbeda beda, Namum kita tetap sama bukan??..bisakah kalian berhenti mencari celah untuk menyela,bisakah kalian berhenti menilai tanpa melihat?, dan bisakah kalian berhenti melakukan hal hal bodoh dengan mengintimidasi hidup seseorang HAH?
taukah?? ada yang sudah sangat lelah, dan ada yang hampir menyerah. bukankah kalian juga manusia yang memiliki hati dan juga akal?.lalu mengapa??
JAWAB
Mengapa tangis yang lain membuat kalian bahagia?
mengapa jerit keputus asaan mereka menjadi sebuah kebahagiaan untuk kalian?
dan mengapa kegalalan mereka menjadikan sebuah kesuksesan terbesar untuk kalian mengapa?
JAWAB!!
mengapa kalian diam
cukup semesta saja yang suka mengada ada, cukup semesta saja yang mempermainkan sebuah rasa, perjuangan dan juga asa.culup semesta saja uang yang menjadi penguji dalam hubungan yang bernama ataupun tidak. cukup semesta saja yang yang mengajarkan apa itu hati manusia dan untuk apa manusia dengan memiliki hati..
kalian jangan ikut mengada ada yang ku tahu tak ada hati manusia yang sekuat baja.
deza terdiam dengan mata yang kembali terbendung, hancur hatinya saat ini. disaat adiknya benar benar membutuhkan pundaknya untuk bersandar agar ia kembali kokoh namun dirinya tak ada. membuat dirinya benaar benar merasa gagal untuk menjadi seorang kakak.
aku gagal hiks hiks" ujarnya disana dengan lirih.
ceklek..
suara pintu ruangan yang sedari tadi ditunggu oleh deza kini terbuka. membuat deza menghapus air matanya dan menghampiri sang dokter " maaf dok bagaimana keadaan adik saya " tanya nya dengan sangat khawatir.
membuat sosok dokter itu membuka maskernya yang menampilkan wajah cantiknya yang terlihat muram " maaf tuan kondisi adik anda saat ini kritis bahkan tadi adik anda sempat kehilangan nafasnya yang membuat keadaan nya sangat memburuk" ujar sang dokter dengan menghela nafas. Yap ia dokter Alexa.
deza kembali melemah " kapan ia akan sadar dok" Tanya nya dengan lemah.ia hanya mampu menatap sang adik dari jendela ruangan. hatinya tersayat saat melihat banyaknya alat medis yang terpasang pada tubuh adiknya
__ADS_1
" saya tidak dapat memprediksi nya tuan. kita semua sudah berusaha yang terbaik hasilnya tinggal tuhan yang mengatur.anda hanya perlu berdoa untuk adik anda. saya permisi ya" ujar dokter Alexa dengan menepuk bahu deza dengan lembut dan pergi
ia hanya mengangguk dan kembali menatap sang adik yang terbujur lemah " maafkan aku" ucap nya dengan sangat lirih
*****
" sudah siap semuanya sayang?" tanya Alex kepada semua anaknya
mereka mengangguk tak lupa Safia yang saat ini berada disamping bundanya.
" yasudah ayo berangkat" ucap Zihan sembari masuk kedalam mobil dan diikuti semua orang..
25 menit mereka telah sampai pada sebuah Bandara dan disambut oleh banyak nya bodyguard yang membantu mereka memasukkan koper kedalam pesawat.
mereka semua masuk kedalam pesawat dan duduk dengan tenang saat pesawat kembali terbang keudara membuat safia memeluk bundanya takut pasalnya ini pertama kalinya ia naik pesawat
" fia jangan takut disini ada bunda " suara datar milik sherena terdengar jelas ditelinga Safia membuat dirinya mengangguk agar tidak takut.
karna memakan waktu yang lama membuat keluarga itu tertidur dengan pulas..
mereka terbangun saat pesawat mulai mendarat..
mereka turun dari pesawat sembari meregangkan otot otot mereka....
" waahh" ucap Safia dengan sangat kagum melihat banyaknya mobil mobil mahal yang terparkir menyambut kedatangan mereka
" mari tuan nyonya" ucap para sopir yang membukakan pintu mobil untuk para tuan dan nona mereka. mereka hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan
hingga sampailah mereka pada rumah mewah yang memiliki 4 lantai.
" bunda ini rumah bunda " tanya safia dengan kagumnya. membuat sherena mengangguk.
yah ini rumah milik sherena sendiri yang tak jauh dari bandara dan juga perusahaan miliknya. karna sangat lelahnya mereka memilih untuk beristirahat dirumah megah milik sherena. saat masuk kedalam rumah megah itu Safia mendapati setiap ruangan memiliki warna gelap. tak ada satupun foto yang terpajang di dinding membuat safia diam. meskipun setiap ruangan bernuansa gelap namu terlihat elegan jadi tidak membosankan untuk dipandang.
" BI antar Safia kekamar dilantai 3 didekat kamar milik nona zerin" ucap sherena kepada pelayan
" baik nona" ucap pelayan itu dengan sopan
" mari nona kecil" ucap pelayan itu lembut kepada Safia dan mendapatkan senyum dari Safia.
sherena saat ini tengah duduk bersandar pada sofa diruang keluarga. semuanya sudah berada dalam kamar mereka masing masing untuk istirahat. berhubung sekarang sudah menunjukkan pukul sebelas malam para pelayan maupun bodyguard sudah kembali pada kamar mereka masing masing tepatnya tak jauh dari taman belakang.
karena lelah sherena berjalan dan langsung masuk kedalam lift yang menghubungkan langsung pada lantai empat. dimana itu adalah letak kamar sekaligus ruangan pribadi sherena yang tidak boleh satupun orang masuk kedalam ruangan nya.karna lelah sherena akhirnya tertidur dengan pulas nya..
__ADS_1
selamat membaca