GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT

GADIS BERJIWA PSIKOPAT YANG MENJADI SEORANG MUSLIMAH TERHORMAT
SIAPA ARGA..


__ADS_3

setelah perbincangan tadi dengan ayahnya kini sherena duduk menyendiri didalam kamar nya. menatap sendu bunga bunga cantik yang selalu ia pandang. tujuan tatapannya adalah bunga mawar hitam, bunga lili merah dan juga bunga mawar berwarna biru adalah objek dari pandangan nya. ia selalu mengidolakan bunga berwarna gelap yang selalu menghiasi taman dirumahnya...


setelah puas memandangi bunga bunga cantik itu, ia memilih untuk merapihkan pakaian nya kedalam koper karna besok ia akan pulang...


****


Dilain tempat ada pria tampan yang tengah dilanda akan rasa gugup..


dua hari lagi ia akan menikah membuat ia menghafalkan kata sakral yang tak akan mungkin terlupakan. memulai hidup baru dengan gadis yang menutup kecantikannya dan juga ia cintai.


" Hua kakak" teriak gadis cantik dengan air matanya memeluk sang kakak..


pria berwajah tampan itu membalas pelukan adiknya hangat dan menangkup wajah cantik adiknya yang saat ini tidak mengenakan cadarnya " syahla jangan menangis kau terlihat jelek loh" ujar Gus Alif dengan gurauan


syahla mengerucut kan bibirnya lalu mengusap air matanya " ish kak Alif mah bukannya ditanyain adek kenapa nangis Hem coba senyum biar tambah cantik, harus nya kan gitu ini malh diledek " ujarnya dengan mendelik


Alif terkekeh menatap adiknya " yaudah. syahla kenapa Hem" tanya nya dengan lembut


syahla menatap kakaknya " dua hari lagikan kakak mau menikah nanti kalo udah menikah kakak lupa sama aku Hua kakak hiks" ujarnya Syahla dengan menangis. sifat pendiam nya berubah seratus persen.


Alif diam ia tak tau harus apa ia sendiri sedih namun menutupinya " hey kata siapa kakak bakal lupain adik kakak yang kayak anak kecil gini sih. jangan menangis dong " ucap Alif sembari memeluk dan mengecup sayang kepala sang adik


" janji" ucap syahla polos dan menunjukkan jari kelingkingnya dan disambut dengan jari kelingkingnya Gus Alif


" janji" ucap Gus Alif tersenyum


" yey sayang kakak resek" ujarnya sambil melompat lompat seperti ank kecil dan mencubit pipi sang kakak keras


" aduh sakit " ucap Gus Alif mengelus pipinya dan hendak membalas perbuatan sang adik namun adiknya sudah berlari membuat keduanya saling mengejar ...


" syahla awas kamu ya" ujar Alif berteriak dan terus mengejar sang adik yang terus menghindar


*******

__ADS_1


menyendiri..


itu kata yang cocok untuk seorang pria tampan yang kini duduk ditepi taman..


taman yang selalu menjadi tujuan sang gadis pujaan hati nya ketika sedang memiliki waktu senggang..


Yap ia arga..


" kenapa takdir ku begitu rumit " teriak Arga dengan frustasi.ia lelah sangat lelah akan hidupnya yang rumit.


namun tiba tiba seseorang menghampirinya " bukan takdir mu yang rumit ga tapi kamu sendiri yang memperumit takdir mu" ujar sosok pria disana sambil menepuk pundak Arga pelan


" kak deza" ujar Arga kaget


" ada masalah? " tanya pria ini yang tak lain deza


Deza Atma Hutama satu satunya kakak yang selalu ada untuk seorang Arga . beliau menempuh pendidikannya di Inggris dengan jurusan kedokteran..


tak ada yang memahami dinginnya ia aalah gambaran hatinya yang tak pernah merasakan kehangatan, dan datarnya dirinya adalah gambaran dari kisah nya yang tak pernah mendapat senyum dan perhatian dari orang tuanya. ia hanya memiliki kakak yang selalu ada untuknya...


" ayo pulang sebentar lagi malam " ucap Deza kepada Arga dengan senyumnya


Arga hanya mengangguk dan berjalan bersama kakaknya..


beberapa menit mereka telah sampai dirumah besar yyang memiliki gaya yang agak keitali itu kesukaan kakaknya membuat Arga tersenyum kecut. lihatlah, kedua orang tuanya sangat menyambut kehadiran kakaknya..


" sayang ayo masuk. kamu pasti lelah " ucap bundanya tanpa memperdulikan Arga


" sayang kenapa kamu tidak mengabari ayah sih kalo mau pulang. " ujarnya ayahnya mendekap tubuh deza hangat


Arga memilih untuk berlalu pergi saja hatinya sakit dan matanya memanas..


ia iri akan kakaknya yang selalu disambut dengan hangat oleh orang tua nya. sedangkan ia selalu dimaki dan juga disiksa. ketika ia membuat kesalahan sekecil apapun ia akan dihukum dan juga dipukul, tanpa mereka sadari mentalnya mulai terganggu. ketika kakaknya dapat bermain dengan ceria ia hanya dikurung didalam kamar untuk belajar belajar dan belajar.

__ADS_1


satu tempat berlindung nya yaitu rumah neneknya. neneknya yang begitu menyayangi dirinya namun semuanya kembali hancur saat sang nenek meninggal dunia.


seperti saat ini ia kembali keluar kamar dan berhenti pada anak tangga ketiga melihat kedua orangtuanya dan juga kakaknya yang sedang bercerita bertanya setiap harinya tentang kisah kakaknya.


disela Tawa mereka pandangan Deza dan Arga bertemu


" dek sini ayo" ucapnya deza dengan lembut dan seraya ingin menghampiri Arga yang hanya menatap keluarganya datar namun dihalangi oleh bundanya


" sayang ayo makan " ucap bundanya seraya menarik tangan deza dan juga suaminya


" tapi bunda Arga ?" tanya nya dengan lembut


bundanya menatap sekilas kearah Arga yang memilih pergi " lihatlah bahkan ia tidak lapar dan juga tidak sopan jadi biarkan saja ya " ucapnya sembari menyendok kan nasi kedalam mulutnya yang sudah disiapkan oleh para pelayan


didalam kamar arga menatap foto keluarga


disana ia terlihat sangat datar tanpa kebahagiaan dan ayah bundanya terlihat begitu perhatian membauat ia menangis


" hiks hiks kenapa mereka jahat hiks" ujarnya menangis ia tak kuat.


" Tuhan kenapa engkau ambil nenek ku, kenapa engkau begitu tak adil padaku hiks hiks" ucapnya lagi sambil menenggelamkan wajahnya pada kaki yang ia satukan. menangis sekuat tenaga. bahkan ia membanting banyaknya vigura yang berisikan foto ayah dan bundanya. hingga ia melemah dan kembali duduk dengan Isak tangis.


sesak di dadanya semakin membuncah kala ia mengingat bagaimana ia yang hampir terbunuh menyelamatkan ibunya namun yang ia dapat bukan kasih sayang tapi sebuah pukulan membabi buta dari ayahnya hingga ia hampir mati...


ia selalu terlihat kuat dan datar kala melihat orangtuanya yang tak pernah peduli akan dirinya, namun ini? ia sudah tak kuat ia lemah. bahkan dunia seakan akan lupa akan kehadirannya, miris!!! itu lah kata yang paling tepat untuk nasib Arga.


" hiks hiks aku benci bunda, aku benci ayah hiks aku benci semuanya huaaaa" teriak Arga dengan menghapus air matanya. setelah puas menangis ia memilih untuk membersihkan mukanya. ia menatap dirinya di depan kaca melihat wajah tampannya yang memerah marah, matanya yang sembab dan juga penampilan dirinya yang sangat berantakan...


" hah akan ada saat nya kalian semua merasa kehilangan akan seseorang yang kau sebut ank yang tak diharapkan. dan ada saatnya kalian akan merindukan pada sosok yang tak pernah ada waktu untuk dirindu. mungkin jika aku masih ada kalian akan tetap membuatku jatuh dan hancur hingga aku mengakhiri hidupku. namun kalian salah jika aku akan menyerah akan aku buktikan siapa aku dan siapa kalian" ujarnya dengan amarah dan memilih keluar dari kamar mandi den menutupi nya dengan kuat...


:(:(


selamat membaca 🥀💖..

__ADS_1


__ADS_2